Jelang Akhir Tahun 2025 Segera Saldo KKS, Ada Bonus Tambahan PKH dan BPNT, Benarkah?
Gabriel Anderson Nainggolan• Selasa, 16 Desember 2025 | 14:52 WIB
Ilustrasi: Penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada para penerima manfaat atau KPM.
RADAR BOGOR - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan BPNT terutama ketika beredar kabar ada bonus tambahan bantuan sosial (bansos) di luar pencairan rutin.
Selain PKH dan BPNT reguler, terdapat kebijakan penebalan bantuan atau bantuan pelengkap yang biasanya disalurkan pada periode tertentu, terutama saat daya beli masyarakat perlu dijaga.
Akhir tahun menjadi salah satu momen krusial, karena kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat dan harga pangan kerap mengalami fluktuasi.
Melansir kanal Gania Vlog, di Bogor, sejumlah KPM melaporkan bahwa selain saldo tunai melalui KKS, mereka juga menerima bantuan pangan seperti beras dan minyak goreng.
Bantuan ini menjadi penguatan bansos agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
Namun tambahan bantuan tidak otomatis diterima oleh seluruh KPM dalam waktu bersamaan. Penyaluran dilakukan secara bertahap dan sangat bergantung pada kesiapan data serta hasil verifikasi di masing-masing wilayah.
Penerima bonus tambahan ditentukan berdasarkan sejumlah indikator. Kategori tingkat kesejahteraan keluarga, jumlah tanggungan, serta riwayat penerimaan bantuan sebelumnya menjadi pertimbangan utama. Inilah sebabnya mengapa terdapat perbedaan antara satu KPM dengan KPM lainnya.
Ada keluarga yang menerima lebih dari satu bentuk bantuan, sementara yang lain hanya menerima bantuan reguler sesuai ketentuan.
Karena mekanismenya berbasis data, KPM PKH dan BPNT di Bogor dianjurkan aktif memantau status bantuan mereka. Pengecekan bisa dilakukan melalui saldo KKS, situs resmi cek bansos Kemensos, maupun melalui pendamping sosial di wilayah masing-masing.
Banyak kasus terjadi bantuan sudah masuk, tetapi tidak segera disadari karena tidak adanya pemberitahuan khusus dari sistem perbankan.
Di sisi lain, pemerintah kembali mengingatkan bahwa seluruh bantuan sosial harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Bansos bukanlah dana bebas konsumsi, melainkan instrumen perlindungan untuk memenuhi kebutuhan esensial seperti pangan, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan mendesak rumah tangga.
Penggunaan bantuan yang tidak sesuai tujuan dapat berdampak pada evaluasi kelayakan penerima pada masa mendatang, seiring dengan upaya pemerintah memperketat ketepatan sasaran.
Dengan penyaluran yang masih berlangsung hingga akhir tahun, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Pemerintah memastikan anggaran bansos masih tersedia dan akan disalurkan sesuai mekanisme yang berlaku. Selama KPM memenuhi syarat dan datanya valid, peluang untuk menerima bantuan tambahan tetap terbuka.
Harapannya, bansos menjadi penopang ekonomi keluarga dan membantu menghadapi kebutuhan akhir tahun.