RADAR BOGOR – Media sosial kembali diramaikan dengan unggahan seorang warga yang mengeluhkan kartu KKS miliknya mendadak tidak terisi saldo bansos.
Dalam video tersebut, ia mengaku tak lagi mendapatkan beras maupun bantuan BPNT seperti biasa.
Yang membuat publik semakin geram, warga itu sudah berbulan-bulan mencari jawaban, namun petugas setempat hanya menjawab, “Tidak tahu.”
Situasi ini menimbulkan kebingungan besar. Mengapa pemerintah membagikan kartu KKS, namun saldo bantuan tiba-tiba berhenti?
Apa yang sebenarnya terjadi di balik sistem penyaluran bansos?
Berikut ini 7 Penyebab Kartu KKS Kosong yang jarang diketahui warga, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial.
1. Data Penerima Dikeluarkan karena Penyalahgunaan Bantuan
Pemerintah kini memantau penggunaan bansos dengan ketat.
Jika bantuan terbukti digunakan untuk hal yang tidak sesuai, sistem bisa mengeluarkan penerimanya secara otomatis.
2. Keterkaitan Data dengan Game Online Terlarang
Ini menjadi salah satu penyebab yang paling banyak ditemukan.
Meski bukan penerima yang melakukan game online terlarang, data NIK anggota keluarga yang pernah dipakai top-up game online terlarang dapat membuat seluruh keluarga kehilangan hak bansos.
3. Anggota Keluarga Memiliki Pekerjaan Bergaji Besar
Pendapatan semua anggota KK dihitung sebagai satu kesatuan.
Jika ada yang bekerja sebagai:
- PNS
- TNI/Polri
- PPPK
- Karyawan dengan gaji di atas UMP/UMK
Maka bansos otomatis dihentikan.
4. Kepemilikan Aset Terpantau Sistem DTSN
Kini semua terhubung ke NIK. Pemerintah dapat mendeteksi:
- Rumah atau tanah bersertifikat
- Kendaraan mahal
- Daya listrik besar
Jika dianggap “tidak miskin”, bantuan langsung dicabut.
5. Masa Peserta Lebih dari 5 Tahun
Bansos bukan program seumur hidup.
KPM yang sudah menerima lebih dari lima tahun akan di-graduasi, kecuali lansia dan penyandang disabilitas.
6. Desa Tidak Memiliki Petugas Puskesos
Di beberapa wilayah, masyarakat hanya mendapatkan jawaban “tidak tahu” karena desa belum memiliki petugas bersertifikat yang bisa mengakses aplikasi SIKS-NG.
7. Desil Kemiskinan Terlalu Tinggi
Desil adalah indikator baru dalam DTSN.
Jika desil seseorang naik ke kelompok lebih mampu, maka hak bansos otomatis hilang.
Ke Mana Harus Mengadu Jika KKS Kosong?
Pendamping sosial menegaskan bahwa sumber jawaban yang benar hanya ada di Dinas Sosial, bukan ke kantor desa, bukan ke RT, dan bukan ke BUMDes.
Warga dapat melakukan:
- Permintaan pembaruan data via aplikasi Cek Bansos
- Pengajuan penurunan desil ke Dinas Sosial
- Cek status DTSN melalui petugas TKSK atau pendamping PKH
Kartu KKS kini bukan sekadar “kartu penerima bantuan”, tetapi bagian dari sistem data nasional yang ketat dan terus diperbarui.
Banyak penerima yang kehilangan saldo bukan karena kesalahan teknis, melainkan karena perubahan status kelayakan yang terekam otomatis dalam sistem.***
Editor : Eli Kustiyawati