Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cair via Bank Mandiri! Saldo Bansos BPNT Rp600 Ribu Masuk KKS Siang Ini di 50 Daerah, Jawa Barat Salah Satunya

Robecca Sesaria • Selasa, 10 Februari 2026 | 17:34 WIB

Ilustrasi penyaluran bantuan sosial atau bansos kepada KPM.
Ilustrasi penyaluran bantuan sosial atau bansos kepada KPM.

RADAR BOGOR - Kabar yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba! Mulai Selasa, 10 Februari 2026, para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai penjuru tanah air sudah bisa tersenyum lega.

Pasalnya, bantuan sosial BPNT tahap 1 dikabarkan mulai cair secara serentak hari ini.

Dilansir dari Youtube Cek Bansos, kabar baik ini menyasar seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) seiring dengan dimulainya proses pencairan dana bantuan tersebut secara serentak.

Baca Juga: Laporan Terkini Pencairan Bansos BPNT Tahap 1 2026, KPM di Wilayah Jawa Barat Ini Mulai Lakukan Penarikan Tunai di ATM

Setelah sebelumnya proses pencairan diawali melalui Bank BSI, kini giliran nasabah Bank Mandiri yang mulai menerima saldo bantuan.

Berdasarkan laporan di lapangan, saldo sebesar Rp600.000 sudah mulai masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Menariknya, pencairan ini terpantau merata, baik bagi pemegang KKS lama maupun KKS baru.

Daftar Wilayah yang Terpantau Cair

Sampai detik ini, sudah ada sekitar 50 Kabupaten/Kota yang terkonfirmasi memulai penyaluran dana. Berikut adalah rincian wilayahnya:

Baca Juga: Geledah PN Depok dan Rumah Ketua Pengadilan, KPK Sita USD 50 Ribu Terkait Kasus Suap

Tantangan Akurasi Data Bansos

Di tengah kabar gembira mengenai pencairan ini, pemerintah terus berupaya memperbaiki sistem distribusi agar bantuan lebih tepat sasaran.

Pentingnya akurasi data dalam distribusi bantuan ini menjadi sorotan utama Menteri Sosial, Saifullah Yusuf.

Beliau membandingkan efektivitas penggunaan data terbaru dalam menekan angka kesalahan distribusi.

Baca Juga: Buruan, Jangan Sampai Kehabisan, Tiket Kereta Mudik Lebaran Diskon hingga 30 Persen, Warga Bogor Bisa Pesan Mulai Sore Ini

Menurut Saifullah Yusuf, penggunaan data lama dalam penyaluran bansos mengakibatkan tingkat kesalahan mencapai 77 persen, yang berarti banyak warga yang berhak justru tidak menerima bantuan.

“Ketika (bansos) menggunakan data lama 77 persen error,” kata Saifullah Yusuf, dikutip dari website resmi Kementerian Sosial (Kemensos).

Namun, angka kesalahan tersebut berhasil ditekan hingga tersisa 28 persen setelah pemerintah menerapkan sistem pengukuran melalui DTSEN.

“Setelah kita ukur dengan DTSEN error-nya turun tinggal 28 persen,” jelasnya.***

Editor : Asep Suhendar
#bpnt #jawa barat #kpm #bansos