RADAR BOGOR - Buat kalian yang lagi cari destinasi air terjun dengan warna air yang cantik, wajib banget masukin Curug Pasir Reungit ke dalam daftar kunjungan.
Curug ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, tepatnya di Jalan Raya Gunung Salak Endah, Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Curug Pasir Reungit bisa menjadi salah satu tujuan untuk mengisi waktu liburan akhir pekan.
Baca Juga: Hutan Kota Deltamas, Healing Gratis di Bawah Rindangnya Pohon Pinus Cikarang
Rute Menuju Curug Pasir Reungit
Perjalanan menuju Curug Pasir Reungit bisa dimulai dari Alfamart di pertigaan Jalan Raya Ciapus.
Jika lurus, jalan tersebut akan menuju Jalan Raya Gunung Bunder. Namun, ambil arah ke kanan menuju Bukit Bena melewati Jalan Dasuki Bakri.
Dari sini, lurus terus hingga menemukan pertigaan, lalu ambil arah kiri menuju Jalan Pamijahan atau ke arah kantor Kecamatan Pamijahan.
Baca Juga: Staycation di Villa Nesya Dinesky, Vila Luas dan Lengkap untuk Liburan Keluarga Besar
Perjalanan akan melewati Desa Gunung Picung, dengan patokan SDN Gunung Picung 04 di sisi jalan.
Di sepanjang rute ini, Warga Bogor juga akan disuguhi pemandangan hamparan sawah hijau yang menyegarkan mata.
Selanjutnya akan ada pertigaan lagi, di mana arah kanan menuju kopi tubing, sementara jalur lurus menuju warung kopi stroberi.
Baca Juga: Pameran Kiswah dan Replika Peninggalan Rasulullah Warnai Peringatan Maulid Nabi di SESI The Jungle
Bagi yang ingin lewat jalur belakang agar lebih dekat ke lokasi curug, bisa mencari titik "Kedai Mohai" di Google Maps, karena lokasinya berada persis dekat gerbang belakang kawasan.
Sebelum melanjutkan perjalanan, pastikan kondisi kendaraan sudah diperiksa dengan baik, karena rute selanjutnya akan melewati tanjakan yang cukup panjang dan tinggi.
Sepanjang perjalanan, pemandangan alam di sekitar cukup indah, apalagi saat cuaca cerah.
Rute juga akan melewati kawasan bertuliskan Lokapurna dengan dua patung macan di sisi jalan, serta deretan warung wisata dan penginapan yang cukup banyak tersedia.
Baca Juga: Pameran Kiswah dan Replika Peninggalan Rasulullah Warnai Peringatan Maulid Nabi di SESI The Jungle
Gerbang Utama Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Tidak lama setelah itu, perjalanan akan sampai di gerbang utama Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang berada di bagian belakang kawasan.
Untuk memasuki area ini, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp20.000 per orang.
Setelah melewati gerbang, jalan masih terbilang cukup bagus, meski di beberapa titik ke depan terdapat jalan berlubang dan sedikit rusak.
Baca Juga: Taman Wisata Pasir Putih Depok, Liburan Keluarga Seru Tanpa Harus Keluar Jabodetabek
Disarankan untuk tidak berkendara terlalu kencang karena banyak lubang yang tidak terlalu terlihat.
Di sepanjang rute ini, terdapat pula beberapa destinasi wisata alam lain yang bisa disinggahi, seperti Telaga Cawene yang berada tidak jauh dari Curug Cigamea.
Ada pula beberapa gerbang menuju Curug Cigamea yang berjejer di sepanjang jalan, lengkap dengan area parkir yang cukup luas.
Perjalanan akan melewati tanjakan cukup tinggi, kemudian turunan, hingga melewati destinasi wisata alam lain seperti Curug Kondang atau Curug Ngumpet yang biasanya cukup ramai pengunjung.
Baca Juga: Curug Naga Bogor: Sensasi River Trekking dan Body Rafting di Tengah Hutan Megamendung
Setelah melewati jembatan dan tanjakan berikutnya, barulah rute akan memasuki area wisata Curug Pasir Reungit.
Ada persimpangan di mana jalur lurus menuju Curug Pangeran, sementara arah kiri menuju Curug Pasir Reungit sesuai petunjuk arah yang tersedia.
Setelah memasuki gapura Curug Pasir Reungit, pengunjung akan menghadapi turunan yang cukup terjal, sehingga penting untuk tetap berhati-hati dan tidak terburu-buru.
Tiket Masuk dan Fasilitas
Baca Juga: Menelusuri Wana Wisata Gunung Puntang, Perpaduan Sejarah dan Pesona Hutan Pinus
Sesampainya di area parkir Curug Pasir Reungit dan Curug Goa Lumut, pengunjung masih perlu membeli tiket masuk lagi di loket utama Curug Pasir Reungit, dengan harga sekitar Rp12.000 per orang, sudah termasuk biaya tiket masuk tambahan.
Fasilitas yang tersedia di kawasan ini meliputi toilet dengan biaya sekitar Rp3.000, saung untuk beristirahat, serta warung wisata yang menjual makanan dan minuman, meski di musim kemarau beberapa warung terkadang tutup karena jumlah pengunjung yang berkurang. Sebagai gambaran harga, kopi di warung sekitar area ini dibanderol sekitar Rp7.000.
Perlu diketahui, area camping tidak tersedia persis di dekat curug, karena lokasi camping ground yang ada masih berjarak cukup jauh dari titik ini.
Baca Juga: Menelusuri Wana Wisata Gunung Puntang, Perpaduan Sejarah dan Pesona Hutan Pinus
Jalur Menuju Curug
Dari area parkir, pengunjung masih perlu berjalan kaki menuruni anak tangga dan jalur bebatuan dengan estimasi waktu sekitar 15 menit untuk turun, dan sekitar 20 menit untuk perjalanan naik kembali ke area parkir.
Sepanjang jalur, pengunjung akan melewati beberapa jembatan bambu sederhana yang menyeberangi aliran sungai dengan air berwarna biru tosca yang jernih.
Di sekitar kawasan ini, pengunjung juga bisa menjumpai peserta aktivitas canyoning yang memanfaatkan tebing curug untuk kegiatan susur sungai dan turun tebing.
Baca Juga: 3 Curug Cantik di Jawa Barat yang Cocok Jadi Destinasi Liburan Akhir Pekan
Bagi yang tertarik mencoba, biaya paket canyoning berkisar mulai dari Rp295.000 jika star dari basecamp, atau Rp395.000 jika star dari stasiun, dengan kesempatan naik hingga dua kali apabila waktu masih mencukupi.
Keindahan Curug Pasir Reungit
Curug Pasir Reungit memiliki ketinggian sekitar 30 meter dengan kedalaman air berkisar 1 hingga 3 meter. Warna airnya yang biru tosca menjadi daya tarik utama, terutama saat cuaca cerah dan debit air sedang bagus.
Namun, bagi yang tidak bisa berenang, disarankan untuk tidak bermain air terlalu dekat dengan area curug dan lebih memilih titik yang lebih dangkal demi keamanan.
Baca Juga: Villa Priangan Puncak 2 Sukamakmur, Menginap Sejuk di Tengah Perkebunan Pinus
Jam Operasional
Curug Pasir Reungit buka setiap hari mulai pukul 07.00 pagi hingga sore hari. Kawasan ini biasanya lebih ramai dikunjungi saat akhir pekan maupun hari libur nasional.
Cocok untuk: healing bersama teman atau keluarga, pencinta wisata air terjun dengan air jernih biru tosca, hingga yang ingin mencoba sensasi canyoning di tengah kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bogor.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Bang Edhy Ompong