RADAR BOGOR - Menjelang akhir bulan Oktober 2025, pemerintah terus mempercepat proses pencairan berbagai bantuan sosial (bansos) untuk seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Informasi terbaru memberikan pembaruan lengkap mengenai status pencairan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rp900.000, hingga Bansos penebalan pangan berupa beras dan minyak goreng.
Seluruh bantuan tersebut ditargetkan rampung disalurkan paling lambat pada 31 Oktober 2025. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Pencairan PKH dan BPNT Tahap Reguler
Pemerintah telah menetapkan batas waktu pencairan bantuan hingga akhir Oktober 2025, menyisakan dua hari bagi bank penyalur dan PT Pos Indonesia untuk menyelesaikan proses distribusi.
Dilansir dari kanal youtube Klik Bansos, penerima KKS baru yang berstatus Standing Instruction (SI) di aplikasi SIKS-NG diimbau segera melakukan pengecekan saldo pada kartu KKS mereka.
Sebab, sebagian besar penerima baru PKH dan BPNT sudah mulai menerima dana tahap 2 dan 3 di rekening masing-masing.
Sementara itu, bagi KPM pemegang KKS lama khusus penerima BPNT non PKH, juga terpantau mulai mendapatkan saldo PKH tahap 3 yang berasal dari hasil validasi data terbaru Kementerian Sosial.
Hal ini menjadi sinyal positif bahwa proses transfer terus berjalan, terutama bagi penerima hasil pemutakhiran data di pertengahan tahun 2025.
2. Update Pencairan PKH dan BPNT Tahap 4
Untuk wilayah Aceh yang menggunakan Bank Syariah Indonesia (BSI), pencairan PKH dan BPNT tahap 4 telah resmi dimulai.
Penyaluran dana berlangsung merata meski status di aplikasi SIKS NG masih menunjukkan “belum SI”.
Sementara di Bank Mandiri, terdapat sejumlah KPM yang mengklaim telah menerima pencairan tahap 4, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak bank maupun Kementerian Sosial.
Adapun untuk bank lain seperti BRI dan BNI, status pencairan masih berada di tahap verifikasi rekening, menandakan bahwa proses input data sedang berlangsung sebelum dana benar-benar ditransfer ke rekening penerima.
3. Pencairan BLT Kesejahteraan (Kesra) Rp900.000
Selain PKH dan BPNT, pemerintah juga menyalurkan BLT Kesejahteraan senilai Rp900.000 sebagai bentuk dukungan tambahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Prioritas pencairan diberikan kepada daerah 3T atau wilayah Terdepan, Tertinggal, dan Terpencil, dengan mekanisme penyaluran melalui PT Pos Indonesia.
Untuk wilayah non-3T, penyaluran BLT Kesra dijadwalkan berlangsung pada minggu terakhir Oktober melalui dua jalur, yakni PT Pos Indonesia untuk wilayah tanpa bank penyalur, serta KKS Merah Putih bagi KPM dengan rekening aktif di bank Himbara.
Menteri Sosial menegaskan bahwa pencairan bantuan ini menjadi prioritas utama sebelum memasuki awal November, agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.
4. Bantuan Penebalan Pangan (Beras dan Minyak Goreng)
Selain bansos uang tunai, pemerintah juga kembali menyalurkan bantuan penebalan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Bantuan ini menyasar sekitar 18,3 juta KPM pemegang KKS Sembako atau BPNT di seluruh Indonesia.
Penyaluran telah dikonfirmasi berlangsung di beberapa daerah, salah satunya di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, tepatnya di Kelurahan Tanah Tarab.
Bantuan pangan ini dialokasikan sekaligus untuk periode Oktober dan November 2025, sehingga masyarakat diharapkan segera mengambil haknya di lokasi pembagian sesuai jadwal yang ditetapkan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim