Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tak Perlu Jauh-Jauh, Warga Bogor Bisa Susuri Sungai Jernih Ini Hanya dengan Rp150 Ribu

Kholikul Ihsan • Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:30 WIB
River tubing di Sentul. (Instagram @indo_trekkingsentul)
River tubing di Sentul. (Instagram @indo_trekkingsentul)

RADAR BOGOR - Ada yang berbeda dari cara Warga Bogor yang berencana menikmati akhir pekan dan liburan keluarga. Di balik perbukitan Sentul, di hulu Sungai Megamendung, dan di celah ngarai kaki Gunung Salak, ada petualangan yang sudah lama menunggu untuk ditemukan.

River tubing dan river walking, dua aktivitas wisata sungai yang sejatinya bukan hal baru, tetapi tidak ada yang bisa menandingi sensasi mengarungi air jernih pegunungan di bawah terik matahari yang baru saja terasa menyengat.

Dan Bogor, dengan posisi geografisnya yang dikelilingi gunung dan pegunungan, adalah salah satu kota paling beruntung di Jawa Barat dalam hal ini.

Hulu-hulu sungainya masih sangat murni, airnya dingin sepanjang tahun, dan formasi batuan di sepanjang alirannya, tebing karst, bebatuan hitam berlumut, dan celah ngarai purba, adalah pemandangan yang tidak akan pernah sama dari satu titik ke titik berikutnya.

Baca Juga: Staycation Sambil Belajar Mengenal Satwa, 3 Resort Ini Jadi Pilihan Terbaik Keluarga di Bogor

Sentul: Surga River Walking dengan Air Berwarna Hijau Tosca

Dari semua kawasan wisata sungai di sekitar Bogor, Sentul adalah yang paling dikenal dan dengan alasan yang sangat kuat.

Lanskapnya didominasi perbukitan karst atau batuan kapur yang membuat air sungainya memiliki warna yang tidak biasa, hijau tosca atau biru jernih pada musim kemarau, terutama di spot-spot yang sudah terkenal luas di kalangan pecinta alam Jabodetabek.

Andalannya adalah aliran Sungai Ciherang di kompleks Leuwi Hejo, jalur river walk paling ikonik yang pernah ada di Bogor.

Baca Juga: Bukan Lembang, Cipeundeuy Jadi Hidden Gem di Bandung Barat yang Bikin Penasaran

Sungai ini tidak mengalir di ruang terbuka biasa, ia mengalir di antara celah tebing batu raksasa yang berdiri vertikal di kiri dan kanan, membentuk lorong alam yang terasa seperti berjalan di dalam ukiran bumi.

Di sepanjang jalurnya, terdapat kolam-kolam alami yang oleh warga setempat disebut leuwi, yaitu Leuwi Hejo, Leuwi Cepet, dan Leuwi Lieuk, masing-masing dengan karakternya sendiri dan warna air yang membuat kamera tidak berhenti bersuara.

Aktivitas utamanya adalah body rafting, berjalan menyusuri pinggiran sungai, melompati bebatuan, lalu berenang menggunakan pelampung menembus celah tebing sempit yang basah.

Pemandu lokal selalu mendampingi di setiap langkah, memastikan jalur yang diambil aman dan momen terbaiknya tidak terlewat.

Baca Juga: Curug Cibeureum Gunung Gede Pangrango, Destinasi Trekking Segar dengan Dua Air Terjun

Untuk keluarga yang membawa anak-anak dan memerlukan rute yang lebih tenang, Sungai Cikalang di area yang sama menjadi pilihan sempurna.

Jalurnya lebih landai, dasar sungainya berupa kerikil bulat yang tidak tajam, dan rutenya membelah hamparan sawah berundak, pemandangan yang justru menawarkan keindahan yang berbeda dari tebing-tebing dramatis di Leuwi Hejo.

Megamendung: Jeram-Jeram Ciliwung yang Tidak Akan Pernah Terbayangkan

Sebut nama Ciliwung, dan yang muncul pertama di benak adalah banjir Jakarta, air kecoklatan, dan berita bencana. Itu wajar, tetapi itu adalah Ciliwung di hilir, setelah melewati ratusan kilometer permukiman padat.

Baca Juga: Liburan di Telaga Biru Gunung Gede, Destinasi Petualangan dengan Spot Instagramable

Di Megamendung, Ciliwung masih muda. Masih bersih. Masih mengalir di sela-sela perkebunan dan hutan pinus, dingin, jernih, dan penuh bebatuan hitam yang menciptakan riam-riam kecil bersuara.

Di sinilah river tubing menemukan rumahnya yang paling natural.

Beberapa operator lokal mengelola trek tubing sepanjang satu hingga satu setengah kilometer di kawasan ini.

Peserta duduk di atas ban karet modifikasi yang sudah dilengkapi pegangan tangan dan alas duduk, mengenakan helm standar rafting dan jaket pelampung, lalu membiarkan arus membawa mereka melewati jeram demi jeram.

Baca Juga: Magnolia Hills Resort Cisarua Bogor, Penginapan Baru dengan View Gunung dan City Light yang Memukau

Di setiap titik riam yang lebih deras, instruktur sudah berdiri siap memandu dan memastikan tidak ada yang terguling sendirian.

Sensasinya tidak bisa digambarkan dengan kata-kata yang cukup akurat. Ban yang berputar, percikan air dingin yang menghantam wajah, suara riam yang semakin keras seiring mendekati belokan, dan kemudian tawa, hampir selalu tawa dari semua peserta tanpa terkecuali.

Pamijahan: Ngarai Purba di Kaki Gunung Salak yang Belum Banyak Diketahui

Jika Sentul adalah pilihan populer dan Megamendung adalah pilihan adrenalin, maka Sungai Cikuluwung di Pamijahan adalah pilihan bagi mereka yang mencari sesuatu yang benar-benar berbeda, yaitu pengalaman yang terasa lebih dalam, lebih sunyi, dan lebih tak terduga.

Baca Juga: Villa Smallville Bogor, Muat untuk 25 Orang dengan Kolam Renang dan Karaoke Room

Sungai ini mengalir dari mata air hulu Gunung Salak yang masih sangat murni. Suhunya luar biasa dingin, bahkan di siang hari yang terik sekalipun. Tetapi bukan itu yang membuat Cikuluwung berbeda dari sungai-sungai lainnya.

Yang membuatnya istimewa adalah formasi tebing batu di sisi dalam alirannya yang lurus, rapi, dan tinggi seperti dinding yang diukir oleh tangan raksasa selama jutaan tahun.

Berjalan di dalamnya terasa seperti menelusuri lorong ngarai purba yang belum pernah disentuh peradaban. Para pengunjung yang pernah ke sana sering membandingkannya dengan slot canyon di Amerika Barat, tetapi dengan air yang mengalir langsung di kaki mereka.

Aktivitasnya disebut canyon river walk, yaitu merayap di sela tebing basah, menghanyutkan diri mengikuti arus di dalam ceruk batu, dan sesekali berdiri diam sejenak untuk merasakan betapa kecilnya manusia di hadapan formasi alam yang sudah ada jauh sebelum kota ini berdiri.

Baca Juga: Pesona Wisata Pantai Pangandaran, Spot Favorit Berburu Sunset di Jawa Barat

Pemandu lokal dan jaket pelampung adalah wajib, bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar dibutuhkan karena karakter aliran dan kedalaman ceruk batunya tidak bisa diprediksi oleh mata yang belum terlatih.

Biaya Jauh Lebih Terjangkau

Salah satu alasan wisata sungai di Bogor semakin diminati adalah harganya yang tidak pernah menguras tabungan.

Paket river walking dan canyon trekking di kawasan Sentul maupun Pamijahan berkisar antara Rp150.000 hingga Rp250.000 per orang. Harga itu sudah mencakup tiket masuk area, pemandu lokal berpengalaman, tongkat trekking, pelampung untuk rute berkolam dalam, air mineral, dan dokumentasi foto yang bisa langsung dinikmati di akhir perjalanan.

Baca Juga: Tak Hanya PLTA, Waduk Cirata Punya Rumah Makan Terapung dan Spot Sunset Cantik

Untuk river tubing di Megamendung, paketnya sedikit lebih tinggi di kisaran Rp150.000 hingga Rp300.000 per orang, namun fasilitasnya juga lebih lengkap, mulai dari ban karet modifikasi, helm rafting, jaket pelampung, instruktur di setiap titik jeram, transportasi lokal dari titik finish kembali ke start, hingga makanan ringan tradisional berupa pisang goreng dan bandrek hangat yang menunggu di akhir perjalanan.

Sangat direkomendasikan untuk memesan melalui operator tur atau pemandu lokal yang terdaftar, bukan sekadar datang langsung tanpa koordinasi. Mereka tahu karakter arus di setiap musim, kedalaman setiap kolam, dan titik evakuasi terdekat jika kondisi cuaca berubah mendadak.

Waktu terbaik menikmati kejernihan air adalah Mei hingga September saat musim kemarau berlangsung. Di musim hujan, sebagian besar aktivitas river tubing dan river walk ditutup sementara oleh pengelola demi keselamatan karena air berubah keruh dan debit sungai meningkat drastis, membawa risiko banjir bandang yang tidak bisa diprediksi.

Bagi Warga Bogor yang selama ini menganggap liburan harus panjang, jauh, dan mahal, mungkin sudah waktunya sekali melihat ke arah bukit di belakang kota, di mana sungai-sungai dinginnya sudah lama mengalir dan menunggu untuk dijejaki.***

Editor : Eli Kustiyawati
#sentul #wisata #river tubing #liburan keluarga