
RADAR BOGOR - Di era serba digital, nomor KTP dan KK menjadi kunci data kependudukan seseorang. Bagi penerima bansos PKH dan BPNT, identitas yang disalahgunakan bisa berakibat serius, yaitu bantuan tidak cair.
Hal ini disampaikan Achmad Haris Efendy, pendamping PKH, berdasarkan temuan pada penyaluran tahap 3.
"Jika identitas penerima bansos disalahgunakan, itu akan berpengaruh pada bansos yang tidak cair," ujar Achmad Haris Efendy, dikutip dari YouTube Ach Haris Efendy pada 21 Oktober 2026.
Baca Juga: 3 Cara Agar Bansos lTahap 4 Tetap Cair, Berkaca dari Tahap 3
Identitas Dipakai untuk Apa Saja?
Menurut Achmad Haris Efendy, banyak pengalaman di lapangan menunjukkan identitas kependudukan dipakai orang lain untuk berbagai keperluan, antara lain:
- mendaftar pembelian tanah
- membeli kendaraan
- mengajukan pinjaman online
- mendaftar listrik berdaya besar
Yang rugi adalah pemilik identitas itu sendiri. Pembelian aset atas nama penerima juga bisa membuat desil naik, sehingga bantuan berpotensi tidak cair.
"Silakan dijaga dengan baik identitasnya. Jika ada yang meminta, silakan ditanya dulu untuk apa keperluannya," kata Achmad Haris Efendy.
Ia menambahkan, jika yang meminta adalah keluarga, penerima sebaiknya menjelaskan dengan baik-baik.
Pengecekan oleh petugas, yang biasanya hanya memfoto atau memeriksa identitas tanpa membawanya pulang, tidak perlu dikhawatirkan.
Kasus Listrik Berdaya Besar
Salah satu penyebab bansos tidak cair pada tahap 3 adalah tercatatnya daya listrik 2.200 VA ke atas.
Banyak penerima ternyata tidak terbukti memiliki daya sebesar itu. Setelah ditelusuri, identitas mereka pernah dipinjam orang lain untuk mendaftar listrik berdaya besar.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




