RADAR BOGOR – Gelombang pencairan bantuan sosial (bansos) kembali terjadi.
Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, pada Minggu, 15 Februari 2026, ratusan laporan masyarakat menunjukkan dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mulai masuk secara bertahap sejak pagi hingga malam hari.
Fenomena yang paling banyak terjadi adalah saldo belum muncul pada pagi hari, tetapi tiba-tiba masuk pada sore atau malam hari.
Nominal Sama, Waktu Berbeda
Hampir seluruh laporan menyebut nominal yang sama, yakni Rp600.000. Namun, waktu masuk saldo berbeda-beda di setiap daerah.
Contohnya:
- Pukul 15.39 WIB - mulai muncul laporan pertama.
- Pukul 17.00-an - mayoritas wilayah mulai menerima.
- Pukul 18.00–19.00 - laporan makin ramai.
Sebagian warga langsung menarik uang tunai setelah saldo masuk.
Wilayah Pencairan Meluas
Pencairan tidak hanya terpusat di satu provinsi. Laporan datang dari:
• Jawa Barat (Karawang, Bandung, Cimahi, Cirebon).
• DKI Jakarta (Cengkareng).
• Jawa Timur (Kediri dan Probolinggo).
Hal ini menandakan proses distribusi dilakukan secara nasional, tetapi dengan sistem bertahap.
Kode RPL Sempat Membingungkan
Beberapa penerima sempat khawatir karena mutasi rekening bertuliskan kode RPL, bukan BPNT. Namun, setelah dicek, nominal dan waktu pencairan sesuai bantuan pangan.
Artinya, kode transaksi berbeda tidak selalu berarti bantuan berbeda.
Masih Berlanjut, Jangan Panik Jika Belum Masuk
Karena pencairan berlangsung bergelombang, masyarakat yang belum menerima bantuan tidak perlu khawatir.
Proses penyaluran masih berjalan, bahkan hingga malam hari, dan kemungkinan berlanjut beberapa hari.
Penerima disarankan rutin mengecek saldo, terutama pada sore hingga malam hari, karena banyak laporan masuk pada waktu tersebut.
Gelombang pencairan mendadak ini kembali menunjukkan pola umum bantuan sosial yang tidak serentak, tetapi menyebar cepat dalam waktu singkat di berbagai daerah Indonesia.***
Editor : Eli Kustiyawati