Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Awas! Gara-Gara Listrik dan KTP, Bansos Anda Bisa Terhenti: Ini Trik Jitu Turun Desil agar PKH Cair Lagi dalam 3 Bulan

Kholikul Ihsan • Jumat, 26 Desember 2025 | 08:32 WIB
Ilustrasi pengajuan desil turun agar bansos cair lagi
Ilustrasi pengajuan desil turun agar bansos cair lagi

RADAR BOGOR – Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak menyadari bahwa status pekerjaan di KTP atau sekadar meminjamkan nama untuk pemasangan listrik dapat menjadi bumerang yang menghentikan kucuran bansos.

Namun, jangan panik. Bagi warga yang ekonominya benar-benar sulit, terdapat prosedur resmi untuk menurunkan tingkat desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar bantuan PKH dan BPNT kembali mengalir.

Jika bantuan Anda berhenti secara tiba-tiba, kemungkinan besar data Anda dianggap mampu oleh sistem. Melansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial, berikut langkah penyelamatan data yang harus segera Anda lakukan:

1. Segera ubah status pekerjaan di KTP dan KK

Penyebab paling umum bansos terhenti adalah status pekerjaan dalam data kependudukan yang tidak sinkron.

Jika di KTP Anda masih tertulis karyawan swasta atau honorer, padahal Anda sudah terkena PHK atau bekerja sebagai buruh tani, sistem akan membaca Anda sebagai orang mampu.

Segera perbarui data di Disdukcapil menjadi buruh atau pekerjaan lainnya sebelum mengajukan perbaikan ke operator bansos.

2. Waspadai jebakan daya listrik di atas 1.300 VA

Sistem filter kemiskinan saat ini sangat sensitif terhadap penggunaan daya listrik. Rumah dengan daya 1.300 VA ke atas secara otomatis akan didorong masuk ke desil tinggi atau dianggap mampu.

Jika Anda merasa layak menerima bansos, tetapi daya listrik di rumah tinggi (misalnya karena nama Anda dipinjam saudara untuk memasang listrik) segera lakukan klarifikasi kepada petugas lapangan agar tidak dianggap sebagai aset milik pribadi.

3. Ajukan perbaikan pada tanggal 1–10

Waktu pengajuan menjadi kunci kecepatan. Jangan mengajukan perbaikan data di akhir bulan. Lakukan pengajuan penurunan desil antara tanggal 1 sampai 10.

Data yang masuk pada periode ini akan diprioritaskan ke aplikasi SIKS-MA milik petugas untuk segera dilakukan survei ground check.

Pengajuan di luar tanggal tersebut sering kali membuat KPM harus menunggu berbulan-bulan lebih lama.

4. Jujur saat survei ground check

Setelah mengajukan perbaikan melalui aplikasi Cek Bansos atau perangkat desa, petugas akan datang melakukan survei ke rumah. Pastikan memberikan informasi yang jujur mengenai:

• Kondisi rumah dan jumlah tanggungan keluarga.

• Aset kendaraan (kepemilikan motor di atas Rp30 juta atau mobil akan otomatis menggugurkan pengajuan).

• Riwayat penghasilan terbaru, termasuk bukti PHK atau surat keterangan tidak mampu.

5. Pantau proses verifikasi (3–6 bulan)

Proses penurunan desil tidak bersifat instan. Diperlukan waktu verifikasi berjenjang selama 3 sampai 6 bulan hingga data Anda kembali masuk ke kategori layak bansos.

KPM disarankan untuk rutin mengecek status kepesertaan secara mandiri melalui laman resmi Kemensos guna memastikan pengajuan telah disetujui.

Baca Juga: Bansos 2026 Tak Lagi Tahunan? Simak Bocorkan Skema Baru PKH dan BPNT, Data Penerima Bisa Berubah Tiap Triwulan

Ketidaktahuan teknis dapat berakibat fatal bagi kelangsungan bantuan sosial Anda.

Dengan memperbaiki data kependudukan serta memanfaatkan jendela waktu di awal bulan, Anda dapat menyelamatkan hak bantuan sosial keluarga dari pemblokiran sistem.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bpnt #kpm #bansos #DTSEN #pkh