RADAR BOGOR - Kalau lagi cari destinasi pendakian yang tidak terlalu berat namun tetap memuaskan, Gunung Kuta di kawasan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, bisa jadi pilihan yang tepat.
Gunung ini sudah lama menjadi salah satu pelopor pendakian di kawasan Sukamakmur dan hingga kini masih menjadi favorit para pendaki, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman, cocok juga untuk liburan dengan petualangan seru.
Apa lagi sekarang jalan ke gunung Kuta telah diperbaiki, jadi perjalanan jadi lebih nyaman.
Baca Juga: Puncak Lumut Sukamakmur: Tiga Puncak dan Dua Curug dalam Satu Jalur Pendakian di Bogor
Lokasi dan Akses Menuju Gunung Kuta
Gunung Kuta berlokasi di Desa Cibadak, Sukamakmur, tidak jauh dari perbatasan Citeureup. Dari pertigaan Cibadak, belok kanan dan ikuti jalan yang satu arah dengan Curug Mariuk, Curug Hordeng, Curug Ciburial, dan Curug Kembar.
Kawasan ini berada di perbatasan Sukamakmur dan Padang Sentul.
Kabar gembira bagi warga Bogor yang ingin berkunjung ke sini: jalur menuju Gunung Kuta kini sudah diperbaiki dan dalam kondisi sangat baik.
Baca Juga: Little Europe di Green Lake City Naik Level! Phase 2 Hadir dengan Bear Town dan Tenant Baru
Jalan sudah diaspal dan dibeton dengan rapi, jauh berbeda dari kondisi sebelumnya yang masih banyak berlubang dan berbatu.
Perbaikan ini juga sekaligus memudahkan akses menuju Puncak Palasari, Curug Kembar, dan Curug Ciburial yang berada di kawasan yang sama.
Tiket Masuk dan Fasilitas Parkir
Sesampainya di base camp Gunung Kuta, tersedia area parkir motor yang cukup luas serta parkir mobil meski tidak terlalu banyak.
Baca Juga: Pangkalan 39 Camping Ground Cijeruk: Spot Camping Baru di Bogor dengan View Gunung yang Memukau
Tiket registrasi pendakian dikenakan biaya Rp20.000 per orang dengan parkir motor Rp10.000. Harga yang sangat terjangkau mengingat jalur pendakian yang sudah cukup tertata dengan baik.
Bagi yang ingin sekaligus mengunjungi Curug Mariuk yang berada di dalam kawasan Gunung Kuta, dikenakan biaya tambahan sekitar Rp15.000 hingga Rp20.000 per orang.
Profil Gunung Kuta
Gunung Kuta berada di ketinggian 1.050 mdpl, sementara base camp berada di sekitar 700 mdpl. Dengan selisih ketinggian sekitar 300 mdpl, pendakian ke Gunung Kuta tergolong cukup bersahabat dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam 45 menit dari base camp dengan berjalan santai dan beberapa kali istirahat.
Baca Juga: Timezone PIK 2: Wahana Hiburan Terbesar di Jakarta yang Wajib Dicoba Warga Bogor
Jalur Pendakian Gunung Kuta
Dari base camp, jalur awal pendakian berupa tanah berbatu yang cukup terbuka dan terasa panas saat siang hari. Dari base camp hingga pintu rimba hanya memakan waktu sekitar 10 menit.
Setelah pintu rimba, jalur mulai sedikit menanjak dan segera sampai di Pos 1 yang dinamakan Batu Gede, hanya sekitar 2 menit dari pintu rimba. Total dari base camp ke Pos 1 sekitar 10 hingga 15 menit.
Dari Pos 1, jalur melewati peladangan warga dan perkebunan kopi yang cukup rimbun.
Baca Juga: Curug Panjang: Wisata Air Terjun Populer yang Cocok untuk Semua Kalangan di Bogor
Salah satu keistimewaan jalur Gunung Kuta adalah karakter jalurnya yang bervariasi antara tanjakan dan bagian datar yang cukup panjang, sehingga tidak terasa monoton dan membuat pendaki bisa mengatur napas dengan lebih baik.
Pos 2 dinamakan Sabana dan bisa dicapai sekitar 27 menit dari base camp. Di sini tersedia gubuk atau shelter untuk berteduh dan beristirahat. Pemandangan dari Pos 2 cukup indah dengan latar pegunungan di kejauhan.
Setelah Pos 2, jalur melewati ladang petani yang terbuka sehingga terasa cukup panas namun pemandangan ke kanan cukup memanjakan mata. Di titik ini juga sudah terlihat area puncak di kejauhan.
Warung dan Fasilitas di Jalur
Baca Juga: Curug Panjang: Wisata Air Terjun Populer yang Cocok untuk Semua Kalangan di Bogor
Salah satu kelebihan pendakian Gunung Kuta yang membedakannya dari banyak gunung lain adalah tersedianya beberapa warung di sepanjang jalur pendakian.
Warung pertama ditemukan sebelum area camping Bukit Wanapa, dengan fasilitas toilet dan sumber air.
Di sini tersedia berbagai minuman termasuk es kopi, minuman dingin, semangka, hingga mi instan. Area ini juga cukup ramai di akhir pekan karena banyak pendaki yang beristirahat sebelum melanjutkan tanjakan berikutnya.
Warung kedua berada di Bukit Cangkuang yang dilengkapi tempat duduk dan beberapa pohon peneduh.
Baca Juga: Curug Sentral 1 dan Curug Tilu Holipet: Hidden Gem di Kabandungan Sukabumi
Keberadaan dua warung di jalur pendakian ini sangat membantu, terutama bagi pendaki yang tidak membawa banyak air karena bisa mengisi ulang atau membeli minuman di sepanjang jalur.
Spot-Spot Menarik di Jalur Gunung Kuta
Area camping Bukit Wanapa berada tidak jauh setelah warung pertama dan menjadi pilihan ideal bagi yang ingin berkemah di Gunung Kuta.
Bagi yang berencana nge-camp, disarankan memulai pendakian setelah pukul 15.00 agar tidak kepanasan di perjalanan.
Baca Juga: Pasir Selembut Tepung, Air Sejernih Kristal: 5 Pantai Tercantik di Kepulauan Seribu
Dengan memulai tracking setelah Asar, area camping bisa dicapai dalam waktu sekitar setengah jam.
Bukit Cangkuang menawarkan pemandangan kawasan Sukamakmur yang cukup indah dengan latar belakang lembah hijau di sekitarnya.
Di sini juga terdapat percabangan jalur menuju Curug Mariuk bagi yang ingin melanjutkan perjalanan lintas menuju air terjun tersebut.
Pos 3 atau Lembah Puspa menjadi titik istirahat berikutnya sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak.
Baca Juga: Ini 5 Spot Snorkeling Terbaik di Kepulauan Seribu: Semakin ke Utara, Semakin Jernih
Dari sini jalur sempat turun sebelum melewati Bukit Bayangan yang menawarkan pemandangan lembah di sekitar Gunung Kuta yang sangat indah. Di sekitar Bukit Bayangan juga terdapat sebuah curug yang diduga merupakan hulu dari Curug Mariuk.
Puncak Gunung Kuta: 1.050 mdpl
Puncak Gunung Kuta berada di ketinggian 1.050 mdpl dengan area yang cukup kecil dan terbuka. Karena ukurannya yang relatif sempit, suasana di puncak bisa terasa kurang nyaman saat sangat ramai.
Dari puncak, tersedia dua sisi pemandangan yang berbeda. Sisi kanan menghadap ke arah Citeureup dan Sentul, sementara sisi kiri menghadap ke arah Sukamakmur dan Rawa Gede.
Baca Juga: Liburan Hemat dan Dekat, Leuwi Kunten: Hidden Gem Healing di Sentul Bogor
Waktu terbaik untuk menikmati puncak Gunung Kuta adalah di pagi hari saat sunrise.
Bagi yang bermalam di area camping Bukit Wanapa, summit attack pagi hari ke Puncak Gunung Kuta hanya membutuhkan waktu tambahan yang tidak terlalu lama dan akan menyajikan pemandangan matahari terbit yang sangat indah.
Tips Pendakian untuk Warga Bogor
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum mendaki Gunung Kuta. Pertama, datanglah pagi hari jika hanya day hike karena jalur Gunung Kuta cukup terbuka dan terasa sangat panas di siang hari, terutama di bagian perkebunan dan ladang.
Baca Juga: Tubing Valley Cheese and Farm Education Center, Wisata Edukasi Sekeluarga di Pamijahan Bogor
Kedua, meski di jalur tersedia warung, tetap bawa air minum yang cukup karena warung hanya buka saat akhir pekan.
Ketiga, gunakan topi atau penutup kepala karena jalur cukup terpapar sinar matahari langsung.
Keempat, bagi yang ingin sekaligus mengunjungi Curug Mariuk, siapkan biaya tambahan dan kondisi fisik yang lebih prima.
Kelima, simpan karcis tiket masuk dengan baik karena akan diperiksa di beberapa titik sepanjang jalur.
Baca Juga: Menjelajahi Jalur Pendakian Gunung Gajah, Spot Hidden Gem di Sukamakmur Bogor
Gunung Kuta Sukamakmur adalah pilihan pendakian yang ideal bagi warga Bogor yang ingin menikmati pengalaman mendaki gunung dengan jalur yang tidak terlalu berat, pemandangan perkebunan kopi yang hijau, serta fasilitas warung di jalur yang memudahkan perjalanan.
Dengan tiket yang terjangkau dan akses jalan yang sudah bagus, tidak ada alasan untuk menunda kunjungan ke salah satu ikon pendakian di kawasan Sukamakmur ini.***
Editor : Eli Kustiyawati