Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Surga Tersembunyi di Cigudeg: Taklukan Jalur Ekstrem Demi Pesona Curug Rahong

Yosep Awaludin • Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:40 WIB
Curug Rahong yang terletak di Desa Kedaung. (Foto: instagram @mak_ubed 
Google maps pipih piandi, shine ardhania)
Curug Rahong yang terletak di Desa Kedaung. (Foto: instagram @mak_ubed  Google maps pipih piandi, shine ardhania)

RADAR BOGOR — Bagi Anda pencinta petualangan alam yang mendambakan kepuasan sejati, Kabupaten Bogor kembali memamerkan permata tersembunyinya.

Berada jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, Curug Rahong yang terletak di Kecamatan Cigudeg menawarkan sebuah paket wisata petualangan yang tak biasa.

Tempat ini mengkombinasikan anskap eksotis yang memanjakan mata dan rute trekking yang siap memompa adrenalin.

Dilansir dari Travelspromo, Daya tarik utama air terjun ini terletak pada arsitektur alamnya yang unik.

Berbeda dengan air terjun pada umumnya yang mengalir tegak lurus, Curug Rahong memiliki kontur tebing batu setinggi 15 meter yang cenderung cembung atau menonjol.

Aliran air jernih yang bersumber dari Sungai Cibodas ini terbagi menjadi beberapa tumpahan indah, menciptakan efek tempias air yang luas dan atmosfer sekitar yang luar biasa sejuk.

Baca Juga: Mercedes Benz Viano V350 Vito, MPV Mewah Anti-Mainstream

Di bawah tumpahan air, terdapat telaga alami dengan kedalaman yang sangat ideal.

Bagi wisatawan yang berjiwa bebas, kolam ini adalah tempat sempurna untuk berenang, menyelam, atau bahkan menguji nyali dengan melakukan cliff jumping (melompat dari tebing batu) setinggi 3 meter.

Sensasi Perjalanan Kontras yang Berkesan

Petualangan menuju lokasi yang berada di Kampung Kedaung, Desa Rengasjajar ini dimulai dengan pengalaman yang unik.

Jika berangkat dari arah Kota Bogor, Anda akan diajak membelah kawasan tambang pasir yang gersang dan penuh tantangan dengan truk-truk besarnya.

Jalur alternatif lain juga bisa diakses melalui Parung Panjang bagi pengunjung dari arah Tangerang.

Namun, rasa lelah di jalan dijamin langsung terbayar lunas begitu Anda memasuki kawasan pedesaan.

Pemandangan berubah drastis menjadi hamparan sawah yang hijau, perbukitan yang asri, serta aliran sungai berbatu yang jernih.

Di desa yang ramah inilah wisatawan dapat menitipkan kendaraannya di pekarangan rumah warga yang menyambut hangat kedatangan para pelancong.

Trekking Seru Menembus Hutan Alami
Dari titik pemberhentian kendaraan, petualangan sesungguhnya berjalan kaki dimulai.

Selama kurang lebih 30 menit, Anda akan diajak menyusuri jalur setapak tanah membelah hutan yang masih sangat alami.

Baca Juga: Dokumenter Michael Jackson: The Verdict Meledak di Netflix, tapi Tuai Kontroversi

Karena areanya yang masih menjadi habitat satwa liar seperti ular, petualangan ini menuntut kesiapan fisik dan alas kaki yang mumpuni, seperti sandal gunung atau sepatu olahraga.

Tak hanya hutan, keseruan bertambah saat Anda harus beberapa kali menyeberangi aliran sungai berhiaskan bebatuan eksotis.

Mengingat medannya yang menantang dan bebatuan yang bisa menjadi licin pasca-hujan, jalur ini memang didesain khusus untuk para petualang sejati dan kurang direkomendasikan untuk kalangan lansia maupun anak-anak.

Tips, Panduan Wisata, dan Catatan Penting

Untuk memastikan momen liburan Anda tetap seru dan berkesan, berikut beberapa informasi penting yang perlu disimak:

Jam Operasional dan Tiket: Wisata alam ini menyambut Anda setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. 

Harga tiket masuknya pun sangat bersahabat, hanya Rp10.000 per orang (di luar tarif parkir swadaya warga). Tempat ini biasanya menjadi destinasi favorit saat libur besar seperti Lebaran.

Waktu Terbaik untuk Foto: Bagi pencinta fotografi, disarankan tiba sebelum tengah hari.

Karena posisi air terjun yang tinggi, memotret saat matahari terlalu terik di siang hari akan memicu efek backlight yang mempersulit pencarian sudut gambar terbaik.

Fasilitas Swadaya: Pengelolaan tempat ini murni dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Fasilitas standar seperti toilet, kamar bilas, saung untuk melepas lelah, dan warung makan lokal bertarif terjangkau sudah tersedia di sekitar lokasi, meskipun petunjuk arah di sepanjang jalur trekking diakui masih sangat minim.

Baca Juga: Amerika Serikat Tak Perpanjang Masa Berlaku Perjanjian dengan Kanada - Meksiko

Catatan untuk Kenyamanan Bersama:
Sebagai destinasi yang sedang berkembang, Curug Rahong masih menghadapi tantangan dalam hal tata kelola.

Beberapa wisatawan terdahulu memberikan catatan terkait adanya pungutan swadaya yang berlapis di beberapa titik masuk, kebersihan yang perlu ditingkatkan, serta munculnya warung-warung di bibir air terjun yang sedikit mengurangi estetika alami.

Meski masih memerlukan sentuhan pembenahan dan perhatian lebih dari pemerintah daerah agar potensinya maksimal, pesona magis Curug Rahong  tetap menjadi magnet kuat yang sangat layak ditaklukkan oleh para pencinta alam sejati. (Renno/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
#curug rahong #Cigudeg #bogor