Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Desil Rendah Tapi Bansos Tidak Cair? Ini Penyebabnya Menurut Pendamping PKH

E
Penulis: Eli Kustiyawati❯
Ilustrasi kunjungan pendamping PKH ke rumah KPM bansos (YouTube Kemensos RI)
Ilustrasi kunjungan pendamping PKH ke rumah KPM bansos (YouTube Kemensos RI)

Advertisement

RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial alias bansos PKH dan BPNT tahap ketiga tahun 2026 masih terus berlangsung secara bertahap.

Ada keluarga penerima manfaat atau KPM yang PKH-nya sudah cair lebih dulu sementara BPNT-nya belum, ada pula sebaliknya.

Menurut pendamping PKH, Achmad Haris Efendy dalam kanal pribadinya YouTube Ach Haris Efendy, kondisi ini merupakan hal yang wajar karena periode tahap ketiga mencakup bulan Juli, Agustus, hingga September, sehingga pencairan bisa saja baru selesai di bulan terakhir.

Advertisement

"Bagi Anda yang PKH BPNT-nya tahap 3 ini masih belum lengkap cairnya, alias masih cair PKH-nya dulu ataupun BPNT-nya dulu, mohon bersabar. Karena pencairannya nanti sampai akhir bulan Agustus, bisa jadi sampai bulan September," jelas Achmad Haris Efendy.

Selain soal jadwal pencairan yang bertahap, ada hal lain yang perlu diperhatikan oleh KPM, yaitu beberapa penyebab yang bisa membuat bansos tidak cair meskipun status desil yang bersangkutan masih tergolong rendah, yakni desil 1 hingga desil 4.

Advertisement

Penyebab pertama yang ditemukan berdasarkan pengalaman penyaluran tahap ketiga adalah tercatatnya kepemilikan aset bernilai besar pada data KPM.

Aset yang dimaksud bisa berupa kendaraan roda empat, kepemilikan tanah luas, AC, hingga kendaraan bermotor dengan nilai aset tinggi.

"Ada kasus di mana desilnya masih desil 3, namun karena tercatat memiliki kendaraan roda 4 dari hasil survei di lapangan, ternyata dia sudah memiliki kendaraan roda empat, sehingga pada pencairan bansos berikutnya ia menjadi exclude karena memiliki aset," ungkap Achmad Haris Efendy.

Menariknya, tidak semua KPM yang tercatat memiliki aset tersebut benar-benar memilikinya secara nyata.

Achmad Haris Efendy menjelaskan bahwa hal ini bisa terjadi karena identitas kependudukan KPM pernah dipinjam oleh pihak lain untuk membeli suatu aset, sehingga data kepemilikan aset tersebut justru tercatat atas nama KPM yang bersangkutan.

Advertisement
Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : YouTube Ach Haris Efendy
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BogorIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ada Potensi Rapelan Besar! Cek KKS Baru dan Status Bansos PKH BPNT Anda

Ada Potensi Rapelan Besar! Cek KKS Baru dan Status Bansos PKH BPNT Anda

KPM KKS baru berpeluang menerima rapelan PKH BPNT. Cek status SPM hingga SI untuk mengetahui perkembangan pencairan bansos September 2026.

Bukan Cuma BPNT, Bansos Beras 30 Kg Mulai Disalurkan: Ini Jadwal yang Perlu Diperhatikan KPM

Bukan Cuma BPNT, Bansos Beras 30 Kg Mulai Disalurkan: Ini Jadwal yang Perlu Diperhatikan KPM

Bantuan beras 30 kg mulai disalurkan 31 Agustus! Cek jadwal & info undangan resmi di daerahmu agar bansos tak terlewat

KKS Mana Lagi yang Cair? Intip Update Bansos BPNT Tahap 3 Akhir Agustus 2026

KKS Mana Lagi yang Cair? Intip Update Bansos BPNT Tahap 3 Akhir Agustus 2026

Penyaluran BPNT tahap 3 2026 masih lanjut di KKS Mandiri, BNI, & BRI. Cek saldo berkala dan pastikan rekening penyalur aktif

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer