RADAR BOGOR - Kawasan pegunungan Sentul, Kabupaten Bogor, punya banyak jalur trekking yang menantang dan masih jarang dijelajahi.
Salah satunya jalur menuju Pasir Jambe dan Pasir Limo yang melewati kebun kopi, pohon durian, dan perbukitan dengan pemandangan luas. Jalur ini juga kerap dipakai para pelari trail run.
Artikel ini merangkum pengalaman menyusuri jalur tersebut sambil mencari spot yang disebut Mini Torean Sentul, yakni lokasi bernuansa mirip Torean di Rinjani.
Baca Juga: Muara Jambu Ciater Subang: Camping, Rafting Tubing, Kolam Renang
Titik Awal dan Akses Menuju Jalur
Trekking dimulai dari kawasan Sentul Hutan Pinus, dekat basecamp Bukit Paniisan via Wangun. Di Google Maps, pengunjung bisa mengetik "Sentul HDL" atau "Bukit Panisan via Wangun".
Kawasan ini belum dikelola secara komersial, sehingga untuk parkir motor sebaiknya bertanya kepada warga.
Parkir motor di sekitar rumah warga membuat jarak trekking lebih dekat, sedangkan pengunjung yang membawa mobil biasanya harus berjalan lebih jauh.
Baca Juga: Curug Cipanas Lembang: Air Panas Belerang dan Camping
Selain dari Sentul Hutan Pinus, ada beberapa alternatif jalur menuju area Mini Torean:
- Lewat parkiran dan kandang sapi menuju jalur Cisadon
- Lewat Sentul HDL
- Lewat Curug Putri Kencana, lalu lanjut ke arah Curug Love, yang disebut sebagai jalur terdekat
Baca Juga: Situ Rawa Gede Bekasi: Wisata Mancing dan Kuliner di Tepi Danau
Dari area Mini Torean, jalurnya disebut bisa tembus ke arah Cisadon.
Jalur Trekking: Dari Kebun ke Tanjakan Ibong
Trekking dimulai sekitar pukul 09.45 pada ketinggian sekitar 560 sampai 570 mdpl. Awal jalur melewati kebun warga dengan aliran sungai di bawahnya, yang kemungkinan berasal dari Curug Putri Kencana.
Airnya jernih dan masih cukup banyak meski sedang musim panas. Jalur awal relatif landai, dan petunjuk arah tersedia, termasuk penunjuk ke Pasir Jambe via Tanjakan Ibong.
Baca Juga: 5 Tempat Wisata di Purwakarta untuk Liburan Akhir Pekan, Ada Sunset hingga Air Mancur
Setelah itu pengunjung masuk ke perkebunan kopi dan menemui tanjakan terjal pertama yang sebagian sudah dipasangi kayu.
Tanjakan terus berlanjut dengan langkah yang semakin panjang hingga tubuh harus membungkuk.
Jalur ini dinilai cocok bagi pelari trail dan cukup melelahkan bagi pendaki biasa. Dari ketinggian, terlihat Gunung Pancar dan perumahan elite di bawahnya.
Pasir Jambe: Warung, Durian, dan Pemandangan
Baca Juga: Curug Cipamingkis Bogor: Harga Tiket, Fasilitas, Camping, dan Jam Buka
Sekitar pukul 10.50, atau 1 jam 5 menit setelah mulai, pendaki tiba di pertigaan menuju Pasir Jambe dengan petunjuk Gunung Hama Merang 2,2 km.
Dari pertigaan ini terlihat pemandangan puncak-puncak di sekitar Wangun, seperti Puncak Wangun, Gunung Kramat, Cinungku, dan Putri Pelangi.
Sekitar 200 meter dari pertigaan, trekker sampai di Pasir Jambe pada ketinggian sekitar 850 mdpl, tepatnya di Warung Pak Ibong.
Warung ini kerap tutup pada hari kerja. Di sekitar lokasi terdapat peta jalur yang menunjukkan percabangan menuju Curug Kencana, Pasir Limo, Cisadon, dan Gunung Paseban.
Baca Juga: Pantai Kayu Arum, Destinasi Eksotis dengan Gazebo Alami dan Area Camping
Di kawasan ini juga ada kebun durian milik warga yang bisa dibeli saat musim panen.
Menuju Pasir Limo: Turunan Terjal dan Jalur Makadam
Dari Pasir Jambe, jalur turun ke arah Pasir Limo pada pukul 11.30. Turunannya cukup terjal dengan tanah gembur, sehingga pemula perlu ekstra hati-hati dan jalur bisa licin jika hujan.
Trekker melewati pepohonan kopi, nangka, durian, dan alpukat. Di tengah jalur terdapat mata air yang cocok untuk cuci muka, tetapi air tidak disarankan diminum langsung.
Baca Juga: Unik! Air Terjun Curug Caweni di Sukabumi Punya Batu Menyerupai Wajah Manusia
Setelah itu jalur berganti menjadi jalan makadam batu yang panjang dengan tanjakan landai.
Cuaca sering terasa panas dan pengap karena tertutup awan, dan beberapa warung di sepanjang jalur tutup. Petunjuk ke Cisadon via Pasir Limo mulai terlihat.
Pasir Limo: Pemandangan Terbaik dan Fasilitas
Pasir Limo dicapai sekitar pukul 13.09 setelah trekking sekitar 3 jam 15 menit, termasuk waktu istirahat.
Baca Juga: Water Kingdom Mekarsari: Tiket, Rute, dan Wahana Lengkap
Ketinggiannya sekitar 1.075 sampai 1.080 mdpl. Dari sini pemandangan perbukitan terlihat sangat bagus.
Fasilitas yang tersedia antara lain warung (sering tutup pada hari kerja), toilet, dan musala. Jalur ke Cisadon dari Pasir Limo tergolong dekat, menuju arah Pondok Pemburu.
Perjalanan Turun dan Temuan Jalur ke Curug Love
Perjalanan turun dimulai sekitar pukul 14.30 lewat jalur Pasir Limo 2. Pemandangan perbukitan terlihat lebih jelas saat turun, meskipun jalurnya terjal dan tanahnya gembur. Ternyata jalur ini tembus ke jalur berangkat semula.
Baca Juga: Villa Saung Kuta Megamendung: Villa 40 Orang, Mulai Rp1,5 Juta
Setelah melanjutkan lurus ke bawah, ditemukan pertigaan dengan petunjuk Cisadon via Pasir Limo dan Curug Love via Pak Abut.
Lokasi Mini Torean diduga berada di sekitar jalur Curug Love, meski belum terkonfirmasi. Banyak warga setempat belum mengenal istilah Mini Torean, namun beberapa menyebutkan lokasinya dekat dengan Curug Love.
Jalur turun akhirnya tembus ke Curug Putri Kencana. Curug utamanya cukup dalam, sekitar 5 meter.
Estimasi Retribusi
Baca Juga: Villa Saung Kuta Megamendung: Villa 40 Orang, Mulai Rp1,5 Juta
Jika ingin menuju Mini Torean lewat Curug Love, pengunjung harus melewati kawasan wisata Curug Putri Kencana. Retribusinya berlapis, antara lain:
- Tiket Curug Putri Kencana sekitar Rp25.000, belum termasuk parkir
- Tiket Curug Love di hutan bambu sekitar Rp10.000
- Total minimal sekitar Rp35.000 sampai Rp40.000
Baca Juga: Gedung Juang Bekasi: Pesona Bunga Tabebuya yang Bermekaran
Tips Trekking di Jalur Sentul
- Mulailah lebih pagi agar tidak kepanasan dan punya cukup waktu turun sebelum sore.
- Bawa air minum lebih banyak karena banyak warung tutup pada hari kerja.
- Siapkan bekal dan camilan, termasuk minuman dingin jika diperlukan di akhir perjalanan.
- Gunakan sepatu dengan grip kuat untuk turunan terjal berpasir.
- Bawa peta offline karena petunjuk jalur belum lengkap.
- Tanyakan arah kepada warga jika ragu di percabangan.
- Hindari trekking saat hujan karena tanah gembur dan licin.
Baca Juga: Kuliner Legendaris Laksa Pak Inin Cihideung Bogor Raih Penghargaan Warisan Budaya Takbenda
Jalur Sentul menuju Pasir Jambe dan Pasir Limo menawarkan tantangan fisik, kebun kopi dan durian, serta pemandangan perbukitan yang memukau.
Meski lokasi pasti Mini Torean belum terkonfirmasi, perjalanan ini tetap menarik bagi pencinta trekking dan trail run yang ingin menjajal jalur baru di Bogor.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Opal Raufal