
RADAR BOGOR - Pencairan bansos tahap 3 lalu menyisakan pelajaran bagi keluarga penerima manfaat (KPM).
Sebagian penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tidak dapat mencairkan bantuannya karena beberapa sebab.
Agar kejadian serupa tidak terulang di tahap 4 maupun tahun 2027, Achmad Haris Efendy, pendamping PKH, merangkum tiga hal penting yang perlu diperhatikan penerima.
"Kiat-kiat ini saya rangkum berdasarkan pengalaman pencairan pada tahap 3 kemarin," jelas Achmad Haris Efendy, dikutip dari YouTube Ach Haris Efendy.
Jaga Identitas Diri dan Keluarga
Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) tidak hanya milik penerima, tetapi juga seluruh anggota keluarga dalam satu KK, termasuk suami dan anak.
Menurut Achmad Haris Efendy, identitas ini tidak boleh diberikan dengan mudah kepada orang lain.
"Maksudnya dijaga ini adalah jangan sampai mudah memberikan identitas kepada orang yang tidak dikenal. Bahkan kepada orang yang dikenal pun, silakan Anda perjelas dulu kira-kira identitasnya untuk apa," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa banyak kasus identitas kependudukan dipakai orang lain untuk membeli tanah atau kendaraan, mengajukan pinjaman online, hingga mendaftar listrik berdaya besar.
Hal ini bisa membuat desil penerima naik dan berpengaruh pada pencairan bansos. Pemeriksaan identitas oleh petugas, seperti difoto atau dicek, tidak menjadi masalah.
Hindari Game Online Terlarang
Penyebab kedua adalah keterlibatan dalam game online terlarang. Menurut Achmad Haris Efendy, ada penerima yang terbukti bermain game online terlarang, tetapi ada juga yang tidak terbukti karena identitasnya dipakai orang lain. Penerima yang terbukti umumnya bermula dari coba-coba lalu ketagihan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




