RADAR BOGOR - Berita gembira sekaligus membingungkan datang dari program bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Meskipun pencairan besar-besaran kembali digulirkan pada 12 hingga 13 Oktober 2025, data lapangan menunjukkan adanya disparitas nominal yang signifikan di sejumlah daerah, memicu pertanyaan besar di kalangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Laporan terbaru mencatat bahwa saldo bansos yang masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) KPM hari ini memiliki jumlah yang tidak seragam, bahkan mencapai perbedaan hingga ratusan ribu rupiah.
Fenomena saldo beragam ini menjadi sudut pandang unik yang perlu segera diketahui KPM, alih-alih sekadar berita seremonial tentang pencairan.
Cair Hingga Rp1.223.000, Kejutan Saldo di KKS BSI
Pencairan PKH dalam 48 jam terakhir menunjukkan tiga nominal yang sangat mencolok, tersebar di berbagai bank penyalur dan wilayah:
• Bank BSI dan Nominal Tertinggi: Saldo fantastis sebesar Rp1.223.000 tercatat masuk melalui KKS Bank BSI pada Minggu (12/10/2025).
Jumlah ini jauh melampaui rata-rata pencairan dan mengindikasikan bahwa penerima tersebut memiliki komponen PKH yang lengkap, memungkinkan akumulasi saldo sebesar itu.
• KKS BRI di Sumedang: KPM di Sumedang yang menggunakan KKS Bank BRI menerima saldo sebesar Rp600.000 di hari yang sama.
Nominal ini seringkali merujuk pada bantuan BPNT atau akumulasi PKH yang dibayarkan untuk periode dua bulan sekaligus.
• KPM Validasi Sistem Jember: Pada hari Senin (13/10/2025), KPM di Jember, khususnya Sumber Baru, mencairkan dana senilai Rp750.000.
Menariknya penerima adalah KPM hasil validasi by system, dengan nominal yang spesifik ditujukan untuk komponen Balita dalam keluarga.
Kunci Jawabannya: Komponen dan Periode Pencairan
Perbedaan nominal yang drastis ini menguak fakta penting yang wajib dipahami KPM, jumlah yang diterima sangat tergantung pada dua faktor kunci.
Pertama, Komponen Penerima. PKH dihitung berdasarkan beban tanggungan dalam keluarga, seperti anak sekolah (SD/SMP/SMA), ibu hamil, atau balita. Saldo Rp750.000, misalnya, spesifik ditujukan untuk KPM dengan komponen Balita.
Sementara, nominal Rp1.223.000 kemungkinan besar adalah akumulasi dari dua atau lebih komponen dengan kategori tertinggi.
Kedua, Periode Penyaluran. Beberapa bank mungkin membayarkan akumulasi PKH atau BPNT untuk periode dua bulan sekaligus, yang menghasilkan nominal bulat seperti Rp600.000.
KPM diimbau untuk tidak panik dan memastikan status pencairan mereka sesuai dengan komponen yang terdaftar di sistem.
Jangan Panik Bagi KPM yang Belum Cair
Sementara beberapa KPM sudah menikmati pencairan, jutaan penerima manfaat lainnya yang menggunakan KKS dari Bank Mandiri dilaporkan masih harus bersabar karena proses penyaluran KKS hingga hari ini belum rampung.
Selain itu, KPM dengan alokasi PTP Indonesia per 13 Oktober 2025 pukul 06.00 pagi masih menunjukkan saldo Rp0.
Ini adalah sinyal bagi KPM untuk memverifikasi status mereka secara berkala melalui aplikasi Cek Bansos dan memastikan data di aplikasi SixNG tidak bermasalah.***
Editor : Eli Kustiyawati