RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap pertama untuk alokasi Januari hingga Maret 2026 mulai menunjukkan perkembangan di sejumlah wilayah Indonesia.
Dilansir dari kanal Cek Bansos, pada Sabtu, 7 Februari 2026, penyaluran bantuan terpantau telah berjalan secara bertahap melalui beberapa bank penyalur, khususnya Bank BRI dan Bank Mandiri, setelah sebelumnya pencairan lebih dulu berlangsung melalui Bank BSI di wilayah Aceh.
Proses ini menandai dimulainya distribusi bantuan tahap awal tahun yang selama ini dinantikan oleh Keluarga Penerima Manfaat.
Update pencairan berdasarkan bank penyalur menunjukkan bahwa Bank BRI mulai menyalurkan bantuan sejak malam sebelumnya.
Hingga saat ini, pencairan yang paling banyak terpantau di BRI masih didominasi oleh bantuan PKH, sementara BPNT belum terlihat cair secara signifikan.
Beberapa contoh nominal yang masuk ke rekening penerima antara lain Rp975.000 untuk komponen balita dan satu anak SD di NTB, Rp1.500.000 untuk dua anak balita di Gorontalo, Rp750.000 untuk komponen balita di Sulawesi Selatan, serta Rp250.000 untuk komponen anak SD di NTB.
Sementara itu, Bank Mandiri mulai menyalurkan bantuan sejak dini hari dengan laporan pencairan yang mencakup baik PKH maupun BPNT.
Nominal yang terpantau antara lain Rp600.000 yang kemungkinan berasal dari BPNT atau komponen lansia PKH, Rp1.125.000 untuk balita dan satu anak SMP, Rp975.000 untuk balita dan satu anak SD, serta Rp1.500.000 untuk dua anak balita.
Berbeda dengan dua bank tersebut, hingga saat pemantauan dilakukan, Bank BNI belum menunjukkan tanda-tanda pencairan untuk kedua jenis bantuan.
Dari sisi wilayah, pencairan dilaporkan telah terjadi di sekitar 30 daerah yang tersebar di berbagai provinsi.
Di wilayah Sulawesi, pencairan terpantau di antaranya di Kabupaten Soppeng, Wajo, Pinrang, Enrekang, Luwu, Tana Toraja, Kolaka Timur, Gorontalo baik kabupaten maupun kota, Pohuwato, Gorontalo Utara, Pasangkayu, Polewali Mandar, Kabupaten Buru, Banggai, Toli-toli, Morowali, Takalar, dan Bone.
Wilayah Kalimantan yang mulai menerima bantuan meliputi Kotawaringin Timur, Katingan, Seruyan, Sukamara, Lamandau, Pulang Pisau, Tapin, dan Nunukan. Selain itu, pencairan juga terpantau di Minahasa Utara dan Kota Manado.
Untuk wilayah Jawa dan Nusa Tenggara, beberapa daerah yang dilaporkan sudah mulai menerima bantuan antara lain Nganjuk, Bangkalan, Kota Madiun, Kota Kediri, NTB, dan NTT yang mayoritas disalurkan melalui BRI.
Di Jawa Barat dan Jawa Tengah, pencairan terpantau di Bogor, Garut, Cianjur, Sumedang, Subang, Cilacap, Banyumas, Kebumen, Purworejo, Grobogan, Blora, Pati, Demak, Temanggung, Kendal, Brebes, Tegal, Sleman, dan Gunung Kidul.
Perlu diketahui, untuk KPM PKH ada beberapa komponen yang ditetapkan oleh Kemensos. Melansir dari laman resmi Kemensos.go.id, bantuan disalurkan berdasarkan komponen yang melekat pada anggota keluarga penerima, dengan nominal yang telah ditetapkan per tahap pencairan.
Komponen balita usia 0–6 tahun memperoleh bantuan sebesar Rp750.000 per tahap, sementara ibu hamil atau masa nifas juga menerima Rp750.000 per tahap.
Untuk komponen pendidikan, anak yang sedang menempuh jenjang SD mendapatkan Rp225.000 per tahap, anak SMP memperoleh Rp375.000 per tahap, dan anak SMA menerima Rp500.000 per tahap.
Selain itu, komponen kesejahteraan sosial mencakup lansia usia 70 tahun ke atas serta penyandang disabilitas berat, masing-masing menerima bantuan sebesar Rp600.000 per tahap, dengan penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang ditetapkan.***
Editor : Asep Suhendar