
RADAR BOGOR - Masyarakat yang sedang menantikan bantuan sosial perlu mengetahui satu hal penting yakni posisi desil bukan sesuatu yang harus dianggap permanen.
Dalam perkembangan sistem data sosial ekonomi pemerintah, desil menjadi bagian penting dari DTSEN.
Data ini digunakan untuk membantu pemerintah memetakan kondisi kesejahteraan masyarakat dan menentukan sasaran berbagai program.
Baca Juga: Tiga Bank Serentak Cairkan Bansos BPNT Tahap 3 Hari Ini, BRI, BNI, dan BSI Kompak Salurkan Dana
Karena kondisi kehidupan masyarakat dapat berubah, data tersebut juga perlu diperbarui secara berkala.
DTSEN menjadi dasar pemetaan kesejahteraan
Badan Pusat Statistik menjelaskan bahwa DTSEN merupakan basis data yang mengintegrasikan sejumlah sumber data sosial ekonomi.
Integrasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas data yang digunakan dalam kebijakan pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial.
Dalam pemutakhiran DTSEN, BPS menggunakan berbagai indikator untuk mengelompokkan tingkat kesejahteraan masyarakat.
BPS Kabupaten Pati menjelaskan bahwa indikator tersebut antara lain mencakup identitas kependudukan, pendidikan, pekerjaan, kualitas tempat tinggal, sanitasi, akses air minum, kesehatan dan disabilitas, kepemilikan aset serta usaha.
Artinya, posisi desil merupakan hasil pengolahan data sosial ekonomi, bukan angka yang dipilih sendiri oleh masyarakat.
Kenapa posisi desil dapat berubah?
Perubahan kondisi rumah tangga dapat menyebabkan perubahan pada data sosial ekonomi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




