RADAR BOGOR - Kabar gembira datang dari Kementerian Sosial (Kemensos) terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) jelang Ramadhan tahun 2026.
Pemerintah dikabarkan akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp39,8 triliun untuk proses pendistribusian beragam jenis bantuan sosial jelang lebaran tahun ini.
Lantas, bansos apa saja yang akan diterima Keluraga Penerima Manfaat (KPM) di momen bulan suci Ramadhan tersebut? berikut penjelasan yang dilansir dari kanal Youtube Info Bansos, Minggu, 15 Februari 2026.
1. Bansos Reguler PKH dan BPNT
Bantuan sosial reguler menjadi salah satu prioritas utama yang akan disalurkan pemerintah kepada penerima manfaat.
Bansos ini meliputi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Kelurga Harapan (PKH) yang kini telah memasuki tahap satu penyaluran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran yang disediakan untuk kedua bansos reguler tersebut yaitu sebesar Rp17,5 triliun.
Penerima BPNT akan mendapatkan dana bantuan senilai Rp600 ribu untuk tiga bulan sekaligus, dan KPM PKH akan menerima bantuan dengan nominal yang bervariasi, tergantung komponen bansos tersebut.
2. Bansos Adaptif
Pemerintah juga akan menyalurkan bansos adaptif untuk korban bencana alam yang belakangan ini menimpa sejumlah wilayah di Indonesia, seperti di wilayah Sumatra dan Jawa Barat.
Pemerintah ingin mamastikan kebutuhan dasar masyarakat pasca bencana masih terpenuhi, sehingga para korban bisa merayakan lebaran di tahun ini dengan penuh suka cita.
3. Asistensi Rehabilitasi Sosial
Atensi rehabilitasi sosial juga akan diberikan pemerintah menjelang Ramadhan tahun ini, yaitu bagi mereka yang masuk kategori lansia, penyandang disabilitas hingga anak yatim piatu.
Dikabarkan, total anggaran yang dikeluarkan oleh Kemensos mencapai Rp20 triliun yang tentunya diharapkan bisa membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Di samping itu, guna bansos yang akan disalurkan pada Ramadhan ini tepat sasaran, Mensos, Saifullah Yusuf atau yang akrab dikenal Gus Ipul mengatakan pihaknya telah mengerahkan pendamping Sosial di masing-masing daerah.
Hal itu dimaksudkan untuk proses pemutakhiran data agar bansos bisa benar-benar sampai kepada masyarakt yang layak dan memenuhi persyaratan.
"Sementara pendamping-pendamping kami, sumber daya yang kami miliki di antaranya adalah pendamping PKH untuk membantu pemutakhiran," kata Gus Ipul, dilansir dari akun Instagram resmi Kemensos.***
Editor : Asep Suhendar