RADAR BOGOR - Kabupaten Tasikmalaya, seakan tidak pernah kehabisan cara untuk memikat hati para pecinta wisata alam.
Salah satu destinasi alam yang kini tengah naik daun dan menjadi primadona baru adalah Curug Badak.
Tersembunyi di kawasan Kampung Setiamulya, Desa Sukasetia, Kecamatan Cisayong, objek wisata Curug Badak ini menyuguhkan perpaduan sempurna antara petualangan alam yang liar dengan pengelolaan modern yang kreatif.
Dikelilingi oleh rimbunnya hutan pinus yang asri, destinasi ini menawarkan pelarian sempurna bagi siapa saja yang ingin melepas penat dan menghirup udara pegunungan yang murni.
Keunikan Curug yang Memikat
Berdasarkan laman TravelsPromo, Curug Badak bukanlah sekadar air terjun biasa, melainkan sepasang air terjun yang mengalir megah di kawasan lereng Gunung Talaga Bodas.
Penamaan unik Badak pada air terjun setinggi 40 meter ini berasal dari keberadaan sebuah batu lonjong yang berdiri kokoh di tengah-tengah aliran air.
Baca Juga: Prancis vs Maroko Perempat Final PIala Dunia 2026, Waspada Kecepatan Lini Depan
Ketika debit air sedang tinggi, batu tersebut tampak menyembul ke permukaan di antara derasnya hempasan air, sepintas menyerupai cula seekor badak.
Fenomena visual yang unik inilah yang membedakannya dari curug-curug lain dan berhasil memancing rasa penasaran para pengunjung.
Hal lain yang membuat destinasi ini begitu istimewa adalah kandungan airnya yang kaya akan belerang, sebuah karakteristik alami karena bersumber langsung dari Gunung Talaga Bodas.
Di sekitar lokasi jatuhnya air, para pengunjung dapat melihat batuan alam yang berubah warna menjadi kuning kecokelatan serta menghirup aroma khas belerang yang cukup menyengat.
Sebagian besar warga setempat meyakini bahwa kandungan belerang alami pada aliran air terjun ini berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit, sehingga banyak wisatawan yang memanfaatkannya untuk sekadar membasuh diri.
Keseruan Bermain Air di Curug Batu Hanoman
Hanya berjarak sekitar 25 meter dari titik utama Curug Badak, wisatawan juga bisa langsung menyambangi air terjun pendamping yang bernama Curug Batu Hanoman.
Berbeda dengan tetangganya yang jatuh secara vertikal dari tebing tinggi, Curug Hanoman memiliki kontur yang jauh lebih landai menyerupai sungai berarus deras yang berundak-undak.
Jika diperhatikan dari kejauhan, formasi busa putih yang dihasilkan oleh aliran air deras di atas bebatuan ini tampak meliuk-liuk menyerupai ekor kera putih, yang menjadi dasar penamaan tokoh pewayangan "Hanoman."
Kawasan di sekitar Curug Batu Hanoman cenderung menjadi spot favorit bagi para pengunjung yang membawa keluarga atau anak-anak untuk bermain air secara lebih leluasa.
Kondisi kolam alaminya yang lebih dangkal dan areanya yang lebih luas memberikan rasa aman ekstra bagi wisatawan yang ingin merendam kaki atau merasakan kesegaran air pegunungan secara langsung.
Baca Juga: Penggeledahan Rumah Mewah di Sentul Bogor, Polisi Sita Emas 74 Kg dan Valas Ratusan Miliar
Pengelolaan lingkungan yang bersih di sekitar kedua curug ini membuat aktivitas bermain air menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan dan menyegarkan tubuh kembali.
Menikmati Sensasi Ngopi Kekinian
Selain menawarkan keindahan hidrologis yang memukau, pengelola kawasan Curug Badak juga sukses menyulap area hutan pinus di sekitarnya menjadi destinasi yang sangat diminati generasi muda.
Sepanjang jalur trekking, berjajar rapi berbagai spot fotogenik yang kreatif, mulai dari terowongan bunga yang cantik, dermaga pandang di ketinggian, hingga barisan hammock berwarna-warni yang menggantung estetis di antara pepohonan pinus.
Wisatawan dapat menyewa berbagai fasilitas yang tersedia, seperti hammock untuk berayun santai, menikmati semilir angin sejuk, atau sekadar berfoto dengan latar belakang hutan yang rimbun.
Setelah puas menjelajah dan berburu foto, para pengunjung tidak perlu khawatir kelaparan.
Karena kawasan ini telah dilengkapi dengan deretan kios makanan tradisional yang menyajikan menu hangat seperti mi instan hingga nasi liwet komplit.
Tak hanya itu, di bagian bukit atas juga terdapat kedai kopi populer bernama Kopisarasa yang mengusung konsep tempat nongkrong kekinian di alam terbuka.
Baca Juga: Betonisasi di Cirimekar Bogor Rampung, Infrastruktur Lingkungan Makin Nyaman
Menikmati secangkir kopi hangat di tengah kabut tipis dan kesejukan hutan pinus menjadikan momen liburan terasa semakin berkesan dan enggan untuk cepat usai.
Bagi Anda yang sudah tidak sabar ingin merencanakan petualangan ke destinasi ini, destinasi ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB dan tutup pada pukul 17.00 WIB.
Tiket masuknya pun dipatok dengan harga yang sangat ekonomis, yakni hanya sebesar Rp10.000 saja per orang. (Angga/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin