Tren Baru Stamp Hunting, Stasiun Bogor Jadi Titik Berburu Cap Ikonik

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB
Berburu stempel Stamp Railly di sejumlah stasiun KRL, salah satunya Stasiun Bogor. (Foto: Instagram @kai121_)
Berburu stempel Stamp Railly di sejumlah stasiun KRL, salah satunya Stasiun Bogor. (Foto: Instagram @kai121_)

RADAR BOGOR – Ada cara berbeda untuk menikmati perjalanan menggunakan KRL tanpa harus menjadikannya sekadar perjalanan dari satu tempat ke tempat lain.

Melalui program Stamp Railly, KAI Commuter mengajak masyarakat mengoleksi cap khas dari sejumlah stasiun di wilayah Jabodetabek.

Aktivitas mengumpulkan cap atau stamp hunting kini menjadi salah satu cara bagi anak muda untuk menyimpan kenangan perjalanan.

Setiap cap yang diperoleh dapat menjadi penanda tempat yang pernah dikunjungi sekaligus bagian dari koleksi pribadi.

Berburu Cap Dimulai dari Stasiun Bogor

Program Stamp Railly yang diperkenalkan pada Agustus 2026 menghadirkan desain cap berbeda di sejumlah stasiun Jabodetabek.

Masing-masing desain dibuat dengan mengangkat karakteristik wilayah tempat stasiun berada.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tunggu Formasi, Ini yang Perlu Disiapkan Calon Pelamar CPNS Daerah dari Sekarang

Identitas tersebut dapat berupa bangunan, landmark, budaya lokal, flora, fauna, hingga karakter destinasi yang menjadi ciri khas daerah.

Bagi masyarakat Bogor, aktivitas berburu cap dapat dimulai dari Stasiun Bogor. Pengunjung cukup membawa buku khusus atau Stamp Railly Passport untuk mengumpulkan cap yang tersedia.

Bisa Keliling Stasiun dengan KRL

Keseruan Stamp Railly tidak harus berhenti setelah mendapatkan cap di Stasiun Bogor.

Pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menggunakan KRL menuju sejumlah stasiun lain untuk melengkapi koleksi.

Salah satu rute yang dapat dijadikan pilihan adalah perjalanan dari Stasiun Bogor, Universitas Indonesia, Manggarai, hingga Jakarta Kota.

Menariknya, empat cap dari stasiun-stasiun tersebut dapat dikoleksi dalam satu perjalanan selama penumpang tetap berada di area stasiun dan tidak melakukan tap out.

Perjalanan dari Bogor menuju Jakarta Kota memerlukan waktu sekitar 1 jam 30 menit, sementara tarif KRL dimulai dari Rp3.000, tergantung jarak perjalanan.

Jadwal perjalanan Commuter Line Bogor-Jakarta Kota juga tersedia melalui informasi resmi KAI Commuter.

Stamp Railly Passport untuk Koleksi Cap

Untuk memudahkan masyarakat menyimpan hasil perburuan cap, KAI Commuter turut menyediakan Stamp Railly Passport.

Buku tersebut dapat digunakan sebagai tempat mengoleksi berbagai cap yang diperoleh selama perjalanan.

Baca Juga: Pemandian Leuweung Seureuh Karawang, Wisata Gratis Adem dengan Pemandangan Sawah Hijau

Stamp Railly Passport dibanderol Rp60.000 dan tersedia di sejumlah stasiun, termasuk Stasiun Bogor.

Dengan adanya passport tersebut, setiap perjalanan dapat meninggalkan catatan visual berupa cap yang mewakili stasiun atau lokasi yang telah didatangi.

Jadi Aktivitas Wisata dengan Transportasi Umum

Tren stamp hunting memberikan pengalaman berbeda dalam menikmati perjalanan.

Aktivitas mengumpulkan cap membuat setiap stasiun yang disinggahi memiliki cerita dan kenangan tersendiri.

Bagi sebagian orang, cap yang terkumpul bukan sekadar gambar pada sebuah buku. Koleksi tersebut dapat menjadi penanda perjalanan sekaligus cara unik untuk mengabadikan pengalaman menggunakan transportasi umum.

Bagi warga Bogor yang ingin mencoba aktivitas berbeda saat akhir pekan, perjalanan dari Stasiun Bogor menuju sejumlah stasiun di Jabodetabek dapat menjadi pilihan.

Selain menjelajahi rute KRL, pengunjung juga bisa mengumpulkan cap sebagai kenang-kenangan perjalanan. (Saniah/Tazkia)

Editor : Yosep Awaludin
Stamp Railly krl kai commuter