Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cara Menurunkan Desil DTSEN agar Bansos Cair, Mulai dari Perbaikan Data, Survei Lapangan, hingga Estimasi Proses

Ira Yulia Erfina • Jumat, 26 Desember 2025 | 15:24 WIB
Ilustrasi: Pengambilan uang bantuan sosial (bansos) melalui ATM.
Ilustrasi: Pengambilan uang bantuan sosial (bansos) melalui ATM.

RADAR BOGOR - Keluarga yang sebelumnya rutin menerima bantuan sosial (bansos) kini mendapati bantuannya terhenti karena status desil dalam DTSEN atau DTKS dianggap terlalu tinggi. 

Kondisi ini sering kali tidak mencerminkan realitas ekonomi di lapangan, terutama bagi warga yang mengalami penurunan penghasilan mendadak, kehilangan pekerjaan, atau perubahan kondisi rumah tangga. 

Oleh karena itu, pengajuan penurunan desil menjadi langkah penting agar data sosial ekonomi kembali sesuai dengan keadaan sebenarnya dan peluang pencairan bansos dapat terbuka kembali secara berkelanjutan.

Berikut cara menurunkan desil di DTSEN yang bisa dilakukan masyarakat agar mendapat bantuan.

Dikutip dari kanal Pendamping Sosial, pengajuan penurunan desil pada dasarnya dapat dilakukan melalui dua jalur yang sama-sama diakui sistem. 

Jalur pertama adalah jalur formal dengan melapor langsung ke aparat desa atau kelurahan melalui operator SIKS-NG. Pada jalur ini, warga menyampaikan permohonan secara langsung disertai penjelasan kondisi ekonomi terbaru. 

Jalur kedua adalah jalur partisipatif, yakni pengajuan mandiri melalui aplikasi Cek Bansos pada menu usul atau sanggah. Jalur ini memberi kesempatan warga untuk aktif memperbarui datanya sendiri tanpa harus menunggu pendataan awal dari petugas.

Setelah pengajuan dilakukan, proses tidak langsung menghasilkan perubahan desilData akan masuk dalam antrean dan menunggu verifikasi lapangan berupa survei atau ground check oleh petugas. 

Selama belum ada kunjungan survei, artinya pengajuan masih berada dalam daftar tunggu. 

Waktu proses hingga hasil akhir umumnya memakan waktu antara tiga hingga enam bulan, bahkan bisa lebih lama tergantung jumlah pengajuan dan kapasitas petugas di wilayah masing-masing. 

Oleh sebab itu, pengajuan penurunan desil perlu dipahami sebagai proses administratif jangka menengah, bukan solusi instan.

Pembenahan Data Kependudukan sebagai Faktor Penentu

Salah satu penyebab utama desil sulit turun adalah ketidaksesuaian data kependudukan dengan kondisi nyata. 

Status pekerjaan yang tercantum di KTP atau KK sering kali masih menunjukkan kategori karyawan, pegawai, atau honorer, padahal yang bersangkutan sudah tidak bekerja tetap atau hanya mengandalkan pekerjaan harian. 

Data seperti ini membuat sistem menilai ekonomi keluarga masih stabil. Maka, pembaruan data kependudukan agar sesuai dengan kondisi riil menjadi langkah krusial sebelum atau bersamaan dengan pengajuan penurunan desil.

Perubahan ekonomi yang signifikan seperti pemutusan hubungan kerja, usaha yang bangkrut, atau kehilangan mata pencaharian akibat bencana harus segera dilaporkan kepada aparat setempat. 

Informasi ini sangat berpengaruh dalam penilaian kelayakan karena menunjukkan adanya penurunan kemampuan ekonomi yang nyata. 

Tanpa pelaporan yang jelas, sistem akan tetap mengacu pada data lama yang belum tentu relevan dengan kondisi terkini.

Besaran daya listrik rumah tangga menjadi indikator penting dalam penilaian sosial ekonomi. Rumah dengan daya listrik di atas 1.200 VA kerap dikategorikan sebagai rumah tangga mampu. 

Jika kondisi ekonomi sebenarnya tidak mencerminkan hal tersebut, penyesuaian daya listrik bisa menjadi pertimbangan. 

Selain itu, jika nama tercatat sebagai pelanggan listrik berdaya besar karena dipinjamkan kepada pihak lain, klarifikasi kepada petugas sangat diperlukan agar tidak terjadi salah penilaian.

Kepemilikan Aset dan Kewajiban Pemutakhiran Data

Aset bernilai tinggi seperti kendaraan mahal, mobil, atau kepemilikan tanah dan rumah selain tempat tinggal utama sangat memengaruhi status desil

Apabila aset tersebut sudah tidak dimiliki, misalnya telah dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka data kepemilikan harus segera diperbarui. 

Tanpa pemutakhiran ini, sistem tetap menganggap keluarga tersebut berada pada tingkat ekonomi yang lebih tinggi dari kenyataannya.

Waktu pengajuan juga berperan penting dalam kelancaran proses. Pengajuan yang dilakukan pada awal bulan, terutama antara tanggal satu hingga sepuluh, memiliki peluang lebih besar untuk segera masuk ke sistem kerja petugas pada bulan yang sama. 

Jika pengajuan dilakukan setelah periode tersebut, besar kemungkinan data baru diproses pada bulan berikutnya atau bahkan mundur beberapa bulan karena penyesuaian jadwal sistem.

Penilaian Akhir Tetap Bergantung pada Hasil Survei Lapangan

Pada akhirnya, keputusan penurunan desil sepenuhnya ditentukan oleh hasil survei lapangan. Jika kondisi rumah, aset, dan gaya hidup masih menunjukkan kategori mampu, maka pengajuan berpotensi ditolak meskipun sudah diajukan berulang kali. 

Sebaliknya, apabila survei membuktikan bahwa kondisi ekonomi memang layak menerima bantuan, penurunan desil dapat disetujui dan membuka kembali peluang bansos cair secara berkelanjutan.

Editor : Eka Rahmawati
#Desil #bansos #DTSEN