RADAR BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) tahap keempat tahun 2025.
Pencairan bantuan alokasi Oktober November Desember bertujuan untuk meringankan beban masyarakat rentan di tengah tantangan ekonomi.
Bantuan yang akan dicairkan mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap keempat.
Selain itu, Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) senilai Rp900.000 dan bantuan pangan berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter sudah mulai disalurkan.
Penyaluran sudah berjalan berturut-turut di berbagai daerah dengan prioritas wilayah terdepan, terluar, tertinggal (3T) hingga 29 Oktober 2025.
Namun, pencairan di seluruh Indonesia masih dalam tahap proses penyaluran, sehingga tidak serentak di seluruh Indonesia.
Kemensos baru saja menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) untuk penerima bantuan sosial PKH tahap 2, tahap 3, dan tahap 4.
Bila merujuk ke SP2D yang dikeluarkan oleh Kemensos baru-baru ini, maka dipastikan pada penyaluran saat ini adalah pencairan multitahap.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bisa saja mencairkan dari beberapa kombinasi tahap khususnya bagi KPM validasi baru dan juga KPM peralihan dari pos ke kartu KKS.
Hal tersebut karena di waktu yang bersamaan, pemerintah juga menyalurkan bansos reguler susulan, penebalan, dan bantuan tambahan sembako.
Selain penyaluran bansos reguler tahap keempat, pemerintah juga mencairkan BLTS Kesra senilai Rp900.000.
Bantuan khusus KPM yang termasuk dalam golongan desil 1 hingga 4 tersebut akan segera disalurkan kepada penerima manfaat.
Program BLTS Kesra diperuntukan kepada lebih dari 35 juta KPM yang terdiri dari penerima bansos reguler dan warga yang belum pernah mendapat bantuan.
Editor : Siti Dewi Yanti