RADAR BOGOR - Goa Sunyaragi atau Taman Sari Sunyaragi, merupakan salah satu situs bersejarah Kota Cirebon.
Dilansir dari laman detikjabar, Goa Sunyaragi dahulu digunakan menjadi tempat para sultan bermeditasi.
Selain itu, Goa Sunyaragi ini biasa dijadikan para anggota kerajaan Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai tempat untuk mengatur taktik untuk melawan para penjajah Belanda.
Goa Sunyaragi kini telah berumur ratusan tahun, namun masih kokoh berdiri hingga dijadikan sebagai destinasi wisata sejarah.
Pada destinasi wisata ini, Pengunjung bisa belajar tentang sejarah dari gua ini hingga berfoto dengan Goa Sunyaragi sebagai latar belakang.
Para putra-putri Keraton Cirebon biasa menggunakan gua tersebut sebagai tempat bermain mereka.
Baca Juga: Pelatih Mesir Murka Usai Timnya Kalah, Tuding FIFA Lindungi Lionel Messi
Selain itu terdapat kolam air di dalam kompleksnya Gua yang difungsikan untuk mendinginkan ruangan di dalam gua.
Di dalam Goa Sunyaragi, pengunjung bisa melihat kamar-kamar yang berukuran kecil mirip ruangan bawah tanah yang merupakan tempat ibadah.
Selain menyimpan bangunan-bangunan bersejarah, Goa Sunyaragi juga menyimpan sebuah mitos.
Ada salah satu mitos yang terus diturunkan dari mulut ke mulut terkait goa ini. Salah satu mitosnya adalah tentang Patung Perawan Sunti, jika menyentuh patung tersebut maka akan sulit mendapatkan jodoh.
Harga Tiket Masuk dan Wahana
Goa Sunyaragi tidak sebatas sebagai destinasi sejarah saja, melainkan memiliki beberapa wahana yang bisa dimainkan oleh para pengunjung, mulai dari Balon Udara, Sepeda Terbang, Ayunan Terbang, bahkan hingga Panahan.
Destinasi ini juga memiliki harga tiket masuk yang beragam dan masih bersahabat dengan dompet, sebagai berikut:
- Tarif parkir motor: Rp2.000
- Tarif parkir mobil: Rp5.000
- Kawasan situs Gua Sunyaragi (weekdays & weekend): Rp10.000
- Balon Udara: Rp30.000
- Sepeda Terbang: Rp10.000
- Ayunan Terbang: Rp10.000
- Panahan: Rp20.000
Destinasi ini tidak sebatas memberikan edukasi dari sejarah, bermain wahana, bahkan berfoto, menjadikan destinasi ini layak untuk dikunjungi bersama sahabat atau keluarga. (Angga/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin