RADAR BOGOR - Banyak warga mengira bahwa pengajuan penurunan desil dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) akan langsung berdampak pada pencairan bantuan sosial (Bansos).
Namun kenyataannya, tak sedikit pengajuan yang berakhir ditolak, meski pemohon sudah menunggu selama berbulan-bulan.
Fakta ini terungkap dari penjelasan terbaru mengenai mekanisme penurunan desil yang menegaskan bahwa akurasi data dan hasil survei lapangan menjadi penentu mutlak diterima atau tidaknya pengajuan tersebut.
Request Data Bukan Jaminan Desil Turun
Dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial, mengajukan pembaruan data atau request penurunan desil tidak otomatis membuat status ekonomi seseorang berubah di sistem.
Data tersebut baru akan diproses setelah petugas melakukan survei ulang secara langsung ke rumah pemohon.
Jika survei belum dilakukan, artinya pengajuan masih berada dalam antrean.
Warga diminta bersabar karena proses ini membutuhkan waktu dan dilakukan bertahap.
Dalam kondisi ideal, perubahan desil bisa terlihat dalam waktu 3 hingga 6 bulan.
Namun dalam praktiknya, ada pula KPM yang baru kembali aktif menerima bansos setelah lebih dari satu tahun.
Lama proses ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari antrean survei, kelengkapan data, hingga hasil verifikasi aset dan penghasilan.
Status Pekerjaan Sering Jadi Masalah Utama
Salah satu penyebab utama penolakan penurunan desil adalah status pekerjaan yang tercatat tidak sesuai kenyataan.
Warga yang sebenarnya petani atau nelayan, tetapi masih tercatat sebagai pegawai atau karyawan, akan dinilai memiliki tingkat ekonomi lebih tinggi.
Pembaruan data kependudukan menjadi syarat mutlak sebelum mengajukan penurunan desil.
Tanpa perbaikan data ini, survei lapangan hampir dipastikan tidak akan menghasilkan penurunan status.
Aset Tak Bisa “Disembunyikan” dari Sistem
Kepemilikan aset bernilai tinggi menjadi faktor paling menentukan dalam penilaian.
Kendaraan mahal, mobil pribadi, tanah, dan rumah bersertifikat adalah indikator kuat bahwa seseorang tidak lagi termasuk kategori miskin ekstrem atau rentan miskin.
Bahkan jika aset tersebut diperoleh dari hasil kerja keras sendiri, sistem tetap menganggap pemiliknya tidak prioritas bansos, kecuali aset tersebut sudah tidak dimiliki lagi dan bisa dibuktikan secara sah.
Daya Listrik Jadi Penilaian Tak Terduga
Selain aset, daya listrik rumah turut memengaruhi penilaian sosial ekonomi.
Rumah dengan daya di atas 1.200 VA secara otomatis dinilai memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi.
Namun, ada pengecualian bagi warga yang datanya keliru akibat peminjaman identitas.
Dalam kasus ini, klarifikasi kepada petugas dan pembaruan data kelistrikan sangat disarankan.
Pilih Waktu yang Tepat untuk Mengajukan
Salah satu strategi agar pengajuan tidak berlarut-larut adalah mengajukan di awal bulan, tepatnya tanggal 1–10.
Pada periode ini, data lebih cepat masuk ke sistem petugas dan segera dijadwalkan untuk survei.
Pengajuan di luar tanggal tersebut biasanya akan tertunda hingga bulan berikutnya atau bahkan beberapa bulan kemudian.
Bansos Bukan Hak Permanen
Pemerintah menegaskan bahwa bantuan sosial bukan hak seumur hidup, melainkan bantuan sementara bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Ketika kondisi ekonomi membaik, maka bantuan akan dialihkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan.
Dengan sistem desil yang semakin ketat, diharapkan bansos ke depan bisa lebih adil, transparan, dan tepat sasaran.***
Editor : Eli Kustiyawati