RADAR BOGOR - Bansos Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan sembako beras untuk alokasi Januari, Februari, dan Maret 2026 telah disalurkan dengan nominal Rp600.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Dilansir Youtube Cek Bansos pada Kamis, 12 Februari 2026, penyaluran dilakukan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) KPM dan kini semakin meluas, terutama setelah BRI memproses pencairan BPNT secara bertahap sejak malam 11 Februari 2026 hingga pagi hari berikutnya.
Perkembangan ini menjadi kabar menggembirakan bagi jutaan KPM yang telah menantikan kepastian saldo bansos BPNT masuk di rekening masing-masing.
Pencairan BPNT Tahap 1 Tahun 2026 Rp600.000 Mulai Merata
Saldo sebesar Rp600.000 yang diterima KPM merupakan akumulasi bantuan untuk tiga bulan pertama tahun 2026. Setelah sebelumnya disalurkan melalui Bank BSI dan Bank Mandiri, kini Bank BRI juga telah menyalurkan dana tersebut kepada para pemegang KKS.
Pencairan mulai terpantau masuk sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 WIB pada 11 Februari 2026 dan terus berlanjut secara bertahap. Sementara itu, untuk KKS yang terdaftar di Bank BNI, proses penyaluran diperkirakan akan segera menyusul dalam waktu dekat.
Status penyaluran saat ini menunjukkan bahwa dana telah masuk secara bertahap dan semakin merata di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintah memastikan proses distribusi dilakukan secara sistematis hingga mencapai 100 persen penerima yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Daftar Wilayah yang Sudah Melaporkan Saldo Masuk
Sejumlah daerah telah melaporkan bahwa saldo BPNT tahap 1 tahun 2026 sudah masuk ke rekening KKS penerima. Laporan tersebut berasal dari berbagai pulau besar di Indonesia yang dilansir dari kanal Youtube Arfan Saputra Channel dan Cek Bansos pada Kamis, 12 Februari 2026.
Di wilayah Sumatera, pencairan terpantau di Stabat Langkat, Muara Enim, Bandar Lampung, Jambi, Tebing Tinggi, Payakumbuh, Medan, Medan Sunggal, Palembang wilayah Plaju, serta Kota Bengkulu.
Beberapa penerima bahkan sudah melakukan penarikan tunai setelah memastikan saldo masuk melalui ATM maupun aplikasi mobile banking.
Untuk wilayah Kalimantan, laporan pencairan datang dari Pontianak Timur, Kalimantan Timur, Singkawang Selatan, dan Ketapang.
Di Pulau Jawa, daerah yang sudah menerima saldo antara lain Cianjur (Warung Kondang), Kabupaten Tangerang, Banjarnegara, Purbalingga, Demak, serta beberapa wilayah di Jawa Timur. Sementara itu, di Sulawesi, pencairan terpantau di Makassar dan Sulawesi Tenggara.
Bantuan Tambahan Beras 20 Kg dan Minyak 4 Liter Jelang Idul Fitri 2026
Selain pencairan BPNT reguler, pemerintah juga meluncurkan paket stimulus ekonomi menjelang Idul Fitri 2026 dalam bentuk bantuan pangan tambahan.
Bantuan ini berupa beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng sebanyak 4 liter untuk setiap penerima yang memenuhi kriteria.
Jumlah penerima bantuan pangan tambahan ini mengalami peningkatan signifikan, dari sebelumnya 33,2 juta penerima menjadi 35 juta penerima di seluruh Indonesia.
Kebijakan ini diambil untuk memperkuat daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.
Kriteria Penerima Bantuan Tambahan
Penerima bantuan beras dan minyak terbagi dalam dua kategori utama. Pertama adalah KPM reguler yang berada dalam Desil 1 hingga Desil 4, mencakup penerima BPNT murni, PKH murni, maupun kombinasi PKH dan BPNT, dengan total sekitar 18,8 juta penerima.
Kedua adalah KPM non-reguler, yaitu masyarakat yang berada dalam Desil 1 hingga Desil 4 namun belum pernah menerima bantuan reguler sebelumnya.
Mekanisme pengambilan bantuan tambahan ini dilakukan melalui surat undangan resmi yang dibagikan oleh petugas di wilayah masing-masing. Dengan sistem ini, distribusi diharapkan lebih tertib dan tepat sasaran.
Imbauan bagi KPM yang Belum Menerima Saldo
Bagi KPM yang belum melihat saldo masuk, proses pencairan diminta untuk tetap dipantau secara berkala melalui ATM atau aplikasi mobile banking seperti BRImo bagi nasabah BRI.
Penyaluran dilakukan bertahap sesuai sistem perbankan dan validasi data penerima, sehingga tidak semua wilayah menerima dana secara bersamaan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga