Update Bansos Minggu Ketiga Februari 2026, Ini Penjelasan Saldo Masuk KKS Rp1,2 Juta dan Pantauan Status SIKS-NG Terbaru
Mutia Tresna Syabania• Selasa, 17 Februari 2026 | 21:34 WIB
Ilustrasi petugas pengecekan status bansos di SIKS-NG.
RADAR BOGOR - Minggu ketiga Februari 2026, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos dikejutkan dengan masuknya saldo sebesar Rp1.200.000 ke kartu KKS.
Dilansir dari Youtube Cek Bansos, Muncul spekulasi di tengah masyarakat saldo tersebut merupakan pencairan susulan dari tahap ke-4 tahun 2025 yang sempat tertunda.
Namun, penting bagi masyarakat untuk memahami regulasi anggaran bansos agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Artinya, saldo Rp1,2 juta tersebut adalah gabungan dari BPNT Tahap 1 (Rp600.000) dan bantuan PKH Tahap 1 (Rp600.000) untuk komponen tertentu, seperti lansia atau penyandang disabilitas.
"Saldo dobel yang masuk ke rekening KKS saat ini bukanlah rapelan dari tahun lalu. Itu adalah bukti bahwa KPM tersebut telah diangkat menjadi penerima PKH validasi sistem. Kenaikan nominal ini terjadi karena adanya komponen tambahan dalam keluarga yang terverifikasi oleh data kependudukan terbaru," ujar pendamping sosial.
2. Pantauan Status di SIKS-NG
Bagi KPM yang hingga saat ini bantuannya masih menunjukkan saldo nol (zonk), disarankan untuk mengecek status melalui pendamping sosial setempat. Pencairan sangat bergantung pada status di aplikasi SIKS-NG:
Pemerintah telah menyiapkan jaring pengaman sosial tambahan yang akan disalurkan menjelang Idulfitri.
Bantuan ini ditujukan bagi warga yang terdaftar dalam Desil 1 hingga Desil 4, baik mereka yang sudah menerima PKH/BPNT maupun warga umum yang memenuhi kriteria kemiskinan.
Bantuan Pangan: Beras 10 kg dan Minyak Goreng 2 liter.
Kriteria Penerima: Menyasar sekitar 33 juta KPM yang masuk dalam kategori desil rendah.
Bantuan ini berlaku bagi seluruh siswa dari keluarga kurang mampu, tanpa harus terdaftar sebagai penerima PKH atau BPNT.
Pencairan bansos di awal tahun 2026 ini menunjukkan adanya upaya pemerataan melalui sistem validasi otomatis.
Dengan adanya tambahan bantuan pangan di bulan Ramadhan, diharapkan ketahanan ekonomi masyarakat tetap terjaga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.***