Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Resmi! 300 KPM PKH di Daerah Ini Tergraduasi dari Program Bantuan Sosial, Wamensos Ungkap Penyebabnya

Robecca Sesaria • Sabtu, 13 Desember 2025 | 06:28 WIB
KPM yang tergraduasi di Kabupaten Kendal
KPM yang tergraduasi di Kabupaten Kendal

RADAR BOGOR – Sebanyak 300 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang selama ini menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kendal, Jawa Tengah, telah melalui proses graduasi.

Hal ini menandai berakhirnya status mereka sebagai penerima bantuan sosial (bansos).

Prosesi graduasi ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono di Desa Ngesrepbalong, Kendal, pada Kamis (11/12/2025).

Para KPM yang tergraduasi bahkan menghadiri acara tersebut layaknya wisuda dengan mengenakan topi toga sebagai simbol pencapaian kemandirian ekonomi.

Penyebab Utama Graduasi

Dilansir dari situs web resmi Kementerian Sosial, Wamensos Agus Jabo menjelaskan bahwa alasan utama 300 KPM ini digraduasi adalah karena kesiapan mereka untuk mandiri dan tidak lagi bergantung pada bansos.

“Pada hari ini, kita sudah bisa meluluskan 300 KPM yang selama ini menerima bansos dan sudah menyatakan ingin graduasi, tidak mau menerima bansos lagi, serta ingin mandiri dan berdaya. Mereka sudah melakukan usaha-usaha dan sekarang ini menyatakan lulus serta tidak mau menerima bansos lagi,” kata Agus Jabo.

Keberhasilan graduasi ini dicapai berkat Program Pemberdayaan Masyarakat yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial (Kemensos) melalui sembilan desa percontohan (pilot project).

Program ini bermula dari usulan Dinas Sosial Jawa Tengah (Dinsos Jateng) dan Komisi E DPRD Jateng yang berupaya menciptakan model pemberdayaan yang terukur.

Model keberhasilan graduasi ini diterapkan di sembilan desa percontohan, termasuk Ngesrepbalong (Kendal), Pesodongan (Wonosobo), dan Kalisalak (Banyumas), di mana KPM menerima pendampingan intensif. Dukungan tersebut mencakup peningkatan kapasitas hingga penyediaan modal usaha.

Untuk mendukung kemandirian, Dinas Sosial Jawa Tengah (Dinsos Jateng) memfasilitasi pembentukan 10 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di setiap desa percontohan. Setiap kelompok menerima suntikan modal usaha senilai Rp20 juta.

Selain itu, Kemensos memberikan intervensi Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) senilai Rp5 juta bagi setiap KPM PKH yang telah memiliki inisiatif usaha. Bantuan tersebut disalurkan dengan penyesuaian terhadap potensi lokal.

Kemensos kini berencana mereplikasi model ini dengan menargetkan setiap pendamping PKH mampu menggraduasi 10 KPM per tahun serta mendorong pembangunan kampung-kampung berdaya.***

Editor : Eli Kustiyawati
#kpm #bansos #pkh