RADAR BOGOR - Warga Bogor pencinta wisata alam pasti tertarik dengan destinasi tersembunyi satu ini.
Curug Naga Biru menjadi salah satu wisata alam air terjun tertinggi di kawasan Sukamakmur, Bogor, yang bisa diakses melalui jalur pendakian Gunung Pasir Ipis.
Kawasan ini masih tergolong baru dibuka untuk umum, sehingga suasananya masih sangat alami dan wisata alam ini belum terlalu ramai dikunjungi wisatawan.
Baca Juga: Pantai Karang Gantungan Sukabumi, Pesona Batu Karang Mirip Tanah Lot Bali
Lokasi dan Akses Menuju Gunung Pasir Ipis
Gunung Pasir Ipis berada di kawasan Warga Jaya, Sukamakmur, Bogor, tidak jauh dari lokasi wisata Curug Ciherang dan Curug Cipamingkis.
Untuk memudahkan perjalanan, lokasi ini bisa langsung dicari melalui aplikasi peta digital dengan mengetik "Gunung Pasir Ipis".
Bagi warga Bogor maupun wisatawan dari Jakarta dan Depok, rute yang biasa dilalui adalah melalui Citeureup menuju Sukamakmur.
Baca Juga: Pendakian Puncak Kayangan dan Curug Sejoli, Rekomendasi Wisata Alam Akhir Pekan
Perlu diperhatikan, kondisi jalan di sepanjang rute ini sebagian masih dalam tahap perbaikan, terutama di area Citeureup yang banyak berlubang.
Sementara di kawasan Sukamakmur sendiri, sebagian jalan sudah diperbaiki meski masih ada titik-titik yang cukup rusak, khususnya di dekat area pembangunan kavling.
Saat musim hujan, jalur ini perlu dilalui dengan ekstra hati-hati karena kondisi tanah berpasir merah yang licin dan berisiko membuat ban kendaraan tergelincir.
Basecamp Gunung Pasir Ipis berada tidak jauh setelah tanjakan 2000, tepatnya di sebelah kanan jalan setelah melewati pertigaan menuju Curug Ciherang.
Baca Juga: Villa Aminara Puncak, Rekomendasi Penginapan Keluarga dengan Akses Mudah dan Fasilitas Lengkap
Registrasi dan Tiket Masuk
Sesampainya di basecamp, wisatawan wajib melakukan registrasi terlebih dahulu. Biaya tracking menuju Curug Naga Biru dikenakan sebesar Rp25.000 per orang, sementara biaya parkir motor sebesar Rp10.000.
Dengan tarif tersebut, wisatawan sudah bisa menikmati dua puncak sekaligus, yaitu Puncak Awan dan Puncak Gunung Pasir Ipis, serta dua air terjun, yaitu Curug Sawer dan Curug Naga Biru.
Dua Pilihan Jalur Pendakian
Terdapat dua jalur yang bisa dipilih dari basecamp. Jalur sebelah kiri mengarah ke Gunung Pasir Ipis, sementara jalur sebelah kanan langsung menuju Curug Naga Biru tanpa harus melewati puncak terlebih dahulu.
Ketinggian basecamp berada di sekitar 1.010 mdpl, sedangkan Puncak Awan berada di ketinggian sekitar 1.350 mdpl.
Perjalanan Menuju Curug Naga Biru
Perjalanan menuju Curug Naga Biru melewati beberapa pos peristirahatan dengan jalur yang cukup menantang, terutama saat musim hujan karena kondisi tanah menjadi licin dan berlumpur.
Baca Juga: Curug Cikaso, Wisata Alam Air Terjun Eksotis di Sukabumi yang Cocok untuk Liburan
- Pos 1: dicapai sekitar 10 menit dari basecamp.
- Pos 2: dicapai sekitar 40 menit dari basecamp, dilengkapi shelter di bawah pohon untuk beristirahat. Di titik ini juga terdapat rumah pohon yang menjadi spot foto menarik, meskipun tidak disarankan untuk dijadikan tempat istirahat karena kondisinya cukup berisiko.
- Pos 3: dicapai sekitar 1 jam dari basecamp, terdapat pertigaan menuju Curug Sawer dan Curug Naga Biru di satu arah, serta menuju Puncak Awan dan Puncak Gunung Pasir Ipis di arah lainnya.
Di sepanjang jalur, wisatawan juga akan melewati sumber mata air yang airnya jernih dan segar untuk diminum langsung.
Baca Juga: Kopi Tepian Sentul, Wisata Santai Pinggir Sungai yang Cocok untuk Liburan Sekolah
Curug Sawer, Air Terjun Pertama di Jalur Pendakian
Sebelum sampai ke Curug Naga Biru, wisatawan akan melewati Curug Sawer, sebuah air terjun dengan debit air yang tergolong tipis, jatuh di sisi tebing. Titik ini biasanya dicapai sekitar 1 jam 10 menit perjalanan dari basecamp.
Sampai di Curug Naga Biru
Setelah melewati area yang dikenal dengan sebutan "tikungan 15" karena memiliki belokan tajam berulang, wisatawan akhirnya akan tiba di Curug Naga Biru. Jarak total dari basecamp hingga curug ini sekitar 3 kilometer jika tidak mampir ke puncak terlebih dahulu.
Baca Juga: Bayar 1 Tiket Bisa ke 4 Curug di Pamijahan, Jadi Wisata Alam Favorit Warga Jabodetabek
Terdapat dua jalur turun menuju air terjun ini. Jalur pertama merupakan jalur lama yang cukup ekstrem, berupa tangga curam yang dilengkapi tali dan disarankan menggunakan helm pengaman, sehingga sangat tidak disarankan bagi yang tidak berani atau takut ketinggian.
Jalur kedua merupakan jalur baru yang sedikit lebih aman meski tetap curam, menggunakan pijakan kayu sebagai alternatif turun menuju air terjun.
Curug Naga Biru sendiri memiliki ketinggian yang cukup mengesankan, dengan pemandangan air terjun yang jatuh dari ketinggian dan dikelilingi tebing curam khas kawasan pegunungan.
Tips Berkunjung
Baca Juga: Pantai Sodong, Hidden Gem di Sukabumi, Liburan Rasa di Pantai Pribadi
Gunakan alas kaki yang mencengkeram baik, terutama saat musim hujan karena jalur cenderung licin dan berlumpur.
Siapkan fisik yang prima karena jalur menuju curug ini melewati tanjakan dan turunan yang cukup menguras tenaga, bahkan disebut lebih berat dibanding jalur menuju puncak.
Perhatikan kondisi cuaca sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak, karena kabut tebal dan hujan bisa menghambat pendakian.
Bagi yang tidak berani melewati jalur ekstrem menuju air terjun, pilih jalur alternatif yang lebih aman meski jaraknya sedikit lebih jauh.***
Editor : Eli Kustiyawati