RADAR BOGOR - Kabar menggembirakan kembali datang bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos pemegang KKS di seluruh Indonesia.
Memasuki awal Februari 2026, tanda-tanda pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 1 mulai bermunculan untuk KPM pemegang KKS.
Sejumlah laporan dari KPM menunjukkan bahwa saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sudah terisi bansos, bahkan ada yang langsung dapat ditarik tunai.
Fenomena ini sontak membuat grup-grup penerima bansos ramai.
Banyak KPM yang membagikan tangkapan layar saldo masuk ke rekening KKS mereka, khususnya dari Bank Syariah Indonesia (BSI).
Mayoritas laporan sementara ini datang dari wilayah Aceh, yang disebut-sebut menjadi salah satu daerah prioritas pencairan lebih awal. Salah satu laporan awal datang dari Aceh Tamiang.
Seorang KPM mengabarkan bahwa saldo KKS miliknya telah terisi sebesar Rp1.800.000 dan bahkan sudah berhasil ditarik tunai.
Informasi ini dibagikan pada pagi hari tanggal 5 Februari 2026. Nominal tersebut diduga merupakan gabungan bantuan PKH dari beberapa komponen, atau termasuk BPNT tahap awal.
Kabar ini langsung disambut antusias oleh KPM lain yang kemudian ikut mengecek saldo masing-masing.
Tak berselang lama, laporan berikutnya datang dari Aceh Utara, tepatnya wilayah Loksukon.
Di daerah ini, KPM melaporkan bahwa bantuan PKH dan BPNT masuk bersamaan dengan total saldo sekitar Rp1.103.000.
Menariknya, pencairan di Loksukon disebut belum merata, namun sudah cukup banyak KPM yang berhasil mengecek saldo dan menemukan dana bantuan masuk ke KKS mereka.
Hal ini menguatkan indikasi bahwa proses pencairan sedang berjalan bertahap.
Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, wilayah Pidie Jaya juga tak ketinggalan menyumbang kabar baik. Beberapa KPM melaporkan:
• PKH validasi dengan saldo sekitar Rp1.500.000
• PKH lansia sebesar Rp600.000
• PKH anak balita sebesar Rp750.000
Dana tersebut terpantau masuk pada tanggal 5 Februari 2026 dan dapat dicek melalui BSI Mobile maupun langsung di mesin ATM.
Khusus untuk PKH validasi, bantuan ini biasanya diberikan kepada keluarga yang baru saja terdata atau hasil pemutakhiran data, sehingga pencairannya kerap menjadi perhatian.
Dari Aceh Besar, seorang KPM melaporkan saldo KKS miliknya mencapai Rp1.575.000 setelah melakukan pengecekan di pagi hari.
Ini semakin menguatkan bahwa pencairan PKH dan BPNT tahap 1 benar-benar sedang berlangsung di beberapa kabupaten/kota di Aceh.
Kabar berikutnya datang dari wilayah Angkup, Aceh Tengah. Di daerah ini, PKH balita sebesar Rp750.000 dilaporkan sudah masuk ke KKS.
Sementara itu, dari Nagan Raya, KPM pemegang KKS lama menyampaikan bahwa bantuan PKH sudah cair dengan saldo Rp1.500.000, namun BPNT belum terlihat masuk.
Baca Juga: Jadi Biang Kerok Tindak Kriminal, Polresta Bogor Kota Komitmen Berantas Peredaran Obat Terlarang
Artinya, ada kemungkinan pencairan dilakukan terpisah antara PKH dan BPNT, tergantung kesiapan sistem dan bank penyalur.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa wilayah Aceh didahulukan karena mempertimbangkan kondisi tertentu, termasuk daerah yang terdampak bebencana
Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang dapat memprioritaskan daerah dengan kebutuhan mendesak.
Namun, bukan berarti daerah lain tidak kebagian. Justru, ini menjadi sinyal kuat bahwa pencairan nasional sedang dimulai.
Selain Bank BSI, KPM yang menggunakan KKS dari Bank BRI, BNI, dan Bank Mandiri diharapkan mulai rutin mengecek saldo.
Biasanya, pencairan dilakukan secara bertahap dan bergelombang, sehingga perbedaan waktu antar daerah dan antar bank adalah hal yang wajar.
Disarankan untuk:
• Mengecek saldo melalui ATM terdekat
• Menggunakan mobile banking resmi bank masing-masing
• Menghindari calo atau pihak yang menawarkan jasa pencairan
Pencairan PKH dan BPNT tahap 1 tahun 2026 kini mulai menunjukkan bukti nyata.
Sejumlah daerah di Aceh telah lebih dulu menerima dana bantuan dengan nominal yang bervariasi sesuai komponen PKH masing-masing KPM.
Bagi KPM di daerah lain yang belum menerima, tetap bersabar dan lakukan pengecekan saldo secara berkala.
Jika data sudah valid dan terdaftar, peluang besar bantuan akan segera menyusul. Semoga kabar baik ini menjadi angin segar bagi seluruh Keluarga Penerima Manfaat di Indonesia.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga