Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bansos Spesial Ramadhan, KPM bakal Terima Beras 10 Kg dan Minyak 2 Liter Selama Dua Bulan, Cek Kriterianya

Mutia Tresna Syabania • Kamis, 12 Februari 2026 | 09:34 WIB
Ilustrasi penyaluran bansos beras dan minyak kepada KPM.
Ilustrasi penyaluran bansos beras dan minyak kepada KPM.

RADAR BOGOR - Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan skema penyaluran bantuan sosial (bansos) terbaru untuk tahun anggaran 2026. 

Langkah ini diambil sebagai strategi stimulus ekonomi nasional guna menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri, sebagaimana dilansir dari YouTube Arfan Saputra Channel. 

Melalui sinergi lintas kementerian, kebijakan ini tidak hanya berfokus pada distribusi logistik, tetapi juga pada pembenahan basis data penerima bansos yang lebih transparan dan dinamis.

1. Inisiatif Bantuan Pangan Spesial Ramadhan

Sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, pemerintah meluncurkan paket bantuan pangan tambahan.

Isi Bantuan: Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng.

Durasi: Penyaluran dilakukan selama dua bulan berturut-turut.

Target Sasaran: Menjangkau 35,04 juta keluarga yang tergolong dalam kelompok ekonomi Desil 1 hingga Desil 4.

Anggaran: Pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp11,92 triliun untuk memastikan kelancaran program ini hingga ke tangan masyarakat.

2. Klasifikasi Program di Kementerian Sosial

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, terdapat tiga pilar utama bantuan yang dikelola secara terpadu oleh instansinya:

Baca Juga: Menguras Air Mata, Film Titip Bunda di Surga Mu Tayang Bertepatan dengan Ramadhan

• Bansos Reguler: Mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako untuk 18 juta keluarga dengan alokasi Rp17,5 triliun.

• Bansos Adaptif: Difokuskan untuk penanganan bencana, termasuk untuk wilayah Sumatera, dengan nilai mencapai Rp2,3 triliun.

• Bansos Atensi: Program Rehabilitasi Sosial dengan total pagu Rp20 triliun, di mana sebagian besar telah tersalurkan pada triwulan pertama tahun ini.

3. Dinamika Data dan Pentingnya Partisipasi Masyarakat

Salah satu poin krusial dalam kebijakan tahun ini adalah pengakuan, data penerima manfaat bersifat cair dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi ekonomi riil masyarakat.

Gus Ipul menjelaskan, pentingnya pemutakhiran data secara berkala dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.

"Penerima manfaat itu sifatnya dinamis karena kita berpedoman kepada data tunggal yang dimutakhirkan berkelanjutan oleh BPS. Bisa jadi di triwulan pertama dapat, di triwulan kedua tidak, atau sebaliknya," kata Gus Ipul, dikutip dari laman Kemensos. 

"Kami mengundang masyarakat untuk ikut memberikan usul maupun sanggah terhadap data penerima bansos melalui aplikasi dan pusat kontak kami," sambungnya.

4. Mekanisme "Usul-Sanggah" bagi Masyarakat

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawal distribusi bansos melalui tiga saluran:

• Layanan Hotline: Call center 24 jam di nomor 171.

• Layanan Pesan: Pusat bantuan melalui WhatsApp (nomor akan segera diinformasikan secara resmi).

• Platform Digital: Aplikasi "Cek Bansos" yang memungkinkan warga mengajukan keberatan (sanggah) atau usulan baru secara mandiri.

Pemerintah berkomitmen untuk memprioritaskan bantuan pada kelompok Desil 1 dan 2. 

Namun, apabila ketersediaan anggaran masih mencukupi, jangkauan penerima akan diperluas hingga mencakup Desil 3 dan 4. 

Seluruh proses verifikasi lapangan dan validasi data akan ditangani langsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS), untuk menjaga independensi dan akurasi hasil akhir.***

Editor : Asep Suhendar
#stimulus ekonomi #bansos #bantuan pangan #ramadhan