RADAR BOGOR - Usai informasi BLT Kesejahteraan Rakyat (Kesra) senilai Rp900.000 (alokasi 3 bulan), banyak KPM bansos yang bingung membedakan jenis bantuan masuk ke rekening atau diterima secara tunai.
Per 22 Oktober 2025, laporan mengenai pencairan bansos Rp900.000 telah terkonfirmasi, tapi mayoritas bantuan tersebut bukan BLT Kesra.
Dikutip dari YouTube Arfan Saputra Channel, bansos senilai Rp900.000 yang dilaporkan cair di berbagai daerah per tanggal 20 Oktober 2025 sebagian besar adalah:
1. BLT Dana Desa (DD) Tahap IV
Di berbagai daerah, termasuk Desa Tamerodo Utara (Majene, Sulawesi Barat) dan wilayah Karanganyar (Cilacap), penyaluran BLT Dana Desa (DD) sedang berlangsung.
Nominal: Rp900.000 per KPM.
Alokasi: Triwulan IV (Oktober, November, dan Desember 2025).
Mekanisme: Disalurkan langsung oleh Pemerintah Desa kepada KPM yang ditetapkan di tingkat desa.
BLT DD Tahap IV ini merupakan bantuan tunai yang disalurkan secara cash oleh kantor desa, dan berbeda dengan BLT Kesra yang diurus oleh pemerintah pusat melalui Bank Himbara atau PT Pos.
2. PKH Susulan (Nominal Bervariasi)
Laporan saldo masuk ke Kartu KKS Merah Putih (terutama Bank BRI) juga banyak terjadi per 20 Oktober 2025.
Saldo ini adalah pencairan PKH Susulan atau Pencairan Bertahap Tahap 3 bagi:
- KPM Peralihan: Keluarga yang baru beralih dari mekanisme pencairan via kantor pos ke Kartu KKS.
- KPM Baru: Penerima yang baru tervalidasi dan menerima KKS.
Saldo-saldo ini adalah pelunasan atau pencairan tahap sebelumnya (Tahap 3) dan bukan BLT Kesra.
KPM harus membedakan antara bansos reguler (PKH/BPNT) dan stimulus tambahan (BLT Kesra).
Hingga saat ini, BLT Kesra Rp900.000 masih dalam proses penyaluran dari pemerintah ke bank penyalur dan PT Pos.
Pencairan KKS: Dana BLT Kesra yang disalurkan melalui KKS Merah Putih diprediksi akan mulai cair pada minggu depan, setelah proses transfer dan administrasi di Bank Himbara selesai.
Pencairan Pos: Penyaluran melalui PT Pos Indonesia (untuk KPM non-KKS) juga dijadwalkan cair minggu ini, menunggu distribusi undangan dan dana ke Kantor Pos di daerah.
KPM diimbau untuk terus memantau informasi resmi dan tidak khawatir jika saldo Rp900.000 yang masuk ke KKS saat ini bukan berasal dari BLT Kesra, sebab bansos tersebut adalah PKH susulan yang sama-sama bermanfaat.***
Editor : Alpin.