RADAR BOGOR – Jika sedang mencari aktivitas yang berbeda saat berada di Jakarta, workshop di Acaraki Kota Tua ini bisa menjadi pilihan.
Dalam satu sesi, peserta diajak mengenal budaya Indonesia lewat berbagai kegiatan interaktif, mulai dari meracik jamu hingga belajar aksara Jawa di Acaraki.
Dilansir dari unggahan Instagram @jkt.guide, berikut beberapa aktivitas yang bisa dicoba di Acaraki.
Meracik Jamu dengan Teknik Manual Brew
Peserta akan diajak meracik jamu menggunakan teknik manual brew dengan bahan utama kunyit dan asam.
Menariknya, jamu yang dibuat tidak hanya disajikan secara tradisional, tetapi juga dikreasikan menjadi dua varian, yaitu dipadukan dengan yoghurt dan soda.
Menonton Film Sejarah Wayang
Tak hanya praktik meracik jamu, peserta juga dapat menyaksikan film yang mengangkat sejarah dan budaya wayang sebagai bagian dari pengenalan warisan budaya Indonesia.
Baca Juga: Jadwal Pencairan PKH BPNT Tahap Ketiga 2026, Kapan Cairnya? Cek Prediksinya di Sini
Belajar Kaligrafi Aksara Jawa
Workshop ini juga menghadirkan sesi belajar menulis kaligrafi aksara Jawa. Selain mempraktikkan cara menulisnya, peserta akan dikenalkan pada sejarah dan filosofi di balik salah satu aksara tradisional Nusantara tersebut.
Ceremonial Matcha dari Daun Kelor
Salah satu aktivitas yang paling menarik adalah membuat ceremonial matcha menggunakan daun kelor atau yang dikenal dengan nama Moringacha.
Pengalaman ini menawarkan cara baru menikmati minuman yang terinspirasi dari ritual minum matcha dengan sentuhan bahan lokal Indonesia.
Workshop berlangsung di Acaraki Kota Tua, Jl. Pintu Besar Utara No.11, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, setiap hari Sabtu dengan dua pilihan sesi, yaitu pukul 09.00–12.00 WIB dan 14.00–17.00 WIB.
Biaya mengikuti workshop ini Rp150 ribu dan reservasi dapat dilakukan melalui tautan yang tersedia di bio Instagram resmi @acaraki.jamu.
Kegiatan ini cocok bagi yang ingin mengisi akhir pekan dengan pengalaman baru sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan budaya dan tradisi Indonesia melalui aktivitas yang edukatif dan interaktif. (Adinda/IBI Kesatuan)
Editor : Yosep Awaludin