RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) akhir tahun 2025 masih terus berlangsung hingga 31 Desember 2025 malam hari.
Berbagai bansos cair seperti BLTS Kesra Tahap 2, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 4, dan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 4.
Bansos yang cair BLTS Kesra Tahap 2 di Kantor Pos dari jam 8 pagi hingga 21.00.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tidak bisa datang, harus konfirmasi ke petugas setempat agar ada solusi.
Nominal bansos BLTS Kesra ialah Rp 300 ribu per bulan.
Ya, keseluruhan penyaluran Bansos untuk periode Oktober-Desember 2025 sebesar Rp900 ribu.
Penyaluran BPNT Tahap 4 dan PKH Tahap 4 melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank Himbara (Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BSI), namun ada juga yang bansosnya tetap belum cair.
Nominal bansos BPNT sebesar Rp 200 ribu per bulan.
Cair sekaligus untuk periode Oktober-Desember 2025, yaitu Rp 600 ribu.
Target penerima 18,3 juta KPM.
Besaran bansos PKH bervariasi tergantung pada komponen, misalnya bantuan ibu hamil Rp 750 ribu, balita Rp 750 ribu.
Murid SD Rp 225 ribu, murid SMP Rp 375 ribu, murid SMA Rp 500 ribu, lansia Rp 600 ribu, dan penyandang disabilitas Rp 600 ribu.
Target penerima bansos tersebut 10 juta KPM di seluruh Indonesia.
Berdasarkan keterangan di aplikasi SIKS-NG yang menyatakan ‘Surat Perintah Membayar (SPM),’ kemungkinan besar cair sampai awal bulan Januari 2026.
Oleh karena itu, KPM yang berstatus tersebut harus tetap mengecek saldo KKS.
Normalnya, SPM hingga berubah menjadi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) sekitar 1-3 hari.
Proses dari SP2D ke rekening KPM sekitar 1-7 hari kerja.
Proses dari SP2D ke Bank Penyalur 1-5 hari kerja.
Total estimasi dari SPM hingga bansos cair ialah 3-14 hari kerja.
Jika ada percepatan, maka bansos cair hanya 1 hari kerja
Tetap periksa KKS secara berkala hingga 31 Desember 2025 malam ini agar segera ditransaksikan begitu ada saldonya.
Jika saldo KKS tak ditarik, maka akan dikembalikan ke kas negara. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim