RADAR BOGOR - Percepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) terus dilakukan di detik-detik terakhir tahun 2025.
KPM (Keluarga Penerima Manfaat) hanya memiliki waktu hari ini untuk mencairkan dana BPNT senilai Rp600.000 dan PKH Tahap 4 sebelum sistem perbankan melakukan tutup buku anggaran tahunan.
Bagi warga yang mendapati saldo sudah masuk ke rekening KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) tetapi belum menariknya, diimbau untuk segera melakukan transaksi di ATM atau agen bank terdekat guna menghindari pemblokiran dana otomatis oleh negara.
Jangkauan penerima bantuan hingga 35 juta penerima, PT Pos Indonesia dan Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BSI) tetap beroperasi secara khusus untuk memastikan bantuan tersalurkan, termasuk layanan door-to-door bagi lansia dan disabilitas yang sakit agar bantuan tetap sampai ke tangan yang berhak.
Dikutip dari kanal YouTube Info Bansos beberapa jenis bantuan yang terpantau mengalami gelombang pencairan sebagai berikut:
- BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai): Rp600.000 (Rapelan periode Oktober–Desember).
- PKH (Program Keluarga Harapan): Nominal bervariasi, termasuk bantuan komponen lansia/disabilitas sebesar Rp600.000.
- PIP (Program Indonesia Pintar): Berita baik bagi wali murid, aktivasi rekening PIP diperpanjang hingga 31 Januari 2026.
Jika belum menerima pencairan atau saldo belum bertambah berikut dua skemanya:
- Pencairan Susulan: Jika nama Anda terdaftar namun terkendala teknis perbankan, terdapat potensi pencairan susulan pada minggu pertama Januari 2026.
- Verifikasi DTSEN: Pastikan data Anda masih aktif di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional melalui situs resmi cekbansos.go.id
Jika status di aplikasi menunjukkan sudah Disalurkan tetapi saldo nol, segera lakukan langkah ini:
- Cek mutasi rekening secara berkala (beberapa bank melakukan batching tengah malam).
- Gunakan Command Center Kemensos di nomor 021-171 untuk melaporkan kendala penyaluran.
- Hubungi pendamping sosial untuk mengecek apakah Anda masuk dalam daftar pencairan susulan PT Pos awal tahun depan.