Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Waga Bogor Coba Yuk, 5 Wisata Ekstrem di Sumedang Ini Dijamin Seru Banget

Kholikul Ihsan • Selasa, 30 Juni 2026 | 11:33 WIB
Wisata Paralayang Kampung Toga. (Foto: Instagram @kampungtogasumedang)
Wisata Paralayang Kampung Toga. (Foto: Instagram @kampungtogasumedang)

RADAR BOGOR - Bagi pecinta adrenalin yang sudah bosan dengan destinasi wisata yang itu-itu saja, ada satu kabupaten di Jawa Barat yang belakangan diam-diam berubah menjadi magnet bagi para petualang sejati, Sumedang. 

Diapit pegunungan, perbukitan terjal, aliran sungai berarus deras, dan hamparan waduk sebesar lautan kecil, Sumedang kini menjelma menjadi salah satu kiblat utama olahraga ekstrem dan petualangan dirgantara di seluruh Jawa Barat, bahkan sebagian fasilitasnya sudah mencapai standar internasional.

Bagi warga Bogor yang mencari sesuatu yang benar-benar berbeda dari wisata akhir pekan biasa, bukan sekedar healing santai, tapi pengalaman yang memompa adrenalin sungguhan berikut lima destinasi adventure outdoor terbaik di Sumedang yang layak masuk daftar liburan Anda.

Baca Juga: Inilah 7 Pusat Aki Motor dengan Layanan Antar, Garansi Resmi di Bogor

Paralayang Kampung Toga dan Batu Dua

Tidak banyak orang yang tahu bahwa Sumedang dikenal sebagai salah satu lokasi paralayang terbaik di Asia Tenggara. 

Alasannya bukan kebetulan kawasan ini memiliki karakteristik angin termal yang sangat ideal untuk penerbangan jarak jauh, sebuah kondisi atmosferik yang tidak dimiliki sembarang tempat.

Bagi pemula yang penasaran mencoba sensasi terbang namun belum siap dengan tantangan ekstrim, Kampung Toga yang terletak dekat pusat kota adalah titik take-off yang tepat. 

Baca Juga: Seharian Jelajah Kuliner di Solo! Cicipi Nasi Kare Pak Di hingga Tengkleng Legend Pasar Klewer

Di sini, wisatawan bisa mencoba terbang tandem bersama instruktur profesional sambil menikmati panorama Kota Sumedang yang terhampar dari ketinggian, sungai-sungai kecil yang berkelok, atap-atap rumah yang menyusut menjadi titik-titik kecil, dan perbukitan hijau yang mengelilingi kota dari segala arah.

Bagi yang menginginkan tantangan level lebih tinggi, Batu Dua di Gunung Lingga, Kecamatan Cisitu, adalah destinasinya. 

Lokasi ini bukan sembarang spot paralayang, ini adalah kawasan berkelas internasional yang pernah menjadi tuan rumah ajang Pre-World Cup Paragliding, sebuah pencapaian yang mengangkat reputasi Sumedang ke level yang jarang dimiliki destinasi paralayang lain di Indonesia. 

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 3 Bakal Cair Mulai Juli 2026, Ini Cara Mudah Cairkan Saldo KKS

Jalur udara di Batu Dua menantang dengan pemandangan magis Waduk Jatigede dari ketinggian, hamparan air biru kehijauan raksasa yang dikelilingi perbukitan, terlihat seperti lukisan alam yang hanya bisa diapresiasi sepenuhnya dari udara. 

Bagi yang sudah berpengalaman, tersedia opsi cross-country flying serta kesempatan berkemah langsung di area take-off untuk menikmati suasana pegunungan sebelum dan sesudah penerbangan. 

Estimasi biaya tandem mulai dari Rp350.000 hingga Rp450.000 per penerbangan, harga yang sangat masuk akal mengingat pengalaman yang ditawarkan.

Baca Juga: New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Harga, Varian, hingga Performa Mesin Terbaru

Sungai Cikandung

Bagi pecinta petualangan air yang menginginkan adrenalin tanpa harus jauh-jauh ke Pangandaran, Sungai Cikandung di kawasan Conggeang dan Paseh menawarkan jeram kelas II dan III yang cukup menantang namun tetap dikelola secara komersial dengan standar keamanan yang terjaga.

Yang membuat Cikandung istimewa adalah lanskap di sekelilingnya, tebing batu kapur hijau yang membentang di sepanjang aliran sungai, dengan karakter visual yang sangat menyerupai Green Canyon Pangandaran yang sudah lebih dulu melegenda. 

Airnya relatif jernih karena bersumber langsung dari mata air pegunungan, memberikan pengalaman arung jeram yang tidak hanya memacu adrenalin tapi juga memanjakan mata sepanjang perjalanan.

Baca Juga: PKH, BPNT, PIP hingga Beras, Ini Daftar 7 Bansos Cair Juli 2026

Bagi yang ingin beregu dan terorganisir, paket rafting menggunakan perahu karet adalah pilihan klasik yang menguji kekompakan tim dalam menavigasi jeram demi jeram. 

Bagi yang lebih menyukai pengalaman individual, opsi river tubing menyusuri sungai menggunakan ban dalam besar secara mandiri menawarkan sensasi yang lebih personal dan fleksibel. 

Kedua paket ini tersedia dengan harga yang sangat terjangkau, berkisar antara Rp45.000 hingga Rp150.000 per orang, sudah termasuk pemandu, pelampung, helm, hingga camilan atau makan siang.

Tanjung Duriat dan Panenjoan

Waduk Jatigede bukan sekedar latar belakang pemandangan paralayang, ia sendiri sudah bertransformasi menjadi pusat petualangan darat dan air yang lengkap. 

Baca Juga: 7 Spot Paragliding di Jawa dengan Pemandangan Indah, Cocok untuk Pemula hingga Profesional

Sebagai waduk terbesar kedua di Indonesia, skala Jatigede memang luar biasa, dan salah satu titik terbaik untuk merasakannya adalah Tanjung Duriat.

Tanjung Duriat adalah semenanjung bukit yang menjorok jauh ke tengah waduk, menciptakan pemandangan yang oleh banyak pengunjung dijuluki sebagai Raja Ampat versi darat, gugusan bukit hijau yang dikelilingi air biru kehijauan dari segala sisi, menciptakan komposisi visual yang dramatis terutama saat dilihat dari ketinggian bukit. 

Di kawasan sekitarnya, jalur tanah terjal dengan pemandangan luas menjadi favorit komunitas motor trail (enduro) dan pesepeda gunung yang menyukai tantangan downhill, berkat kontur tanahnya yang naik turun secara ekstrim.

Bagi yang mencari kesenangan di atas air, kawasan Jatigede menawarkan berbagai pilihan water sport, menyewa jet ski untuk memacu kecepatan di atas permukaan waduk, bermain banana boat bersama rombongan, atau menjelajahi pulau-pulau kecil yang tersebar di tengah waduk menggunakan perahu motor cepat.

Baca Juga: Bansos Tahap 3 Segera Disalurkan, KPM Desil 1-4 Jangan Rubah NIK dan KK

Tiket masuk kawasan ini sangat terjangkau, hanya Rp15.000 hingga Rp20.000, sementara biaya sewa wahana air bervariasi antara Rp50.000 hingga Rp250.000 tergantung jenis aktivitas yang dipilih.

Gunung Tampomas

Bagi pecinta hiking dan trekking, Sumedang memiliki satu ikon pendakian yang sudah lama dikenal, Gunung Tampomas, gunung berapi tidak aktif setinggi 1.684 meter di atas permukaan laut yang menjadi destinasi favorit pendaki dari berbagai daerah.

Karakteristik geologis Tampomas cukup unik, batuan andesit vulkanik purba yang membentuk struktur gunung ini menghasilkan formasi yang berbeda dari gunung-gunung vulkanik aktif pada umumnya. 

Di puncaknya yang disebut Sangiang Taraje, terhampar batuan terbuka yang luas, sebuah area datar berbatu yang menjadi spot favorit untuk berkemah dan menunggu matahari terbit. 

Baca Juga: BRI Peduli Latih 60 Purna Pekerja Migran Indonesia di Cirebon, Perkuat Kewirausahaan

Jalur pendakiannya sendiri tidak terlalu tinggi dibandingkan gunung-gunung besar di Jawa Barat, namun tetap memiliki tanjakan yang konstan dan cukup menguji stamina sepanjang perjalanan.

Dua jalur pendakian yang populer adalah Jalur Narimbang, yang menawarkan bonus pemandangan curug di dekat pos awal pendakian, dan Jalur Cibeureum, yang lebih didominasi medan berbatu. 

Bagi pendaki yang ingin pengalaman penuh, wild camping di puncak untuk berburu sunrise serta eksplorasi kawah mati menjadi aktivitas tambahan yang sangat direkomendasikan. 

Biaya simaksi pendakian sangat murah, hanya berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000 per orang, menjadikan Tampomas salah satu destinasi hiking paling ekonomis di Jawa Barat.

Baca Juga: Persaudaraan Lintas Negara, FS GMKI dan Padus Gereja Konta Gyeonggi Gelar Konser Arirang

Curug Gorobog dan Tahura Palasari

Bagi yang menyukai kombinasi antara petualangan menembus hutan tropis dan keindahan air terjun tersembunyi, Curug Gorobog di kaki Gunung Tampomas menawarkan pengalaman yang sulit ditandingi destinasi serupa di kawasan lain.

Keunikan utama Curug Gorobog terletak pada strukturnya yang terdiri dari tiga tingkatan air terjun yang tersembunyi di balik rimbunnya vegetasi hutan. 

Untuk mencapainya, pengunjung perlu melakukan trekking ringan menembus vegetasi liar, sebuah perjalanan singkat namun cukup untuk memberikan sensasi petualangan sungguhan sebelum sampai ke titik air terjunnya. 

Di kolam alami yang terbentuk di bawah tiap tingkatan, tersedia opsi cliff jumping yang relatif aman bagi yang ingin menambah dosis adrenalin.

Baca Juga: Persaudaraan Lintas Negara, FS GMKI dan Padus Gereja Konta Gyeonggi Gelar Konser Arirang

Tidak jauh dari sana, Tahura (Taman Hutan Raya) Gunung Palasari menawarkan jenis petualangan yang berbeda, perbukitan pinus dengan rute bersepeda cross-country yang menantang sekaligus menyegarkan. 

Bagi yang lebih menyukai aktivitas santai, kawasan pinus ini juga ideal untuk hammocking, menggantungkan hammock di antara pohon-pohon pinus raksasa dan menghabiskan waktu bersantai sambil menikmati udara sejuk pegunungan. 

Tiket masuk untuk kedua kawasan ini berkisar antara Rp10.000 hingga Rp20.000, menjadikannya destinasi yang sangat terjangkau untuk pengalaman jungle trekking dan bersepeda gunung sekaligus.

Bagi warga Bogor yang mencari pengalaman liburan yang benar-benar memacu adrenalin, lima destinasi ini layak menjadi alasan untuk merencanakan perjalanan ke Sumedang dalam waktu dekat.***

Editor : Asep Suhendar
#adventure outdoor #bogor #sumedang #wisata