Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

2 Aturan Penting saat Pengambilan Bansos Beras 20 Kg dan Minyak Goreng, KPM Wajib Cek Kalau Gak Mau Gagal Cair

Khairunnisa RB • Sabtu, 8 November 2025 | 21:25 WIB
KPM mengambil bansos beras 20 kg dan minyak goreng.
KPM mengambil bansos beras 20 kg dan minyak goreng.

RADAR BOGOR - Akhir tahun 2025 menjadi momen menggembirakan bagi jutaan keluarga Indonesia. Pemerintah menggulirkan bantuan kombinasi tunai dan pangan, yaitu beras dan minyak goreng, senilai total Rp1,5 juta per keluarga.

Bansos ini mencakup BLTS Rp900.000, BPNT Rp600.000, serta beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter untuk masing-masing 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Menurut data Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog, program bansos pangan berisi beras dan minyak goreng ini telah memasuki tahap intensif distribusi sejak akhir Oktober hingga awal November 2025 dan ditargetkan tuntas pada akhir bulan ini.

Anggaran Jumbo Rp6,5 Triliun

Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos, program pangan 2025 menelan anggaran Rp6,5 triliun, mencakup distribusi 365 ribu ton beras dan 73 ribu kiloliter minyak goreng setara 76 juta liter kemasan siap edar.

Penyaluran dilakukan melalui jaringan Biulog di seluruh Indonesia, termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Dari berbagai daerah, laporan penyaluran menunjukkan progres menggembirakan:

• Kediri dan Batam sudah menuntaskan 100%.

• Tanah Datar, Sumatera Barat sudah 90% selesai.

• Bengkayang dan Probolinggo masih dalam tahap akhir distribusi.

• Kabupaten Asahan, Sumatera Utara memulai sosialisasi sejak 5 November.

Masyarakat di wilayah lain seperti Sukabumi, Jawa Barat, juga mulai menerima undangan penyaluran melalui perangkat desa dan kelurahan.

BLTS Rp900 Ribu Jadi Penebalan Bantuan

Baca Juga: Dansatlat Brimob Korbrimob Polri Pimpin Bakti Sosial di Desa Malasari, Wujud Nyata Kepedulian untuk Masyarakat

Pemerintah menegaskan bahwa BLTS Rp900.000 diberikan sebagai tambahan atau “penebalan” bantuan sosial, guna menjaga daya beli masyarakat di triwulan keempat 2025.

Bantuan ini hanya diberikan kepada KPM kategori miskin desil 1–4, berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN).

BLTS Rp900 Ribu Jadi Penebalan Bantuan

Pemerintah menegaskan bahwa BLTS Rp900.000 diberikan sebagai tambahan atau “penebalan” bantuan sosial, guna menjaga daya beli masyarakat di triwulan keempat 2025.

Bantuan ini hanya diberikan kepada KPM kategori miskin desil 1–4, berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN).

BNI dan BRI Jadi Penyalur Utama

Untuk memastikan distribusi cepat dan akurat, pemerintah menggandeng dua bank besar yakni BNI dan BRI.

Melalui BNI, bantuan disalurkan ke lebih dari 70 kabupaten/kota, termasuk Bandung, Cirebon, Sukabumi, Probolinggo, Kediri, dan Tangerang.

Sementara BRI telah menyalurkan di Lombok, Lampung, Sumedang, Makassar, Palembang, hingga Gorontalo.

Kedua bank menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebagai alat transaksi resmi penarikan dana bantuan.

2 Aturan Penting: Wajib Bawa Tas Sendiri dan Jangan Telat!

Dalam pengambilan bantuan, masyarakat wajib membawa tas atau wadah sendiri, terutama untuk minyak goreng dan beras.

Selain itu, pengambilan harus dilakukan maksimal 5 hari setelah pemberitahuan, agar tidak dialihkan ke penerima lain.

Target Rampung Akhir November

Kementerian Sosial menargetkan seluruh bantuan baik BLTS maupun BPNT selesai disalurkan sebelum akhir November 2025.

Selanjutnya, pemerintah akan melakukan evaluasi nasional pada Desember untuk memastikan ketepatan sasaran dan efektivitas program.

Selain membantu kebutuhan pangan masyarakat, program ini juga berperan dalam:

• Menekan inflasi pangan nasional

• Menjaga stabilitas harga beras dan minyak goreng

• Meningkatkan daya beli menjelang Natal dan Tahun Baru.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bpnt #bansos #pkh