RADAR BOGOR - Situ Rawa Kembar di Sukamakmur, Bogor, menjadi salah satu area camping yang estetik dengan pemandangan danau dan pegunungan.
Tempat ini juga berfungsi sebagai basecamp pendakian Gunung Pakuan dan Gunung Halimun Ciputri.
Artikel ini merangkum lokasi, rute, biaya, fasilitas, dan tips camping di Situ Rawa Kembar berdasarkan pengalaman kunjungan pada hari kerja.
Baca Juga: Granada Land Tanjungsari Bogor, Wisata Keluarga dengan Wahana ATV hingga Waterpark
Lokasi dan Cara Menuju Situ Rawa Kembar
Di aplikasi peta, pengunjung bisa mengetik "Situ Rawa Kembar". Jika kurang menemukan, arahkan ke Situ Rawa Gede Sukamakmur, karena lokasinya berdekatan dan jalurnya melewati Rawa Gede terlebih dahulu.
Beberapa petunjuk rute:
Baca Juga: Pendakian Gunung Salak via Cimelati ke Puncak Manik: Rute Tektok dan Biaya
1. Ikuti jalan utama sampai bertemu persimpangan dan jangan masuk ke jalur pendakian.
2. Di pertigaan, belok kanan menuju arah Gunung Pakuan, Halimun Ciputri, dan basecamp Situ Rawa Kembar.
3. Jalan mulai berbatu di bagian ini.
4. Di sisi kanan jalan ada basecamp Gunung Bunder, yang bisa dijadikan area trekking singkat kurang dari satu jam.
Baca Juga: Curug Kiara Pamijahan Bogor: Rute, Tiket, dan 3 Curug di Sekitarnya
Biaya Camping
Pada kunjungan di hari kerja, biaya yang dikenakan adalah:
1. Retribusi camping: Rp25.000 per orang
2. Parkir motor: Rp10.000
Baca Juga: Curug Kiara Pamijahan Bogor: Rute, Tiket, dan 3 Curug di Sekitarnya
Pengunjung mendaftar di lokasi saat tiba.
Fasilitas di Area Camping
1. Toilet yang cukup bersih, tersedia di beberapa titik
2. Musala
3. Warung untuk membeli logistik tambahan jika kehabisan bekal
4. Lampu di sekitar danau sehingga area tetap terang pada malam hari
Baca Juga: La Vela Green Lake City Tangerang Kini Gratis, Ada Spot Foto Ala Eropa dan Gondola
Pilihan Spot Berkemah
Ada beberapa area untuk mendirikan tenda:
1. Area teduh dekat pepohonan: lebih adem karena ada pohon. Lokasinya cukup dekat dengan toilet.
2. Area dekat danau utama di sisi lain: tampilan danau lebih besar dan lebih estetik, tetapi lebih terbuka sehingga terasa panas pada siang hari.
Baca Juga: Liburan ke Jatim Park 3 dari Bogor? Ini Rekomendasi 12 Spot dan Itinerary 3 Hari
Pada hari kerja, jumlah pengunjung yang berkemah tidak banyak. Pada kunjungan ini hanya terlihat sekitar lima tenda di satu area, dan tiga sampai empat tenda di area lain.
Suasana Pagi dan Malam
Pada malam hari, kabut turun di atas danau dan menciptakan suasana seperti di film. Pada pagi hari, matahari terbit muncul di sekitar Sukamakmur.
Saat cerah, pantulan Gunung Pakuan terlihat jelas di permukaan danau seperti cermin. Katanya, ketika langit sangat cerah, danau bisa tampak berwarna oranye saat matahari terbit. Pada pagi yang berawan, matahari bisa tertutup awan.
Baca Juga: Cari Wisata Sejuk? 6 Destinasi Ini Punya Spot Estetik dan Harga Ramah Kantong
Trekking ke Gunung Pakuan
Dari Situ Rawa Kembar, pengunjung bisa trekking ke puncak Gunung Pakuan.
1. Jalurnya tidak jauh, sekitar kurang dari satu jam, bahkan disebut ada yang menempuhnya sekitar 15 menit.
2. Vegetasi sepanjang jalur didominasi pohon kopi.
Baca Juga: Pasar Sasagaran Purwakarta: Jajanan Tempo Dulu, HTM Gratis
3. Puncaknya cukup terbuka sehingga perbukitan Sukamakmur terlihat jelas. Saat cerah, pemandangan bisa menjangkau Gunung Batu hingga Karawang, termasuk Cariu dan Sanggabuana.
4. Sunset di Gunung Pakuan juga disebut bagus.
Tips Camping di Situ Rawa Kembar
1. Datang di hari kerja jika ingin suasana lebih sepi.
2. Pilih spot teduh jika tidak ingin kepanasan pada siang hari.
Baca Juga: Dermaga CBD PIK 2: Akses Baru ke Kepulauan Seribu, Ini Infonya
3. Bawa logistik secukupnya. Warung tersedia untuk kebutuhan tambahan.
4. Siapkan jaket karena udara malam dingin dan berkabut.
5. Bangun lebih pagi untuk melihat matahari terbit dan pantulan Gunung Pakuan di danau.
6. Jaga kebersihan dan bawa turun semua sampah.
Baca Juga: Sejak 1995, Taman Safari Indonesia Berhasil Breeding 25 Ekor Harimau Sumatera
Situ Rawa Kembar menawarkan pengalaman camping yang nyaman dengan fasilitas cukup lengkap, pemandangan danau yang estetik, dan akses mudah ke Gunung Pakuan.
Tarif, fasilitas, dan kondisi lokasi dapat berubah sewaktu-waktu, jadi cek informasi terbaru sebelum berkunjung.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Opal Raufal