Jumat Berkah! Pencairan Bansos PKH-BPNT Tahap 1 2026 Dimulai dari Wilayah Ini, Cek Rincian Nominal Sesuai Kategori
Mutia Tresna Syabania• Jumat, 6 Februari 2026 | 08:22 WIB
Ilustrasi penyaluran bansos kepada KPM.
RADAR BOGOR - Masih dalam minggu pertama bulan Februari 2026, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai menerima angin segar terkait penyaluran bantuan sosial.
Dikutip dari YouTube Arfan Saputra Channel, Berdasarkan laporan terkini per tanggal 6 Februari 2026, bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) tahap pertama telah resmi mulai disalurkan secara bertahap.
Berikut adalah ringkasan informasi dan perkembangan terbaru mengenai proses pencairan bansos yang sudah disalurkan.
Di samping itu, sebagai informasi Menteri Sosial Saifullah Yusuf, menyampaikan penyaluran bansos melalui Himbara dan PT Pos Indonesia.
"Sekitar 6-7 juta KPM masih berada dalam tahap verifikasi lanjutan. Proses ini dilakukan bersama pemerintah daerah, pendamping Kemensos, Dinas Sosial, pemerintah desa dan kelurahan untuk memastikan kesesuaian data yang diberikan oleh BPS," dikutip dari laman resmi Kemensos, Jumat, 6 Februari 2026.
1. Wilayah Aceh Menjadi Pelopor Pencairan
Data di lapangan menunjukkan, Provinsi Aceh menjadi wilayah pertama yang mengonfirmasi masuknya dana bansos ke rekening KPM.
Penyaluran ini didominasi oleh pemegang kartu KKS yang diterbitkan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI).
Percepatan di wilayah Aceh ini diduga berkaitan dengan kebijakan prioritas bagi daerah yang terdampak bencana alam, guna mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat setempat.
Beberapa wilayah yang melaporkan pencairan meliputi, Aceh Tamiang dan Aceh Utara (Lhoksukon), Pidie Jaya dan Aceh Besar dan Nagan Raya dan Aceh Tengah (Angkup).
Berdasarkan bukti transaksi dari para KPM, nominal yang diterima sangat bervariasi tergantung pada komponen keluarga yang dimiliki. Beberapa laporan penarikan yang tercatat antara lain:
• Kategori Lansia: Penarikan sebesar Rp600.000 terpantau di daerah Pidie Jaya.
• Komponen Balita: Penyaluran sebesar Rp750.000 (untuk satu anak) hingga Rp1.500.000 (untuk dua anak balita).
Beberapa KPM melaporkan saldo masuk sekaligus (PKH plus sembako/BPNT) dengan nominal mencapai Rp1.103.000 hingga Rp2.700.000.
Bagi penerima baru atau hasil validasi sistem, saldo sebesar Rp1.500.000 juga sudah mulai masuk ke rekening.
3. Monitoring Lewat Aplikasi Mobile Banking
Banyak KPM yang kini lebih mudah memantau saldo melalui aplikasi perbankan digital seperti BSI Mobile atau Beyond.
Penggunaan aplikasi ini sangat disarankan agar penerima bantuan tidak perlu bolak-balik ke mesin ATM hanya untuk mengecek saldo yang belum pasti, terutama di wilayah yang penyalurannya belum merata.
Meskipun saat ini Bank BSI terpantau yang paling progresif, para KPM yang menggunakan kartu KKS dari Bank BRI, BNI, dan Mandiri diharapkan tetap tenang.
Proses sinkronisasi data antar bank biasanya memerlukan waktu beberapa hari. Diprediksi, penyaluran untuk bank-bank Himbara lainnya akan segera menyusul secara nasional dalam waktu dekat.
Pencairan bansos ini dilakukan secara bertahap. Jika KPM lain di daerah Anda sudah menerima bantuan tapi saldo masih kosong, tetaplah bersabar dan lakukan pengecekan secara berkala melalui pendamping sosial setempat atau aplikasi resmi.***