RADAR BOGOR - Curug Kiara berada di kawasan Gunung Menir, kaki Gunung Salak, Desa Ciasihan, Pamijahan, Bogor, Jawa Barat.
Air terjun ini terkenal estetik, dengan tebing batu gelap berlumut dan suasana lembap yang eksotis.
Di sekitarnya masih ada Curug Batu Ampar dan Curug Bidadari yang bisa dijelajahi dalam satu rute. Berikut panduan lokasi, tiket, rute trekking, dan tips berkunjungnya.
Lokasi dan Akses Menuju Curug Kiara
Baca Juga: La Vela Green Lake City Tangerang Kini Gratis, Ada Spot Foto Ala Eropa dan Gondola
Curug Kiara dekat dengan Curug Walet, Curug Seribu, dan Curug Ciparai. Pengunjung bisa mengikuti aplikasi peta untuk menuju lokasi.
Sepeda motor: akses jalan aman dan mulus, meski banyak tanjakan dan turunan. Area parkir motor tersedia cukup luas.
Mobil: jalan mulai menyempit saat mendekati curug. Tempat parkir mobil berada sekitar 200 meter dari parkir motor. Jika ingin lebih aman, mobil bisa diparkir di area parkir Curug Seribu.
Dari parkir Curug Seribu atau Curug Ciparai, pengunjung juga bisa trekking menuju Curug Kiara lewat jalur yang melewati beberapa curug.
Baca Juga: Liburan ke Jatim Park 3 dari Bogor? Ini Rekomendasi 12 Spot dan Itinerary 3 Hari
Tiket Masuk
Gerbang wisata Gunung Menir: Rp10.000 per orang, tarif sama untuk pengendara mobil maupun motor.
Tiket Curug Kiara: Rp20.000 per orang.
Rute Trekking Menuju Curug Kiara
Trekking dimulai sekitar 2 menit dari parkir motor, melewati saluran irigasi dengan pemandangan sawah. Rutenya sebagai berikut:
Baca Juga: Cari Wisata Sejuk? 6 Destinasi Ini Punya Spot Estetik dan Harga Ramah Kantong
Tanjakan pertama cukup curam, tetapi sudah berupa tangga batu sehingga relatif aman. Jika hujan, jalur bisa licin.
Setelah tanjakan, jalur mendatar menyusuri saluran irigasi dengan air yang sangat jernih. Meski musim kemarau, debit air di kaki Gunung Salak masih cukup deras.
Jalur ini sebagian teduh. Di sisi kiri terlihat kawasan Halimun Salak. Saat cerah, Kawah Ratu bahkan terlihat dengan uap putih.
Hati-hati karena jalur berlubang dan licin di beberapa titik.
Baca Juga: Cari Wisata Sejuk? 6 Destinasi Ini Punya Spot Estetik dan Harga Ramah Kantong
Sekitar 12 menit dari parkir, pengunjung tiba di pintu masuk Curug Walet, yang juga menjadi jalur ke Curug Payung dan Curug Cadas.
Sampai di jembatan menuju Curug Kiara dibutuhkan sekitar 20 menit dari parkir motor. Ada warung terakhir sebelum menuju Curug Kiara.
Ketinggian jalur irigasi menuju Curug Kiara sekitar 1.100 mdpl. Di area ini juga ada jalur hiking baru bernama Puncak Uyah dengan ketinggian sekitar 1.520 mdpl, yang menandakan mulai berkembangnya jalur day hike di Bogor bagian barat.
Curug Kiara: Cocok untuk Foto
Baca Juga: Cari Wisata Keluarga di Bogor? Alam Ngariung Tamansari Punya Banyak Aktivitas Seru
Untuk turun ke Curug Kiara, pengunjung melewati tangga yang cukup curam. Batu di sekitar sangat licin karena berlumut. Saat debit air kecil, tebingnya terlihat lebar dan megah.
Tebing batu gelap dengan tanaman hijau membuat suasana eksotis, lembap, dan sedikit angker. Pemandangannya mirip air terjun di Buleleng, Bali.
Curug Kiara cocok untuk konten foto dan video pendek. Namun, karena berada di lembah, lokasi ini kurang nyaman untuk memasak atau bersantai lama. Nama Kiara diperkirakan berasal dari banyaknya pohon kiara di sekitar lokasi.
Curug Batu Ampar: Cocok untuk Bersantai
Baca Juga: Cari Wisata Keluarga di Bogor? Alam Ngariung Tamansari Punya Banyak Aktivitas Seru
Dari Curug Kiara, perjalanan ke Curug Batu Ampar hanya sekitar 5 menit dengan jalur naik lalu turun. Dari parkir, waktunya sekitar 25 menit. Jalurnya masih berbatu dan berlumut.
Air sangat dingin dan jernih. Batu di sana berwarna gelap secara alami, bukan karena kotor.
Suasananya lembap dengan tebing hijau berlumut.
Ada ikan di air terjun, tanda sungai ini masih bersih.
Cocok untuk bersantai. Pengunjung yang membawa kompor bisa memasak dan makan sambil menikmati pemandangan curug.
Baca Juga: Pasar Sasagaran Purwakarta: Jajanan Tempo Dulu, HTM Gratis
Curug Bidadari: Hutan Lebat dan Spot Foto
Dari persimpangan setelah Batu Ampar, Curug Bidadari bisa dicapai dalam sekitar 5 menit. Jalur menurun cukup curam, sehingga saat kembali akan berupa tanjakan.
Jalurnya melewati hutan yang lebat, sehingga suasana hutan terasa kuat.
Curug Bidadari berada di aliran sungai yang sama dengan Batu Ampar. Karakternya mirip: tebing dengan tanaman hijau, air jernih kehijauan, dan suasana eksotis. Ada pohon tumbang yang cocok dijadikan spot foto.
Baca Juga: Dermaga CBD PIK 2: Akses Baru ke Kepulauan Seribu, Ini Infonya
Peringatan keselamatan: di bagian bawah kolam Bidadari, aliran air langsung jatuh ke Curug Ciparai yang sangat tinggi dan menjurus ke jurang.
Jangan bermain di area tersebut. Pagar pembatas yang dulu ada kini sudah tidak ada.
Ada juga Curug Batu Susun di jalur ini, yang bisa dijangkau dari persimpangan lain, tetapi belum ditinjau langsung dalam video.
Tips Berkunjung
Baca Juga: Sejak 1995, Taman Safari Indonesia Berhasil Breeding 25 Ekor Harimau Sumatera
- Datang pagi hari agar punya waktu menjelajah dan suasana lebih tenang.
- Gunakan sandal gunung, bukan sepatu biasa, karena banyak melewati air dan batu licin.
- Waspadai batu berlumut yang licin, terutama saat atau setelah hujan.
- Pilih tujuan sesuai waktu. Mengunjungi ketiga curug butuh waktu cukup lama. Biasanya cukup dua curug jika ingin benar-benar menikmati.
- Bawa kompor dan bekal jika ingin makan di Batu Ampar atau Bidadari.
- Jaga keselamatan di dekat tebing dan jurang, terutama di area Curug Bidadari.
- Jaga kebersihan dan jangan meninggalkan sampah.
- Debit air bisa berbeda tiap musim. Saat kemarau, air lebih kecil tetapi tebing terlihat lebih jelas.
Baca Juga: Cek Harga Tiket Terbaru Dairyland Puncak Bogor 2026, Ada Promo Tiket Murah
Rangkuman Estimasi Waktu dari Parkir Motor
Curug Walet: sekitar 12 menit
Jembatan menuju Curug Kiara: sekitar 20 menit
Curug Batu Ampar: sekitar 25 menit
Curug Bidadari: sekitar 5 menit dari persimpangan setelah Batu Ampar
Baca Juga: Bukit Bentang Land Puncak 2 Bogor, Hidden Gem di Tengah Hutan, Cek Fasilitas dan Harganya
Curug Kiara dan curug-curug di sekitarnya cocok bagi pecinta alam yang menginginkan trekking ringan dengan pemandangan air terjun yang eksotis di kaki Gunung Salak.
Tiket dan kondisi jalur dapat berubah sewaktu-waktu, jadi pastikan mengecek informasi terbaru dan memperhatikan keselamatan sebelum berkunjung.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Opal Raufal