RADAR BOGOR – Kota Semarang terus menghadirkan inovasi untuk memperkaya sektor pariwisata. Salah satu destinasi yang kini semakin menarik perhatian wisatawan adalah Lawang Sewu.
Bangunan bersejarah yang kini dilengkapi dengan Wahana Immersive Lawang Sewu itu, merupakan sebuah atraksi edukatif berbasis teknologi visual yang menghadirkan pengalaman menjelajahi sejarah secara lebih interaktif.
Informasi yang dihimpun dari kanal YouTube Khansas Diary, Wahana Immersive Lawang Sewu menawarkan konsep wisata sejarah yang memadukan teknologi multimedia dengan kisah perkembangan perkeretaapian di Indonesia, sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung.
Menyaksikan Sejarah Lewat Teknologi Imersif
Daya tarik utama wahana ini terletak pada ruang teater imersif yang dirancang menggunakan layar berukuran besar dengan dukungan tata suara berkualitas.
Di dalam ruangan tersebut, pengunjung diajak menyaksikan perjalanan sejarah perkeretaapian Indonesia melalui tayangan visual yang dikemas secara atraktif sehingga memberikan sensasi seolah-olah berada langsung di dalam cerita.
Untuk menjaga kualitas pengalaman menonton, pihak pengelola menerapkan pembatasan kapasitas serta durasi kunjungan di dalam ruang imersif agar setiap sesi berlangsung nyaman dan tertib.
Baca Juga: Mitsubishi Xpander Cross vs Destinator Ultimate, Mana yang Paling Layak Dibeli?
Lokasi Lawang Sewu dan Harga Tiket Masuk
Lawang Sewu berada di Jalan Pemuda, Kota Semarang, salah satu kawasan strategis yang mudah dijangkau wisatawan.
Bagi pengunjung yang ingin menikmati bangunan bersejarah sekaligus wahana imersif, tersedia tiket terusan dengan rincian sebagai berikut:
- Tiket anak-anak: Rp15.000
- Tiket dewasa: Rp25.000
- Wisatawan mancanegara: Rp35.000
Dengan tiket tersebut, pengunjung dapat menjelajahi area utama Lawang Sewu sekaligus menikmati pengalaman di Wahana Immersive Lawang Sewu.
Sejarah Lawang Sewu
Hadirnya wahana imersif semakin memperkuat fungsi Lawang Sewu sebagai destinasi wisata edukasi di Kota Semarang.
Bangunan ikonik ini merupakan peninggalan era kolonial Belanda yang dirancang oleh arsitek Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B. Oetelaar sebagai kantor pusat perusahaan kereta api swasta Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Proses pembangunannya dimulai pada tahun 1904.
Nama Lawang Sewu, yang dalam bahasa Jawa berarti "seribu pintu", diberikan masyarakat karena bangunan tersebut memiliki banyak pintu dan jendela berukuran besar yang berfungsi sebagai sistem sirkulasi udara alami.
Kini, perpaduan arsitektur kolonial yang megah dengan teknologi proyeksi digital modern menjadikan Lawang Sewu sebagai salah satu destinasi wisata sejarah yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
Baca Juga: Kasus Korupsi RSUD Bogor Utara Masuk Tiga Klaster, Kejari Pastikan Akan Ada Tersangka Baru
Tips Berkunjung ke Wahana Immersive Lawang Sewu
Agar kunjungan lebih nyaman dan maksimal, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Gunakan pakaian serta alas kaki yang nyaman karena area kompleks Lawang Sewu cukup luas dan sebagian besar dijelajahi dengan berjalan kaki.
- Datang lebih pagi untuk menghindari antrean, mengingat kapasitas pengunjung di ruang imersif dibatasi pada setiap sesi pertunjukan.
- Luangkan waktu lebih lama agar dapat menikmati seluruh area bersejarah sekaligus mengikuti pertunjukan multimedia tanpa terburu-buru.
Dengan hadirnya Wahana Immersive Lawang Sewu, destinasi wisata legendaris di Kota Semarang ini menawarkan pengalaman baru yang memadukan nilai sejarah, edukasi, dan teknologi modern.
Tempat ini menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan sekaligus mengenal lebih dekat sejarah perkembangan perkeretaapian di Indonesia. (Renno/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin