RADAR BOGOR – Menjelajahi tata surya dan melihat gambaran benda-benda langit kini bisa dilakukan tanpa harus keluar dari Jakarta.
Planetarium Jakarta di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, menawarkan pengalaman wisata edukasi dengan menghadirkan pertunjukan astronomi berbasis teknologi digital.
Setelah menjalani penataan dan pembaruan dalam waktu cukup panjang, Planetarium Jakarta kembali beroperasi pada akhir 2025.
Pengaktifan kembali fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan TIM yang menggabungkan ruang seni, budaya, dan edukasi.
Salah satu daya tarik utama Planetarium Jakarta adalah Teater Bintang. Ruangan dengan bentuk kubah tersebut menjadi tempat pengunjung menikmati pertunjukan visual mengenai berbagai objek di luar angkasa.
Melalui pertunjukan digital, pengunjung dapat melihat gambaran mengenai benda-benda langit, pergerakan planet, susunan rasi bintang, hingga proses terbentuknya tata surya.
Baca Juga: Honda QC3 Jadi Skuter Listrik Terbaru Honda, Sekali Cas Bisa Tempuh 145 Km
Pertunjukan Astronomi dengan Teknologi Digital
Pembaharuan teknologi membuat pengalaman di Teater Bintang kini terasa lebih imersif.
Visualisasi yang ditampilkan dirancang untuk memberikan gambaran mengenai fenomena astronomi dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.
Selain pertunjukan visual, Planetarium Jakarta juga menghadirkan AI Virtual Host. Fasilitas tersebut dapat membantu memberikan informasi kepada pengunjung mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan astronomi.
Kehadiran teknologi tersebut membuat Planetarium Jakarta tidak hanya menjadi tempat untuk menyaksikan pertunjukan tentang luar angkasa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran astronomi dengan pendekatan yang lebih interaktif.
Planetarium Jakarta Punya Sejarah Panjang
Meski kini tampil dengan dukungan teknologi yang lebih modern, Planetarium Jakarta sebenarnya memiliki sejarah panjang.
Pembangunan fasilitas ini dimulai pada 1964. Empat tahun kemudian, tepatnya 10 November 1968, Planetarium Jakarta resmi diresmikan.
Pertunjukan bagi masyarakat umum kemudian mulai diselenggarakan pada 1969. Sejak saat itu, Planetarium Jakarta menjadi salah satu tempat yang memperkenalkan pengetahuan astronomi kepada masyarakat melalui pertunjukan di dalam ruang berkubah.
Kini, setelah kembali beroperasi dengan berbagai pembaruan, Planetarium Jakarta tetap membawa fungsi edukasi tersebut dengan pendekatan teknologi yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman.
Pilihan Wisata Edukasi di Tengah Jakarta
Kehadiran Planetarium Jakarta dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mencari aktivitas wisata sekaligus mendapatkan pengetahuan baru.
Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati suasana rekreasi, tetapi juga dapat mengenal tata surya, planet, rasi bintang, serta berbagai objek luar angkasa melalui visualisasi yang lebih mudah dipahami.
Baca Juga: Resep Dirty Chocolate Bun, Roti Cokelat Lembut dengan Isian Ganache Melimpah
Lokasinya di kawasan Taman Ismail Marzuki juga menjadi keuntungan tersendiri. Setelah mengunjungi Planetarium Jakarta, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan menikmati berbagai fasilitas seni dan budaya yang tersedia di kawasan TIM.
Dengan perpaduan edukasi astronomi, teknologi digital, serta lokasi yang berada di salah satu kawasan seni dan budaya Jakarta, Planetarium Jakarta dapat menjadi salah satu alternatif wisata edukasi yang menarik di tengah ibu kota.(Ara/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin