RADAR BOGOR - Kabupaten Majalengka di Jawa Barat kini semakin dilirik oleh para pencinta wisata alam berkat kehadiran Terasering Panyaweuyan.
Terletak di Desa Sukasari Kidul, Kecamatan Argapura, Terasering Panyaweuyan menyuguhkan pemandangan spektakuler berupa bentangan perbukitan yang dipahat rapi membentuk sengkedan.
Sejauh mata memandang, pengunjung Terasering Panyaweuyan akan dimanjakan hamparan perkebunan sayur dan buah nan hijau dan segar yang mengikuti lekuk alami perbukitan.
Menciptakan pemandangan indah yang menyejukkan pikiran dari lelahnya rutinitas perkotaan.
Berdasarkan laman resmi TravelsPromo, destinasi wisata eksotis ini berada di kawasan kaki Gunung Ciremai dengan titik tertinggi mencapai sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Berkat lokasinya yang tinggi, kawasan Terasering Panyaweuyan menawarkan udara yang sangat sejuk, bersih, dan menyegarkan.
Baca Juga: Warga Sebut Rumah yang Digeledah Polisi di Sentul Bogor Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
Pada waktu-waktu tertentu, gumpalan kabut tipis akan turun menyelimuti perbukitan, menghadirkan suasana syahdu berlatar pegunungan megah yang membuat tempat ini terasa seperti negeri di atas awan.
Mampu Menyaingi Keindahan Terasering di Bali
Laman TravelsPromo menuliskan tempat ini sebagai saingan dari keindahan terasering yang ada di Tabanan, Bali.
Namun, daya tarik utama yang membedakan Terasering Panyaweuyan adalah tanan-tanaman yang ditanam di atasnya, yang bukan merupakan tanaman padi melainkan aneka tanaman sayur dan buah.
Kombinasi kontur tanah miring yang digarap dengan kearifan lokal masyarakat setempat sukses menghasilkan mahakarya visual yang sangat memikat mata dunia luar.
Sengkedan-sengkedan rapi di perbukitan ini sejatinya merupakan lahan pertanian aktif milik warga setempat yang ditanami berbagai jenis sayuran, mulai dari daun bawang, tomat, cabai, hingga terong.
Saran dan Tips Mengunjungi Terasering Panyaweuyan
Agar bisa menikmati panorama hamparan hijau yang tumbuh merata dan sempurna, wisatawan disarankan datang menjelang masa panen, salah satunya di sekitar pertengahan bulan Januari.
Di momen tersebut, seluruh bukit akan tertutup warna hijau sebelum para petani memulai masa panen mereka.
Mengingat area ini merupakan ladang produktif yang menjadi sumber mata pencaharian warga, pengunjung diwajibkan untuk menjaga sikap dan dilarang keras merusak atau memetik tanaman secara sembarangan.
Wisatawan telah disediakan jalur berjalan kaki berupa jalan setapak dengan pagar pengaman di sisi kanan dan kirinya agar dapat menjelajah dengan aman tanpa mengganggu tanaman.
Jika ingin membawa pulang sayuran segar, pengunjung bisa membelinya secara langsung dari para petani lokal di sekitar lokasi dengan harga yang sangat terjangkau.
Baca Juga: Bangga Berdarah Ambon, Niki Becker Bawakan Identitas Indonesia Timur di Pesta Timuran Jaksel
Fasilitas dan Harga Tiket Masuk
Bagi para pencinta fotografi dan pemburu konten keindahan alam, Terasering Panyaweuyan menyediakan berbagai fasilitas pendukung yang ciamik, seperti gardu pandang di puncak bukit dan tangga warna-warni yang estetik.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat pagi hari dan sore hari demi mendapatkan pencahayaan alami yang dramatis.
Semua panorama alam ini juga didukung dengan fasilitas mendasar yang memadai, termasuk area parkir, toilet, serta deretan warung makanan dan minuman.
Menariknya, keindahan alam kelas dunia ini bisa dinikmati tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.
Sebab tiket masuknya hanya dibanderol seharga Rp5.000 per orang, bagi yang membawa motor Anda hanya perlu menambah Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Dengan harga tiket yang murah tersebut Anda sudah bisa berfoto sepuasnya dan melihat teknik berkebun dan bercocok tanam.
Bagi Anda yang tertarik untuk menikmati keindahan alam, Terasering Panyaweuyan menjadi destinasi yang wajib anda kunjungi. (Angga/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin