One Day Trip ke Pulau Seribu Naik Transportasi Umum, Jelajahi Tiga Pulau Bersejarah

Eli Kustiyawati • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 10:22 WIB
Liburan ke Pulau Seribu (YouTube Ade Ngider)
Liburan ke Pulau Seribu (YouTube Ade Ngider)

RADAR BOGOR - Buat kalian yang lagi cari liburan singkat dengan budget terbatas, Kepulauan Seribu bisa jadi pilihan yang pas.

Dengan menggunakan transportasi umum yang disediakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, kalian bisa menjelajahi beberapa pulau di Pulau Seribu sekaligus dalam satu hari tanpa perlu keluar biaya besar.

Berikut ini cara untuk bisa liburan bersejarah ke Pulau Seribu dengan biaya transportasi lebih hemat:

Baca Juga: Cari Wisata Kreatif di Jakarta? JIPFest 2026 Hadirkan Pameran Foto hingga Workshop

Kapal Dishub berangkat dari Pelabuhan Muara Angke, sehingga tujuan pertama sebelum menyeberang ke pulau adalah menuju pelabuhan ini.

Jika berangkat dari Stasiun Jakarta Kota, rutenya adalah naik bus TransJakarta ke arah Glodok terlebih dahulu, karena bus menuju Muara Angke melewati jalur Glodok.

Turun di halte Glodok, lalu transit ke bus arah Kali Besar. Dari halte Kali Besar, naik bus TransJakarta 12A menuju Muara Angke.

Baca Juga: Koyo Coffee and Pastry, Tempat Nongkrong Cozy dengan Mie Ayam Jumbo di Mutiara Gading Timur

Perlu diperhatikan, khusus di hari Minggu, bus 12A tidak masuk hingga ke dalam kawasan Muara Angke.

Penumpang akan diturunkan di titik tertentu dan perlu melanjutkan perjalanan menggunakan odong-odong dengan tarif sekitar Rp5.000 menuju pelabuhan.

Alternatif lain yang lebih cepat adalah memesan ojek online dari stasiun langsung menuju Pelabuhan Muara Angke, dengan kisaran biaya sekitar Rp25.000.

Baca Juga: EIGER Nature Siap Dibuka untuk Publik, Perkuat Ekowisata dan Pemulihan Lingkungan di Puncak Bogor

Tiket dan Jadwal Keberangkatan

Kapal wisata Dishub berangkat pukul 08.40 pagi, sehingga penumpang disarankan untuk sudah tiba di pelabuhan sekitar pukul 07.30 pagi.

Pemesanan tiket kapal harus dilakukan satu hari sebelum keberangkatan melalui website resmi, dengan slot pemesanan yang dibuka mulai pukul 08.00 pagi.

Karena kuota terbatas dan cukup diminati, calon penumpang perlu bersiap untuk berebut tiket begitu slot dibuka.

Baca Juga: Liburan Hemat di Situ Hambaro, Wisata Danau Gratis dan Adem di Setu Bekasi

Sesampainya di pelabuhan, penumpang dengan tujuan wisata akan diarahkan mengantre di jalur khusus sebelum naik kapal, mirip dengan proses check-in di bandara.

Nama penumpang akan dipanggil satu per satu untuk verifikasi identitas sebelum naik ke kapal.

Rute Perjalanan: Cipir, Onrust, dan Untung Jawa

Baca Juga: Sisi Kota Camp Megamendung, Spot Camping Ground View Puncak yang Lagi Hits

Kapal yang digunakan dalam perjalanan ini bernama KM Paus 5, dengan kapasitas penumpang di bagian bawah maupun atas kapal.

Rute perjalanan dimulai dari Muara Angke menuju Pulau Cipir, dilanjutkan ke Pulau Onrust, dan diakhiri di Pulau Untung Jawa, dengan waktu kembali sekitar pukul 14.30 dan estimasi tiba kembali di Muara Angke sekitar pukul 15.00.

Bagi yang ingin menambah destinasi ke Pulau Bidadari, biasanya bisa dinegosiasikan langsung dengan awak kapal, namun dikenakan biaya tambahan tiket masuk sekitar Rp100.000.

Baca Juga: Viral Tabebuya Putih Mekar Lebat di Bundaran Cibiru, Cantiknya Mirip Sakura Jepang

Pulau Cipir, Bekas Tempat Karantina Jemaah Haji

Pulau pertama yang disinggahi adalah Pulau Cipir, yang dulunya dikenal dengan nama Pulau Kuiper.

Pada masa kolonial Belanda, pulau ini digunakan sebagai tempat karantina bagi calon jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Mekkah, jemaah haji harus terlebih dahulu transit di pulau ini untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan karantina.

Baca Juga: Puncak Ciguntur Sukamakmur Bogor, Trekking Seru dengan Bonus Tujuh Curug

Tiket masuk Pulau Cipir dikenakan biaya Rp15.000 per orang di akhir pekan, dan Rp10.000 di hari kerja. Pembayaran bisa dilakukan secara tunai maupun QRIS.

Pengunjung biasanya diberikan waktu sekitar 30 menit untuk berkeliling pulau. Di pulau ini, pengunjung bisa menjumpai peninggalan berupa meriam kuno, serta suasana pulau yang cukup kering dan estetik, cocok untuk berfoto maupun membuat konten.

Pulau Onrust, Bekas Galangan Kapal dan Tempat Karantina

Baca Juga: Sevillage Puncak Bogor, Liburan Seru di Kaki Gede Pangrango dengan Wahana dan Glamping

Pulau kedua yang disinggahi adalah Pulau Onrust. Nama Onrust berasal dari bahasa Belanda yang berarti "tidak pernah beristirahat", menggambarkan betapa sibuknya pulau ini pada masa kejayaannya sebagai tempat persinggahan kapal, galangan kapal, dan pusat perbaikan kapal pada era VOC.

Selain sebagai tempat persinggahan kapal, pulau ini juga pernah berfungsi sebagai area karantina bagi orang-orang dengan penyakit menular, kemudian pada masa pendudukan Jepang beralih fungsi menjadi tempat penahanan.

Di pulau ini, wisatawan bisa mengunjungi museum yang menampilkan diorama sejarah bangunan asli pulau, yang sempat hancur akibat letusan Gunung Krakatau dan dibangun kembali sebagai tempat embarkasi atau karantina jemaah haji.

Baca Juga: Sevillage Puncak Bogor, Liburan Seru di Kaki Gede Pangrango dengan Wahana dan Glamping

Tiket masuk Pulau Onrust dikenakan biaya sekitar Rp15.000 per orang, bisa dibayar melalui QRIS. Di pulau ini tersedia pemandu wisata yang menjelaskan sejarah secara detail.

Karena waktu kunjungan hanya sekitar 30 menit, disarankan untuk tidak mengikuti pemandu hingga selesai, cukup separuh waktu saja, dan sisanya digunakan untuk berfoto atau membuat konten agar waktu tidak habis hanya untuk berkeliling.

Di pulau ini, pengunjung juga bisa menemukan bata khas Belanda berwarna kuning yang diproduksi di Amsterdam, serta beberapa artefak lain seperti tumbler minum era kolonial.

Selain itu, terdapat pula kincir angin bergaya Belanda serta area yang bisa digunakan untuk camping bagi yang datang menggunakan jalur perjalanan lain di luar paket kapal wisata ini.

Baca Juga: Highland Camp, Tempat Camping di Puncak Bogor dengan Suasana Hutan dan Dekat Air Terjun

Pulau Untung Jawa, Pulau Berpenghuni dengan Taman Sakura

Pulau terakhir yang disinggahi adalah Pulau Untung Jawa, dengan waktu kunjungan yang lebih panjang dibanding dua pulau sebelumnya, sekitar dua jam.

Berbeda dari dua pulau sebelumnya, Untung Jawa merupakan pulau berpenghuni dengan permukiman warga, mirip suasana pesisir seperti Anyer.

Di pulau ini, pengunjung bisa menikmati waktu makan siang di warung-warung tepi pantai dengan harga standar wisata, mencoba berbagai wahana air seperti banana boat dengan harga sekitar Rp40.000, donut boat sekitar Rp40.000, hingga surfing dengan harga sekitar Rp80.000. Tersedia pula penyewaan sepeda listrik bagi yang ingin berkeliling pulau.

Baca Juga: Catat, Ini 3 Rekomendasi Wisata Anak di Bogor dengan Harga Terjangkau

Salah satu spot menarik di Untung Jawa adalah Taman Sakura, yang bisa dijangkau menggunakan becak dengan tarif sekitar Rp5.000 dan waktu tempuh sekitar 5 menit, atau berjalan kaki sekitar 10 menit.

Di taman ini, wisatawan bisa menjumpai pepohonan yang menyerupai bunga sakura, ditanam oleh tim diplomatik dan tumbuh subur terutama saat musim hujan.

Area ini dilengkapi gazebo untuk bersantai serta wahana perahu dengan pelampung keselamatan, dengan kondisi ombak yang cenderung tenang karena terlindung oleh karang di sekitarnya.

Cocok untuk Liburan Hemat Sarat Sejarah

Baca Juga: Rumpun Chanaya, Destinasi Unik di Tengah Hutan Bandung, Wisata Kuliner dan Kreativitas Jadi Satu

Perjalanan menyusuri tiga pulau ini, mulai dari Pulau Cipir, Pulau Onrust, hingga Pulau Untung Jawa, tidak hanya menawarkan keindahan pemandangan laut, tetapi juga sarat akan cerita sejarah masa kolonial yang menarik untuk diketahui.

Dengan memanfaatkan rute wisata yang disediakan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta, perjalanan ke Kepulauan Seribu bisa menjadi pilihan liburan yang hemat namun tetap berkesan.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : YouTube Ade Ngider
Pulau Seribu kepulauan seribu liburan