RADAR BOGOR – Mendaki gunung tak selalu identik dengan jalur ekstrem dan tanjakan yang menguras tenaga. Bagi pendaki pemula, pengalaman mendaki dengan medan relatif bersahabat, Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat, bisa menjadi pilihan menarik.
Rekomendasi tersebut turut dibagikan melalui unggahan TikTok kreator konten @tatazda. Dalam ulasannya, terdapat sejumlah alasan yang membuat Gunung Papandayan Garut cukup populer di kalangan pendaki pemula, termasuk perempuan.
Salah satu daya tarik utama Gunung Papandayan Garut adalah panorama alam yang indah di sepanjang perjalanan.
Baca Juga: 10 Transaksi Terpantau! Begini Pergerakan Bansos BPNT Tahap 3 Hari Ini
Pendaki bisa menemukan berbagai lokasi menarik untuk berfoto, mulai dari Danau Kawah dengan air berwarna hijau toska, kawasan Hutan Mati, area perkemahan Pondok Saladah, hingga Taman Edelweis dan Taman Orchid.
Dari sisi medan, jalur Papandayan juga relatif bersahabat dibandingkan sejumlah gunung lain di Jawa Barat.
Trek yang cenderung landai dan minim tanjakan ekstrem membuat perjalanan lebih memungkinkan bagi pendaki yang baru mulai menekuni aktivitas tersebut.
Bagi pengunjung yang ingin menghemat tenaga, tersedia pula layanan ojek dari basecamp menuju Pos 7 dengan tarif sekitar Rp70 ribu.
Baca Juga: Beredar Isu Soal OTT KPK, Pemkab Bogor Hormati Keputusan KPK
Meski demikian, pendaki tetap perlu berhati-hati di beberapa bagian jalur, terutama ketika melewati aliran air dan tangga berbatu dari Pos 7 menuju kawasan Hutan Mati.
Perjalanan dari titik tersebut menuju Hutan Mati membutuhkan waktu sekitar 20 menit.
Fasilitas Lengkap hingga Area Camping
Selain jalur yang relatif ramah, Gunung Papandayan juga menawarkan fasilitas yang cukup lengkap. Sejumlah pos dilengkapi warung, toilet, hingga musala sehingga pendaki tidak terlalu kesulitan memenuhi kebutuhan selama perjalanan.
Baca Juga: DPMPTSP Kabupaten Bogor Raih Public Service Award Jabar 2026, Bawa Inovasi Pelayanan ke Era AI
Di area camping Pondok Saladah, pengunjung bahkan masih dapat menemukan pilihan makanan dan minuman. Salah satunya bakso aci hangat yang dibanderol sekitar Rp15 ribu.
Untuk tiket masuk wisatawan nusantara ke kawasan TWA Gunung Papandayan, tarifnya sekitar Rp20 ribu per orang pada hari kerja dan Rp30 ribu saat akhir pekan. Sementara biaya berkemah berada di kisaran Rp35 ribu per orang.
Pengunjung yang membawa kendaraan pribadi juga dikenakan tarif masuk kendaraan. Untuk sepeda motor sekitar Rp12 ribu pada hari biasa dan mobil sekitar Rp25 ribu.
Saat akhir pekan, tarif kendaraan dapat berada di kisaran Rp14.500–Rp17 ribu untuk sepeda motor dan Rp30 ribu–Rp35 ribu untuk mobil.
Baca Juga: Soal Beredar Isu OTT Pejabat Pemkab Bogor, Begini Penjelasan KPK
Besaran tarif parkir juga dapat menyesuaikan durasi kunjungan, baik untuk wisata sehari maupun camping.
Tak hanya menikmati jalur pendakian, pengunjung juga dapat mencoba fasilitas kolam rendam air panas alami di sekitar basecamp dengan tiket terusan sekitar Rp20 ribu–Rp25 ribu per orang.
Dengan kombinasi medan yang relatif bersahabat, fasilitas memadai, serta panorama alam yang beragam, Gunung Papandayan bisa menjadi pilihan bagi pemula yang ingin mulai mengenal aktivitas pendakian.
Meski demikian, persiapan fisik, perlengkapan yang sesuai, pengecekan cuaca, dan mengikuti aturan pengelola tetap menjadi hal penting sebelum berangkat. (Rana/Tazkia)
Editor : Rani Puspitasari Sinaga