RADAR BOGOR – Bantuan sosial (bansos) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 1 hingga 6 Februari 2026 belum juga cair.
Saldo bansos Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank Mandiri, BNI, dan BRI masih nihil.
Informasi bansos tersebut disampaikan melalui kanal YouTube Arfan Saputra Channel.
Hingga saat ini, banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mempertanyakan kepastian pencairan bansos Kemensos Februari 2026.
Bansos Cair Terbatas di Aceh, Klaim Mandiri Cair Disebut Hoaks
Pencairan bansos BPNT Februari 2026 diketahui baru terealisasi untuk KKS Bank BSI di wilayah Aceh.
Hal ini disebabkan adanya percepatan penyaluran bansos khusus di wilayah tersebut.
Sementara itu, beredar tangkapan layar (screenshoot) yang mengklaim bansos BPNT telah cair untuk KKS Bank Mandiri.
Namun, informasi tersebut dipastikan hoaks dan tidak sesuai dengan data resmi penyaluran bansos Kemensos.
KPM Diminta Siapkan KKS untuk Pencairan Bansos
Menjelang pencairan bansos BPNT dan PKH Tahun 2026 Tahap 1, KPM diminta memastikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih dalam kondisi tidak rusak, tidak hilang, dan data kependudukan sesuai Dukcapil. KKS menjadi syarat utama pencairan bansos melalui bank penyalur.
KPM Diminta Unduh Aplikasi Mobile Banking Himbara
Untuk efisiensi cek saldo bansos, KPM disarankan mengunduh aplikasi mobile Bank Himbara (Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BSI).
Aplikasi tersebut terdiri dari Livin by Mandiri, Wondr by BNI, BRImo, dan BYOND by BSI.
Cara Cek Bansos Kemensos Februari 2026
KPM disarankan rutin melakukan cek bansos Kemensos melalui:
· Aplikasi Cek Bansos yang bisa diunduh gratis via Playstore ataupun App Store.
· Situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Jika status kepesertaan tertulis “ter-exclude” atau bansos non-aktif, KPM dapat mengajukan sanggah melalui aplikasi Cek Bansos.
Untuk mengetahui alasan bansos tidak aktif, KPM bisa menghubungi Pendamping Sosial atau Operator SIKS-NG di Desa atau Kelurahan setempat.
Kemensos Tegaskan Pentingnya Data DTSEN
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa akurasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi kunci agar bansos tepat sasaran.
RT, RW, dan operator SIKS-NG menjadi ujung tombak pemutakhiran data. Data DTSEN harus sesuai dengan Dukcapil, termasuk alamat domisili. Jika terdapat perbedaan data, KPM dapat melakukan pembaruan melalui aplikasi Cek Bansos.
Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Program Sembako Tahun 2026 Tahap 1
Saldo BPNT Program Sembako harus digunakan untuk membeli pangan seperti beras, telur, sayuran, dan lain-lain.
Target penerima BPNT sebanyak 18,2 juta KPM. Penerima BPNT belum tentu sebagai penerima manfaat PKH. Untuk menjadi penerima manfaat PKH, harus memiliki komponen PKH.
Karena BPNT berkarakteristik sebagai bansos komplementer bagi PKH, maka seluruh penerima manfaat PKH merupakan penerima manfaat BPNT.
Nominal BPNT per bulan ialah Rp200 ribu. Cair sekaligus Rp 600 ribu untuk periode 3 bulan.
Program Keluarga Harapan (PKH) Tahun 2026 Tahap 1
PKH ialah bansos reguler Kemensos yang bertujuan meningkatkan kesejahteaan masyarakat. Target bansos tersebut ialah 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Nominal bansos per tahap berdasarkan komponen PKH ialah sebagai berikut. Komponen kesehatan (ibu hamil dan anak usia dini 0-6 tahun Rp750 ribu), kesejahteraan (disabilitas dan penyandang disabilitas Rp600 ribu), pendidikan (murid SD Rp225 ribu, SMP Rp375 ribu, dan SMA Rp500 ribu), dan korban pelanggaran HAM berat Rp2,7 juta.
Jadwal Pencairan Bansos BPNT dan PKH Februari 2026
Pencairan bansos BPNT dan PKH tahap 1 2026 ditargetkan paling lambat minggu ketiga Februari 2026 atau sebelum memasuki bulan Ramadan.
Masyarakat diimbau untuk rutin cek saldo via mobile Bank Himbara dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi agar terhindar dari hoaks.(**)
Editor : Alpin.