RADAR BOGOR - Sejak 1995, Taman Safari Indonesia (TSI) telah serius dalam kegiatan konservasi satwa, khususnya upaya pelestarian Harimau Sumatera.
Hingga saat ini, taman hiburan satwa modern tersebut telah berhasil mem-breeding atau mengembangbiakan Harimau Sumatera sebanyak 25 ekor.
Baca Juga: Baru 4 Depot Air Minum Punya Izin SLHS, Wali Kota Bogor Wanti-Wanti Soal Kesehatan
"Keberhasilan kita dalam breeding Harimau Sumatera sudah lebih daripada 25 ekor anakan sejak tahun 1995," ungkap Vice President (VP) of Life Sciences Taman Safari Indonesia drh. Bongot Huaso Mulia, Rabu, 7 Oktober 2026.
Harimau Sumatera termuda, lanjut dr. Bongot, ada sebanyak 4 ekor yang baru berusia 4 bulan. Keempatnya kini berada di penangkaran Taman Safari Prigen, Jawa Timur.
Sementara di Taman Safari Bogor sendiri, ada sebanyak 16 ekor yang masih terus dalam upaya pelestarian.
Menurut dr. Bongot, tidak mudah dalam mengembangbiakan Harimau Sumatera. Selain karena faktor habitat, satwa langka tersebut juga cenderung "pemilih" dalam hal pasangan.
"Di sini mereka memiliki tingkat reproduksi yang lebih sulit, kemudian mereka juga pemilih juga antara jantan dengan betinanya. Dengan demikian, jadi banyak faktor juga," bebernya.
Iya juga menyebut, jika total populasi Harimau Sumatera saat ini hanya tersisa sekitar 400-an ekor. Oleh karenanya, TSI berkomitmen dalam upaya konservasi, terutama dalam melestarikan Harimau Sumatera.
Terakhir, TSI bersama PT Pusat Gadai Indonesia (PGI) berkolaborasi dalam mendukung upaya pelestarian Harimau Sumatera di Taman Safari Bogor.
Melalui kerja sama ini, PGI memberikan dukungan bagi kegiatan konservasi TSI, termasuk melalui penyediaan kendaraan operasional untuk menunjang kebutuhan mobilitas kegiatan di lapangan.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran kegiatan konservasi sekaligus mendukung upaya TSI dalam menjalankan tanggung jawabnya terhadap satwa.(cok)
Editor : Eka Rahmawati