RADAR BOGOR - Pemerintah kembali mengumumkan perkembangan terbaru terkait program bantuan sosial (bansos) yang mulai dicairkan pada akhir 2025.
Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) melaporkan bahwa dana Rp600.000 untuk alokasi tiga bulan telah masuk ke rekening Bank Mandiri, memicu banyak pertanyaan mengenai jenis bantuannya.
Dilansir dari kanal Diary Bansos, dana tersebut bukan berasal dari program Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Setelah dilakukan penelusuran, dana tersebut dipastikan merupakan Bantuan Atensi Yatim Piatu (YAPI), yaitu bantuan yang ditujukan khusus untuk anak-anak yatim yang membutuhkan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama pendidikan.
Untuk periode Oktober–Desember 2025, buku rekening dan kartu ATM penerima telah disebarkan lebih awal sehingga pencairan bisa dilakukan langsung melalui ATM atau agen bank.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Akan Kaji Ulang Izin Kawasan Perumahan Imbas Banjir di Kabupaten Bandung
Di sejumlah wilayah, pendamping rehabilitasi sosial telah mengonfirmasi bahwa data bayar BNPA periode kelima sudah diterbitkan.
Banyak penerima yang melapor bahwa saldo mereka telah terisi penuh, sehingga penarikan dapat segera dilakukan.
Manfaat bantuan ini dianggap sangat krusial dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak yatim yang tengah memasuki tahun ajaran baru.
Sementara itu, situasi serupa terjadi pada penyaluran BPNT susulan untuk periode April hingga September.
Baca Juga: Bansos PIP TK dan PAUD Berlaku 2026, Dana Rp450 Ribu per Siswa dengan Sistem Penyaluran Tiga Termin Sepanjang Tahun
Sejumlah penerima yang baru mendapatkan kartu KKS pengganti dari PT Pos Indonesia melaporkan bahwa saldo telah masuk, bahkan hanya satu hari setelah PKH dicairkan.
Di beberapa daerah, penerima juga mendapat tambahan saldo dari BLTS Kesra, sehingga bantuan datang bertubi-tubi menjelang penutupan tahun anggaran.
Isu mengenai kelanjutan BLTS Kesra Rp900.000 pada tahun 2026 turut mencuat di berbagai daerah.
Namun hingga kini pemerintah pusat belum mengeluarkan pernyataan resmi apakah bantuan sementara tersebut akan diteruskan atau dihentikan.
Sesuai regulasi tahun berjalan, BLTS Kesra merupakan bantuan satu kali yang diberikan pada 2025 dan tidak masuk dalam daftar bantuan reguler.
Baca Juga: BLT Kesra Rp900 Ribu Dikabarkan Disetop Awal 2026: Cek Daftar 6 Bansos yang Lanjut Untuk KPM dan Aturan Baru Digital
Sumber internal Kemensos menyebutkan, kelanjutan bantuan tersebut sangat bergantung pada dinamika sosial-ekonomi nasional.
Jika situasi mendesak terjadi, bukan tidak mungkin program serupa kembali diadakan, meski dengan mekanisme yang berbeda.
Pemerintah menegaskan bahwa bantuan reguler seperti PKH, BPNT, dan PIP tetap menjadi prioritas utama. Bahkan, PIP direncanakan menambah kuota bagi jenjang pendidikan paling dasar.
Masyarakat diimbau terus memonitor perkembangan terbaru melalui kanal resmi pemerintah dan pengecekan berkala saldo bantuan di ATM.
Seiring penutupan tahun 2025, sejumlah bantuan besar dipastikan masih terus mengalir bagi KPM yang terdaftar.