RADAR BOGOR – Berlibur kini tidak hanya identik dengan wahana permainan. Di Jbound Geo Edu Park Bogor, pengunjung juga dapat belajar tentang sains, lingkungan, pertanian, hingga geologi melalui berbagai aktivitas yang dikemas secara interaktif di alam terbuka.
Berada di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, di kaki Gunung Salak, Jbound Geo Edu Park mengusung konsep wisata yang memadukan rekreasi, outbound, dan pembelajaran luar ruang.
Dengan latar pegunungan dan udara yang sejuk, kawasan Jbound Geo Edu Park ini menawarkan pengalaman berwisata yang menggabungkan petualangan, edukasi, dan wisata alam dalam satu lokasi.
Pengelola Jbound Geo Edu Park Bogor, Nasar Sarkis, mengatakan destinasinya terus menghadirkan inovasi untuk menambah pengalaman wisata pengunjung.
Salah satunya melalui wahana baru Jbound Aquapark yang mulai beroperasi bulan ini.
"Untuk Jbound Geo Edu Park Bogor, kami baru meluncurkan wahana baru, yaitu Jbound Aquapark," ujarnya.
Baca Juga: Menjelajahi Terasering Panyaweuyan, Pesona Hijau Bali di Kaki Gunung Ciremai
Menurut Nasar, wahana Aquapark langsung menjadi salah satu favorit pengunjung bersama rainbow slide dan flying fox.
Aquapark lebih banyak dinikmati anak-anak, sedangkan orang tua umumnya menunggu dan mengawasi dari area sekitar wahana.
Selain menghadirkan wahana rekreasi, Jbound sejak sekitar satu bulan terakhir juga menjalankan program Science and Green Education.
Program ini mengajak pengunjung mengenal proses pengolahan limbah organik menggunakan maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF).
"Di sana kami ajarkan bagaimana mengolah limbah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat. Limbah organik diurai oleh maggot, yang setelah dewasa dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ayam, ternak, maupun ikan," kata Nasar.
Aktivitas edukasi lainnya mengajak pengunjung merasakan pengalaman bertani, mulai dari menanam padi dan kangkung hingga memanen hasilnya.
Sayuran yang dipanen kemudian dimanfaatkan sebagai pakan satwa di area mini zoo sehingga anak-anak dapat melihat langsung siklus pemanfaatan hasil pertanian.
Kondisi geologi kawasan juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Pengunjung dikenalkan pada sumber air panas alami yang mengandung belerang sehingga menghasilkan warna air kekuningan.
Menurut Nasar, kandungan tersebut dikenal memiliki manfaat untuk terapi kesehatan dan perawatan kulit, sekaligus menjadi sarana mengenalkan fenomena alam kepada pengunjung.
Salah seorang pengunjung, Rina, menilai Jbound cocok menjadi destinasi wisata keluarga karena memadukan hiburan dan pembelajaran dalam satu kawasan.
Baca Juga: Ahli Kunci Ungkap Detik-Detik Membuka Brankas Rumah di Sentul Bogor yang Digeledah Polisi
"Anak-anak yang saya ajak sangat senang menikmati berbagai wahana yang ada di sini. Pemandangan Gunung Salak juga menjadi nilai tambah," katanya.
Hal senada disampaikan Abu Hasan, wisatawan asal Banten. Ia menilai berbagai aktivitas yang ditawarkan menarik untuk dinikmati bersama keluarga dengan harga tiket yang masih terjangkau.
Untuk kunjungan reguler, tiket masuk dibanderol Rp25 ribu pada hari kerja dan Rp35 ribu saat akhir pekan.
Sementara untuk program edukasi, setiap rombongan terdiri atas minimal 30 peserta dengan sistem rotasi agar seluruh kelompok dapat mengikuti setiap aktivitas tanpa terjadi penumpukan pengunjung.
Jbound Geo Edu Park buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dan mampu menampung hingga sekitar 2.000 pengunjung dalam sehari.
Ke depan, Jbound juga akan menambah pilihan aktivitas petualangan melalui wahana Arung Lembah atau Hills Rafting.
Wahana tersebut akan memanfaatkan aliran sungai sejauh sekitar lima kilometer dari kawasan Jbound menuju pemandian air dingin. (uma)
Editor : Yosep Awaludin