Mensos Gus Ipul: Data DTSEN Belum Sempurna, Masih Ada Error yang Terus Diperbaiki

RADAR BOGOR - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul secara terbuka mengakui bahwa Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digunakan sebagai basis penyaluran bantuan sosial (bansos) hingga saat ini belum sepenuhnya sempurna dan masih ditemukan sejumlah kesalahan atau error di dalamnya.
"Apakah data ini sudah sempurna? Belum. Belum sempurna dan tidak akan sempurna. Terus akan kita mutakhirkan bersama-sama," ungkapnya.
Gus Ipul menjelaskan bahwa error dalam data tersebut memang masih ditemukan di lapangan, seperti adanya masyarakat yang seharusnya masuk kategori desil 2 namun tercatat di desil 7 atau bahkan desil 8.
Baca Juga: Desil Kosong akibat KK Baru? Ini Solusi Sementara dari Pendamping PKH
"Ada yang mestinya di desil 2 ternyata tercatat di desil 7, di desil 8 ada. Dan itu sedang kita perbaiki bersama dan mengajak masyarakat untuk sama-sama kita perbaiki," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa upaya perbaikan data ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto sejak awal masa pemerintahannya, sebagai bentuk pelaksanaan amanat konstitusi.
"Ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo sejak awal. Mari kita gerak cepat mengeksekusi Pasal 34, fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara," tegasnya.
Baca Juga: Penyebab Baru PKH dan BPNT Tidak Cair, Ternyata Bukan Game Online Terlarang Online atau PLN
Menurutnya, keberhasilan penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran sangat bergantung pada keakuratan data yang menjadi dasar penetapan penerima manfaat.
"Berangkat dari mana? Berangkat dari data yang akurat. Kalau datanya akurat, sasarannya tepat," ujarnya.
Gus Ipul juga menekankan bahwa meskipun saat ini masih ditemukan ketidaksesuaian data, hal tersebut tidak serta-merta membuat bantuan sosial seseorang langsung dihentikan.
"Kalau sekarang datanya masih error, bukan berarti orang itu akan segera diputus bantuan sosialnya. Atau orang yang mungkin berada di desil 4 padahal dia sebenarnya di desil 8, belum tentu juga dia mendapatkan bansos, masih perlu dipastikan, dikoreksi, didalami, ditelusuri, dan seterusnya nanti akan dilakukan verifikasi dan validasi," jelasnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




