Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Puncak Lumut Sukamakmur: Tiga Puncak dan Dua Curug dalam Satu Jalur Pendakian di Bogor

Eli Kustiyawati • Rabu, 1 Juli 2026 | 10:50 WIB
Puncak Lumut Sukamakmur, Bogor. (Foto: YouTube Opal Raufal)
Puncak Lumut Sukamakmur, Bogor. (Foto: YouTube Opal Raufal)

RADAR BOGOR - Buat yang lagi cari destinasi pendakian seru yang tidak terlalu jauh dari rumah namun tetap menawarkan pengalaman mendaki yang berkesan, Puncak Lumut di kawasan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, layak banget masuk daftar tujuan untuk isi waktu liburan.

Yang menarik, dalam satu kali pendakian di kawasan ini, pengunjung bisa mencapai tiga puncak sekaligus, yaitu Puncak Lumut, Puncak Tugu Sejarah (Gunung Malang), dan Puncak Putri Centana, ditambah opsi mengunjungi dua curug yang ada di jalur lintas turun.

Cara Menuju Puncak Lumut Sukamakmur

Untuk menuju Puncak Lumut, warga Bogor bisa membuka Google Maps dengan kata kunci Situ Rawa Gede terlebih dahulu.

Baca Juga: Little Europe di Green Lake City Naik Level! Phase 2 Hadir dengan Bear Town dan Tenant Baru

Setelah sampai di Situ Rawa Gede, ikuti jalan ke atas dan akan terlihat penunjuk arah menuju Puncak Lumut 1.699 mdpl.

Dari titik ini jalanan sudah berupa makadam, namun masih bisa dilalui kendaraan roda empat tergantung kondisi kendaraan masing-masing.

Untuk parkir kendaraan, tersedia dua pilihan. Pertama, parkir di bawah di area parkiran Halimun Ciputri yang berada di pertigaan Curug Cidulang.

Kedua, lanjutkan berkendara sekitar 300 meter lagi hingga mencapai base camp Puncak Lumut. Jalanan menuju base camp memang cukup rusak, namun jarak tempuhnya tidak terlalu jauh.

Baca Juga: Pangkalan 39 Camping Ground Cijeruk: Spot Camping Baru di Bogor dengan View Gunung yang Memukau

Tiket Masuk dan Fasilitas

Di base camp Puncak Lumut tersedia area parkir yang cukup luas dilengkapi fasilitas toilet. Untuk tiket masuk pendakian dikenakan biaya Rp25.000 per orang dengan parkir motor Rp10.000.

Dengan harga tiket tersebut, pendaki sudah bisa mengakses tiga puncak sekaligus, yaitu Puncak Lumut, Puncak Putri Centana, dan Puncak Tugu Sejarah.

Jika ingin melanjutkan ke Curug Ciberem melalui jalur lintas turun, hanya dikenakan biaya tambahan Rp2.000 per orang, sangat terjangkau untuk menikmati kesegaran air terjun setelah mendaki.

Baca Juga: Timezone PIK 2: Wahana Hiburan Terbesar di Jakarta yang Wajib Dicoba Warga Bogor

Jalur Pendakian Menuju Puncak Lumut

Dari base camp, jalur pendakian diawali dengan jalan berbatu sebelum memasuki pintu rimba Halimun Ciputri di ketinggian sekitar 1.170 mdpl.

Dari pintu rimba, jalur berganti menjadi tanah yang lebih empuk dengan karakter hutan yang rimbun dan teduh.

Di sepanjang jalur ini terdapat pohon kopi yang cukup lebat dan sudah banyak yang berbuah merah, menambah keindahan pemandangan sepanjang perjalanan.

Baca Juga: Curug Panjang: Wisata Air Terjun Populer yang Cocok untuk Semua Kalangan di Bogor

Jalur menuju Puncak Lumut terbagi dalam beberapa pos. Pos 1 bisa dicapai dalam waktu sekitar 45 menit dari base camp dengan melewati tanjakan pertama yang langsung cukup terjal dengan langkah yang tinggi-tinggi.

Setelah pos 1, pendakian dilanjutkan menuju pos 2 yang total waktu tempuhnya sekitar 1 jam dari base camp. Di pos 2 tersedia bangku untuk beristirahat dan suasananya benar-benar terasa seperti di dalam hutan.

Dari pos 2, jalur melewati kawasan batu belah yang menanjak dengan bantuan tangga kayu. Pendaki perlu berhati-hati di area ini, terutama saat hujan karena tanah bisa menjadi sangat licin.

Pos 3 dicapai sekitar 1 jam 10 menit dari base camp dengan tanjakan yang semakin terjal. Di pos 3 disarankan untuk mengisi energi terlebih dahulu karena setelah ini akan melewati Tanjakan Naga Puspa yang cukup menantang.

Baca Juga: Curug Sentral 1 dan Curug Tilu Holipet: Hidden Gem di Kabandungan Sukabumi

Tanjakan Naga Puspa merupakan salah satu bagian paling ikonik di jalur Puncak Lumut. Jalurnya menggunakan webbing sebagai pegangan keamanan, sehingga pendaki pemula pun masih bisa melewatinya dengan hati-hati.

Setelah Tanjakan Naga Puspa terdapat pos bayangan sebelum akhirnya sampai di persimpangan menuju Puncak Lumut.

Total waktu pendakian dari base camp hingga Puncak Lumut sekitar 1 jam 45 menit dengan jalan santai dan beberapa kali istirahat.

Di sepanjang jalur juga terdapat warung yang menjual makanan dan minuman, sehingga pendaki tidak perlu khawatir kehabisan logistik.

Baca Juga: Pasir Selembut Tepung, Air Sejernih Kristal: 5 Pantai Tercantik di Kepulauan Seribu

Puncak Lumut: 1.699 mdpl

Puncak Lumut berada di ketinggian 1.699 mdpl dan menjadi salah satu puncak yang hampir selalu diselimuti kabut.

Meski begitu, suasana hutan lumutnya sangat memukau dengan batang-batang pohon yang berwarna kehijauan dan jalur yang didominasi akar-akar pohon besar. Karakter inilah yang membuat Puncak Lumut punya daya tarik tersendiri dibandingkan puncak lainnya.

Di Puncak Lumut tersedia beberapa spot foto yang menarik, termasuk spot di tepi jurang dengan latar belakang kabut yang dramatis.

Baca Juga: Ini 5 Spot Snorkeling Terbaik di Kepulauan Seribu: Semakin ke Utara, Semakin Jernih

Terdapat juga warung di area puncak yang menjual makanan dan minuman bagi pendaki yang kehabisan logistik. Area puncak ini juga difungsikan sebagai camping ground bagi yang ingin bermalam dengan suasana hutan yang tenang dan sunyi.

Puncak Tugu Sejarah (Gunung Malang): 1.647 mdpl

Dari Puncak Lumut, perjalanan dilanjutkan menuju Puncak Tugu Sejarah atau Gunung Malang yang berjarak sekitar 1 km dengan waktu tempuh 15 hingga 20 menit. Jalurnya sempat menurun sebelum kembali menanjak menuju puncak ini.

Puncak Tugu Sejarah menyimpan nilai historis yang menarik. Di puncak ini terdapat sisa-sisa tugu yang dibangun pada zaman Belanda sebagai penanda batas wilayah antara Megamendung dan Sukamakmur.

Baca Juga: Liburan Hemat dan Dekat, Leuwi Kunten: Hidden Gem Healing di Sentul Bogor

Meski tugunya kini sudah hancur, keberadaannya tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang menyukai wisata bersejarah. Di area puncak ini juga terdapat ayunan yang menjadi spot foto favorit pendaki.

Puncak Putri Centana

Puncak ketiga yang bisa dikunjungi dalam satu rangkaian pendakian ini adalah Puncak Putri Centana yang berada sekitar 900 meter dari Puncak Lumut, atau sekitar 15 menit perjalanan.

Puncak ini posisinya lebih dekat ke Puncak Lumut dibandingkan Puncak Tugu Sejarah, dan menjadi bagian dari jalur lintas turun sehingga sangat efisien dikunjungi sekaligus saat turun.

Baca Juga: Tubing Valley Cheese and Farm Education Center, Wisata Edukasi Sekeluarga di Pamijahan Bogor

Jalur Lintas Turun dan Dua Curug

Salah satu keunggulan kawasan Puncak Lumut adalah tersedianya jalur lintas turun yang berbeda dari jalur naik, sehingga pendaki bisa menikmati pemandangan yang lebih beragam.

Jalur turun ini bersifat lebih alami tanpa banyak tangga buatan, cocok bagi yang menyukai gaya turun gunung yang lebih natural.

Di sepanjang jalur turun, pendaki akan menemukan percabangan menuju dua curug. Pertama adalah Curug Penganten yang bisa diakses dari salah satu pertigaan di jalur turun.

Baca Juga: Menjelajahi Jalur Pendakian Gunung Gajah, Spot Hidden Gem di Sukamakmur Bogor

Kedua adalah Curug Ciberem atau Curug Putri yang menjadi titik akhir jalur lintas dengan biaya tambahan hanya Rp2.000 dari tiket pendakian. Curug Ciberem ini menjadi pilihan sempurna untuk bersantai dan menyegarkan diri setelah seharian mendaki tiga puncak.

Tips Pendakian untuk Warga Bogor

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum mendaki Puncak Lumut. Pertama, pastikan kondisi fisik dalam keadaan prima karena jalur di kawasan ini cukup menantang dengan tanjakan yang terjal dan panjang.

Kedua, gunakan alas kaki yang memadai karena jalur didominasi akar pohon dan tanah yang bisa licin saat basah.

Baca Juga: Kollektiv Hotel Bandung, Menilik Pesona Penginapan Berkonsep Kontainer di Tengah Kota

Ketiga, manfaatkan webbing yang sudah dipasang di tanjakan-tanjakan sulit sebagai pegangan keamanan.

Keempat, datanglah lebih pagi agar bisa menyelesaikan tiga puncak sebelum siang dan masih punya waktu untuk menikmati curug. Kelima, bawa logistik yang cukup meski di sepanjang jalur dan di puncak sudah ada warung yang berjualan.

Kawasan Puncak Lumut Sukamakmur menawarkan pengalaman pendakian yang lengkap dan variatif bagi warga Bogor.

Dengan tiga puncak bersejarah, dua curug, hutan lumut yang eksotis, dan suasana yang tenang jauh dari keramaian kota, tempat ini benar-benar layak dijadikan destinasi pendakian berikutnya.***

Editor : Eli Kustiyawati
#destinasi pendakian #bogor #Sukamakmur #Puncak Lumut #liburan